Manajemen Perjalanan Pendakian Gunung Kinabalu (4094 M-Dpl) Malaysia, Dewadaru September 2015

 prologue

Siapa yang menyangka bila Malaysia yang “miskin” gunung itu memiliki gunung tertinggi yakni Gunung Kinabalu. Puncaknya yang bernama  Low‘s Peak memiliki ketinggian  4.095,2- MDpl (Meter diatas permukaan laut).  Di tanah bekas jajahan Inggris inilah, Kinabalu dalam bahasa suku Kadazan, yang menetap disekitar wilayah gunung Kinabalu itu kata Kinabalu diambil dari kata “Aki” dan “Nabalu”, “Aki” berarti nenek moyang, dan “Nabalu” berarti gunung. Gunung Nenek Moyang atau gunung yang menjadi tempat persemadian roh-roh nenek moyang kaum Kadazan.

DS-PC3

Gunung Kinabalu (4094-MDpl)

>>>>>>>>Yang aneh, Gunung Kinabalu yang terletak di Sabah, Malaysia ini secara internasional  jika dilihat dari sisi geografis, merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara, Lho koq?, bukannya Indonesia juga Asia Tenggara?, Malahan Puncak – puncak di Jayawijaya jauh lebih tinggi dari Kinabalu, yang paling tinggi saja sebut Puncak Jaya punya ketinggian  hingga 4.884 mdpl, koq Kinabalu yang punya tinggi dibawahnya disebut tertinggi di Asia Tenggara. Teorinya, Ini semua karena Gunung tertinggi di Asia tenggaranya adalah : Hkakabo Razi Myanmar (5,881-MDpl) terletak di jajaran Pegunungan Himalaya di gugus tektonik benua India, sementara Puncak Jaya, Puncak Trikora, dan Puncak Mandala Papua Indonesia terletak di benua Oceania-Australia . Atau secara fisik Indonesia tidak bergabung dengan benua Asia.  Begitu sepertinya sekali lagi ini menurut Geografis, bukan Politis lho.

hkakabo_razi__myanmar

Hkakabo Razi Myanmar (5,881-MDpl)

>>>>>>>>Bagi Dewadaru, (Perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung STMIK Amik Bandung), keinginan untuk mendaki gunung ini merupakan obsesi lama yang tidak pernah terealisasi. Tercatat, semenjak 1992-1993 (DP-V Dewadaru)  Unit Spesialisasi HAGE (Hutan Gunung) selalu menempatkan Kinabalu berada dalam Program Kerja Dewan Pengurus Dewadaru. Terakhir di DP-XVI Tahun 2006, KEKI (Komite Ekspedisi Kinabalu) masih sempat dibahas dalam ajuan program Kerjanya. Walau akhirnya  menghilang begitu saja karena “Amunisi”,  serta lagi-lagi tekad dan keinginan komunal  yang belum maksimal, tetapi paling tidak Gunung ini selalu terselip diantara jajaran gunung yang harus di datangi dalam Program Kerja Terusan Unit Spesialisasi HAGE.

>>>>>>>>Ditengah lesunya prestasi kegiatan di Perhimpunan, re-organisasi yang terseok-seok dan tak pernah ketemu jalan pintasnya, ditambah semerawutnya peralihan reposisi organisasi baik fisik maupun psikologis, hal ini tentu dibutuhkan sarana untuk kembali mengokohkan rasa itu langsung ataupun tidak. Membangun kembali komunikasi antar anggota tentu tak harus dilakukan dengan rapat-rapat yang kini sudah mulai sulit barangkali karena seringnya membosankan, bila ujungnya selalu kembali kemasalah berbelitnya urutan prioritas antara manajemen, aturan main, Regenerasi dan kaderisasi. Semuanya seperti tidak pernah ada niat untuk “menguliti” habis-habisan.  Apalagi support dan kondisi kampus terhadap Dewadaru dari dulu hingga kini selalu seadanya, ditambah kemauan yang kuat dari keduanya untuk berubah tidak pernah (belum) satu irama.

dulu

Rapat Perdana Kinabalu di Toko Daun, Karawang (2015)

>>>>>>>>Awal tahun 2015, Rencana Kinabalu kembali di “goreng”, harapannya agar kekosongan organisasi simpulnya agak sedikit terbuka. Paling tidak konsentrasi dibangun di kegiatan langsung eksekusi unit spesialisasi hingga tak memerlukan kuorum anggota, lebih ke tindakan partisipasi  namun adrenalin dan semangatnya diharapkan menggoda. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan oleh unit spesialisasi. Biasanya bila kegiatan aktifitas luar ruang seperti ini informasinya akan mengalir apalagi rasa dan keingin-tahuan anggota lebih intens ketimbang informasi pembahasan konsep dan manajemen yang sudah bisa ketebak.

dulu2

Pembahasan Kinabalu tahun 2005

>>>>>>>>Jikalau faktanya pendakian Kinabalu ini bakal mengukir kisah, sejarah mungkin akan mencatat. Baru pertama kali inilah Dewadaru secara Team go international. Perjalanan pertama Dewadaru ke luar negeri. Tentunya ini akan sangat membanggakan bagi individu, Dewadaru ataupun Kampus. Terlepas dari besar atau kecilnya kegiatan yang akan dilaksanankan. Sekelas ekspedisi serius atau hanya smilling tour bagi kita, substansi dan sumbangsih kegiatan ini lebih berarti. Image yang terbangun, menggeliat laginya jalinan komunikasi, serta berharap menjadi pembuka untuk kegiatan-kegiatan ke luar Indonesia dengan petualangan lain yang lebih besar, lebih sulit atau lebih nekat dari team-team lain yang akan muncul,  itulah keseriusan dan keinginan sederhana Kinabalu kita kali ini dan itu kerendahan hati sebenarnya. █

 

prologue2>>>>>>>>Kesepakatan bertemu di kota Karawang dari beberapa rekan yang tertarik membahas Kinabalu di Toko DAUN milik Kang Nuckie Djatnika (D-039-PB), merupakan langkah awal dicetuskannya kembali niat serius mendaki gunung Kinabalu itu. Selain ajang silaturahmi berkumpul kembali dengan rekan-rekan dari Bogor, Jakarta, Karawang dan Bandung yang memang saat ini jarang terjadi, Kunjungan ini juga sekaligus sebagai wujud syukur Ngiring Bingah selamat dan sukses atas telah berjalan dan dibukanya Toko DAUN yang begitu serius menyediakan sarana perlengkapan alam bebas di kota ini yang kita tahu persis merupakan Obsesi lama pemiliknya. Tempat yang nyaman dengan  interiornya yang ditata dengan rapih membuat para pengunjung toko bisa nyaman dalam berbelanja nantinya.

10898076_1547064132208572_2869689261315570089_n

Ngiring Bingah selamat dan sukses atas telah berjalan dan dibukanya Toko DAUN

>>>>>>>>Rapat Pertama (Meeting Point-1) yang diadakan dilantai-2 Ruko Daun ini memang akan dijadikan rapat yang berkelanjutan dikota-berikutnya, dimana Basecamp Dewadaru di kampus STMIK AMIK BANDUNG akan dijadikan  pusat komando rencana pendakian ini. Pertemuan informal lainnya dapat juga di adakan di gunung atau di lokasi lain ketika diadakan latihan fisik pemantapan team dan lainnya, tergantung dari prioritas yang membutuhkan bertemu dan melakukan keputusan bersama. Untuk koordinasi kesehariannya yang terbilang efektif, saat ini masih mengandalkan Black Berry Massanger group. Untuk sekedar silaturahmi dan ajang menemukan Ide dan  serta update berita terkini. Ada beberapa perdebatan positif yang berhasil dirumuskan dalam rapat pertama siang itu diantaranya mengenai apakah kegiatan ini akan dikelola secara “Ekspedisi” atau hanya pendakian biasa yang sering kita sebut: Smilling Tour. Kenapa ini sempat menjadi pembahasan, dikarenakan ada tiga faktor yang kesemuanya sangat penting untuk menjadi pertimbangan juga dalam memilih bentuk kegiatan.

meet2

Pembahasan Konsep Awal dilanjutkan dengan Meeting Poin-2 di Kediaman Aguswandi K, di Cibinong Bogor.

>>>>>>>>Pertama: Gunung Kinabalu memang tergolong biasa saja dari sisi petualangannya, apalagi tingkat kenyamanannya tinggi. Pengunjung  benar-benar diatur waktunya seperti antrian yang sudah dijatah. Benar-benar bukan seperti pendaki gunung yang bebas kemana angin membawa. Banyak aturan yang mengekang kebebasan para pendaki menentukan perjalanannya. Kedua: dari keinginan anggota yang berencana naik lebih besar ke fun saja. Hanya ingin menikmati suasana pendakian karena mungkin faktor usia, ketersediaan libur cuti dan lain-lain saat ini tidak seperti dahulu. Kalau terlalu banyak dijejali tujuan serius ilmiah sambil juga “mengatur nafas mendaki” sepertinya akan berpikir dua kali kalau pendakian ini tematik, ilmiah. Ketiga: Faktor perjalanan ke luar negeri pertama bagi Dewadaru juga sedikit menggelitik kalau pendakian ini dilakukan dengan biasa saja, sebagian anggota menyayangkan momentum ini. Apalagi bila berhasil menemukan nilai jual yang cerdas, bukannya tidak mungkin pendakian kali ini juga memancing para sponsorship. Setidaknya dana dan dukungan sarana pendakian bisa mengurangi anggaran biaya yang memang cukup tinggi juga untuk kesana.

>>>>>>>>Akhirnya, rapat siang itu hanya menetapkan pilihan-pilihan saja. Diharapakan pada pertemuan berikutnya akan diputuskan. Kemungkinan hal ini diambil karena memang referensi belum begitu banyak didapatkan, terutama anggran biaya yang sudah harus dihitung dan berapa hari yang dibutuhkan untuk mendaki gunung Kinabalu ini, belum lagi pilihan paket-paket yang harus dipilih bila tujuan pendakian bukan pendakian biasa tetapi melaui Via Ferrata yang sudah di monopoli agen-agen tour setempat.

>>>>>>>>Pilihan bentuk kegiatan yang harus segera diputuskan tersebut diantaranya :

  1. Pendakian Jalur Normal :

carson-waterfall11Adalah pendakian biasa pada umumnya orang kebanyakan mendaki gunung Kinabalu. Bentuk kegiatan ini kelihatannya agak sederhana hanya mengikuti jalur yang sudah ada ikuti penunjuk yang sudah disediakan dengan target puncak dan kembali lagi, smiling tour photo-photo dipuncak tanpa dibebani tugas lain. Kegiatan ini tentu anggarannya paling murah disbanding bentuk-bentuk lainnya, karena pada umumnya tidak harus melaui agen tour, cukup melalui pengelola kinabalu park tidak memerlukan booking penuh jauh-jauh hari, malah sisanya bisa di bayar pada saat hendak mendaki (Kecuali penginapan, booking maksimal bisa seminggu sebelumnya). Lama tidaknya itinerary tergantung pilihan yang mau diambil.bahkan pendakian cepat satu haripun bisa dilakukan. Ada 2 (dua) Jalur pendakian, melalui Timpohon Gate atau Mesilau. Tinggal pilih mau naik dari situ atau turun kebalikannya.

2. Pendakian Plus Via Ferrata:

ferrataVia Ferrata terjemahan bebasnya adalah:perjalanan yang dilakukan melewati besi-besi yang telah dipasang dan diatur sedemikian rupa. Berbeda dengan diatas,  khusus pilihan ini pengaturannya di monopoli agen (pasti anak usaha pengelola Kinabalu Park juga). Seperti yang sudah diketahui, Gunung Kinabalu juga memberikan pilihan bagi mereka yang tidak puas hanya mendaki puncaknya saja, tetapi ingin merasakan lebih sensasi pemanjatan Rock Climbing berada di ketinggian dengan pemandangan yang menakjubkan. Mereka klaim “wisata ketinggian” ini tertinggi di dunia menurut Guiness Book of Record. Dibutuhkan kesehatan, keberanian dan nyali tinggi untuk melewatinya karena bergelantungan diatas tebing vertical diketinggian 3600 meter diatas permukaan laut. Walaupun menurut pengelolanya keselamatannya sudah terjamin. Karena didampingi instrutruktur yang sudah berlisensi. Beberapa kegiatan menarik tersebut meliputi : Ascending and descend climbing choice, Walk like a monkey on the monkey bridge, Zip on the Tyrolean traverse, Be an acrobat on the balancing beam dan tentu pemandangan yang spektakuler di aerial ini. Ada 2 jalur pemanjatan pilihan Via Ferrata du Kinabalu ini:

Walk The Torq Activity :

Group walk026Jalurnya tidak terlalu curam dan menantang tapi tetap menyuguhkan petualangan. The Torq didisain bagi pendaki junior baik pengalaman maupun usianya. Ketinggiannya (3502 M-Dpl) lebih rendah dari Low’s Circuit.Vertical height traversnya 109 meter, dibutuhkan waktu 2-3 jam untuk menyelesaikan jalur “bird view” diatas awan ini. Harga untuk paket ini lebih murah dari Paket Low’s Peak.

Low’s Peak Circuit Activity :

via-ferrata-footholds-upwards-view-mount-kinabalu1Kebalikan dari The Torq, Jalur Low’s Peak didesain bagi mereka yang berani dan memiliki kebugaran yang cukup. Di atas ketinggian 3776 M-Dpl memiliki panjang lintasan 1,2 Kilometer dengan Vertical Traversenya memiliki ketinggian 365 Meter. Dibutuhkan waktu 4-6 jam. Tentu suguhan pemandangan yang diberikan sangat menakjubkan melebihi The Torq.

Konsekwensi memilih Pendakian Via Ferrata memang harus menyiapkan saku tebal. Agen-agen setempat betul-betul memonopoli bagi pendatang yang menginginkan jalur ini. Walaupun harganya sungguh tidak masuk akal bila kita bandingkan dengan gunung-gunung di kita, toh tetap saja ramai pendaki memilih ini walau tidak seramai pendakian jalur Normal.

3. Ekspedisi ilmiah dan atau Titipan Sponsorship :

Sejujurnya kegiatan Kinabalu ini bisa terbilang agak “besar” apalagi secara resmi dalam bentuk team pertama kalinya Dewadaru ke luar negeri (menyedihkan yah setelah 29 tahun Dewadaru berdiri). Latar belakang ini yang menggelitik kita untuk mencoba juga “menjual”nya. Beberapa persyaratan memang dibutuhkan bila rencana ini akan diwujudkan. Kecerdasan dalam meramu Ide dan kreatifitas mengkreasi kegiatan ini menjadi punya nilai jual sangat dibutuhkan, termasuk kerjasamanya dengan Dewan Pengurus Dewadaru. Serta kesiapan team keseluruhan baik diperencanaan, eksekusi di Kinabalu serta follow up nantinya. Dari mulai memanfaatkan kolega yang dimiliki team maupun memanfaatkan momentum beberapa event kegiatan ataupun produk yang akan diajak kerja sama. Memanfaatkan peluang-peluang market dan produk media sosial, elektronik dan konvensional juga bisa jadi menemukan formulanya. bila di elaborasi Bila berhasil sebenarnya bisa saja mensubsidi dana sehingga mengurangi anggaran yang dibutuhkan termasuk dukungan sarana dan prasaran berupa barang keperluan mendaki.6986511133_9a6fd8fd52_b

4. Bentuk Pendakian Gabungan :

Pendakian Kinabalu Dewadaru pada prinsipnya ingin mengajak sebanyak-banyaknya anggota Dewadaru dan simpatisan untuk melakukan pendakian bersama. Menikmati perjalanan dan memper-erat komunikasi dan menguatkan jalinan persaudaraan. Bila menjadi harum nama Kampus dan Organisasi, muncul ide-ide baru lanjutannya barangkali itu hanya bonus bawaan keberhasilan dari kegiatan ini nantinya. Sayangnya banyak kendala untuk mewujudkan hal itu. Bagi mereka yang memiliki dana belum tentu memiliki waktu, begitu juga sebaliknya. Tapi bahkan yang memiliki keduanya juga bakal tak pergi bila minat dan keinginan kuat itu tak dimiliki. Berdasarkan hal tersebut perlu juga kiranya dipikirkan dibuka kesempatan bagi mereka yang memiliki anggaran minim itu tapi punya keinginan kuat untuk bergabung. Hal lain juga yang perlu dipikirkan adalah bagi mereka yang tidak akan memilih Via Ferrata karena kebugaran dan keberaniannya yang sedikit terganggu. Maka team inti secara keseluruhan harus membuka juga ketidak seragaman paket yang akan bergabung ikut mendaki. Dengan tidak mengurangi rasa kebersamaan mudah-mudahan jadwalnya bisa di Create, sehingga agenda kegiatan dilokasi dan jadwal kepulangannya tetap bisa berbarengan. Terakhir, perlu juga dipikirkan kiranya untuk memberikan kuota gratis terbatas bagi anggota Dewadaru, mereka yang diharapkan jadi kader penerus organisasi nantinya. (transfer ilmu dan pengalaman). Ini merupakan sumbangsih Kinabalu buat Dewadaru. Bentuknya, dananya bisa sharing sesama anggota team,atau Donasi bagi mereka, anggota Dewadaru yang telah diberikan rizki lebih” untuk membantu  dana sponsorship kegiatan ini.13116587_106413286442434_738875490_n

>>>>>>>>Ke-empat pilihan bentuk kegiatan diatas diharapkan di pertemuan berikutnya sudah bisa dipilih. Paling tidak bentuk utama kegiatan inti sudah bisa disepakati sehingga perencanaan sudah bisa bergeser ke rencana berikutnya serta setiap anggota team pendaki sudah fokus ke persiapan pribadi masing-masing. Waktu terus berjalan progress harus terus meningkat.

>>>>>>>>Nama Kegiatan akan disesuaikan dengan pilihan bentuk diatas. Pemilihan nama yang tepat dan menarik tentu bisa menjadi daya tarik dan image tersendiri tidak hanya pribadi team tetapi buat Dewadaru, kampus juga negeri. Selain untuk penetrasi bagian promosi,  tersebut Nama Kegiatan juga akan disematkan diberbagai kelengkapan administrasi, uniform anggota dan kelengkapan pendukung lainnya.

 

prologue3

>>>>>>>>Hasil Meeting Point-1 di Karawang secara garis besar telah memutuskan perkiraan waktu pelaksanaan pendakian alokasinya Bulan September.  Kesepakatan ini asumsinya didasarkan pada referensi yang ada bahwa diantara Bulan Januari hingga Maret di lokasi Kinabalu sedang musim penghujan. Bulan berikutnya April hingga Juni merupakan Peak Season, puncaknya musim pendakian Kinabalu sehingga kenyamanan mendaki agak sedikit kurang nyaman (human traffic jam). Juli – Agustus sendiri adalah Bulan suci Rhamadhan dan Iedul Fitri. Bulan September akhirnya dipilih, diharapkan musim panas masih berlangsung, walau jangan lupa jika bulan ini meleset, Bulan Oktober di Kinabalu akan diselenggarakan Climbathon Kinabalu, acara tahunan marathon mendaki gunung Kinabalu disana. Jikalau Sepetember ini meleset juga, tidak ada pilihan tanggal 06 Bulan November 2015  mau tak mau harus berdiri di puncak Kinabalu. Bertepatan dengan milad 29 Tahun Dewadaru. Pertanyaannya, apakah ada kemungkinan bisa dimajukan waktunya?,  untuk sementara ini kita fokus ke Bulan September dahulu, walau kecil kemungkinannya untuk dimajukan.sutera

>>>>>>>>Langkah berikutnya adalah menghitung berapa besar sebenarnya anggaran yang dibutuhkan untuk mendaki gunung yang satu ini. Hal ini penting karena kejelasan jumlah biaya yang harus disiapkan per-orang ini jadi penentu rekan-rekan untuk terus bergabung sambil menyusun strategi keuangan pribadinya, atau mundur dahulu sambil terus memantau siapa tahu kondisi membaik menjelang hari pelaksanaan, terkecuali bagi mereka yang telah memiliki safe money  hal ini tidak menjadi masalah tentunya.  Menghitung besarnya anggaran sudah barang tentu mau tidak mau harus mendetailisasi rencana lapangan dari hari ke hari hingga pergerakan setiap jamnya. Dari sini akan didapatkan proyeksi biaya kebutuhan realistis hal-hal yang akan dilaksanakan termasuk berapa hari sebenarnya alokasi waktu akan kita habiskan Gunung Kinabalu ini.

>>>>>>>>Beruntung, berbeda pada tahun 1995 dahulu, informasi kini dengan mudahnya kita himpun melalui media internet, web penyelenggara, email dan referensi blogger yang bisa kita akses setiap saat. Karena informasi awal ini sangat ditunggu oleh team pendahulu serta beberapa rekan lain yang berminat atau sekedar mengetahui saja, secara lengkap pada minggu ke-3 Januari 2015 kemarin telah di kirim via email dokumen beberapa Opsi (pilihan) paket-paket yang bisa dipilih berdasarkan besarnya biaya yang dibutuhkan beserta Proyeksi tanggal pelaksanaan serta itinerary.  Rencana agenda perjalanan dan pendakian pun diuraikan secara rinci. Tujuan dari dikirimnya dokumen ini untuk memberikan gambaran rencana Kinabalu serta untuk dipelajari :

  1. Opsi mana yang akan dipilih, serta
  2. Penetapan Hari pelaksanaan.

>>>>>>>>Keputusan tersebut akan ditetapkan pada meeting point-2 yang akan di gelar di Bogor. Mudah-mudahan setelah pertemuan itu rencana ke Kinabalu semakin mengerucut, sehingga pembahasan selanjutnya beralih ke masalah-masalah teknis manajemen pendakian yang sebagiannya akan diuraikan di pembahasan konsep ini. Untuk mengetahui berapa keperluan biaya dipilihan-pilihan (Opsi) yang ada ini. Beberapa Opsi dan rencana perjalanannya adalah sebagai berikut :

opsi-1aopsi-1b

>>>>>>>>Opsi-1 ini berdasarkan hasil searching di beberapa penyelenggara merupakan harga yang termurah. Untuk memilih Opsi ini tidak harus melakukan booking terlebih dahulu. Yang penting sudah reservasi penginapan di Laban Rata minimal seminggu sebelumnya, (Walaupun ini agak riskan untuk memperoleh spacenya) kemudian baru membayar sisanya di Lokasi masih dapat dilakukan bila waktu yang kita miliki memang sempit sekali. Diperkirakan hanya membawa uang sejumlah Rp. 6.000.000,- (RM. 1.710,-) setiap orang sudah cukup. Adapun Rencana perjalanan untuk Opsi ini adalah :

iteopsi-1aiteopsi-1biteopsi-1citeopsi-1diteopsi-1e

>>>>>>>>Pada Opsi-1 ini tergolong pendakian yang cepat. Karena setelah mencapai puncak, agenda selanjutnya langsung diteruskan ke Kota Kinabalu tanpa beristirahat kembali di Kinabalu Park. Pilihan ini cocok untuk yang memiliki budget minim serta menginginkan waktu yang pendek atau cepat. Berbeda dengan Opsi-2 Berikut ini :

opsi biaya2aopsi biaya2b

>>>>>>>>Opsi-2 ini perbedaan paling mendasarnya hanya sudah termasuk paket menginap satu malam di Kinabalu Park sebelum pendakian. Jadi kita tidak usah mencari lagi penginapan ketika tiba di Kinabalu. Kemudian setelah pendakian Kinabalu, karena dimungkinkan kelelahan kita bermalam satu hari untuk memulihkan tenaga. Paling tidak membawa uang minimal sejumlah Rp. 6.500.000,- (RM. 1884.-) menambah sedikit uang cadangan dari Opsi-1 setiap orang sudah cukup. Adapun Rencana perjalanan untuk Opsi ini adalah :

iteopsi-2aiteopsi-2biteopsi-2citeopsi-2diteopsi-2eiteopsi-2f

>>>>>>>>Bila ingin lebih santai menikmati “liburan” ini dan tidak berniat Via Ferrata,  Opsi-2 ini tergolong pendakian yang santai dan menyenagkan untuk menikmati Taman nasional Kinabalu juga Kota Kinabalu. Dengan menginap sebelum dan sesudah pendakian, kemudian jeda menunggu pesawat dipakai berjalan-jalan di Kota Kinabalu. Pilihan ini cocok untuk yang memiliki budget juga minim tapi maksimal dalam memanfaatkan waktu senggang untuk explorasi segala macam.  Tapi bila menginginkan Via Ferrata dengan kenyamanan lebih dari itu, Opsi-3 adalah andalannya :

opsi biaya31opsi biaya32

>>>>>>>>Mahal, dan paling mahal diantara opsi-opsi yang lainnya adalah  Opsi-3 ini.  Memang tidak masuk diakal bila membandingkan kegiatan naik gunung di Indonesia kecuali kalau ke Puncak Jayawijaya. Tapi memang tidak ada pilihan lain bila menginginkan paket Via Ferrata ini. Selain itu kejelian menginap 2 malam di Pendant Hut (500 meter diatas Laban Rata) lebih kepada persiapan cadangan bila hari ke-1 tiba-tiba cuaca buruk (tidak sampai ke puncak karena sakit atau lainnya) maka cadangan hari berikutnya bisa dipergunakan. Ini bisa jadi menghindari pembatalan dari fihak travel yang tidak akan mengembalikan dana yang sudah kita keluarkan bila terjadi masalah yang ditakutkan para pengunjung Kinabalu ini.  Selain itu Jalu Via Ferrata yang disediakan di Paket ini adalah dapat memilih, Low’s peak atau Walk the Torq.  Apa saja yang akan direncanakan dilapangan di Opsi-3 ini yaitu :

ite31ite32ite33ite34ite35ite36ite37

>>>>>>>>Sayang memang, Opsi-3 ini tidak termasuk penginapan di Kinabalu Park sebelum dan sesudah kita mendaki gunung Kinabaly. Biaya itu belum termasuk paket tersebut. Kita mesti booking dahulu sebelumnya kalau tidak ingin penginapan tersebut terisi ketika kita sudah sampai disana. Diperkirakan Setiap Orang Minimal harus menyediakan dana sebesar Rp. 13.000.000,- (RM 3.768,-). Untuk menghabiskan paket ini. Kemudian apa perbedaanya dengan Opsi-4 kita lihat di bawah ini.

opsi biaya41opsi biaya42wttLounge-500x333

>>>>>>>>Dalam Opsi-4 ini, biayanya memang agak aneh. Sedikit lebih murah padahal sudah termasuk menginap 1 malam sebelum pendakian di Kinabalu Pine Resort. Ternyata Paket  yang membedakan adalah menginap di Pendant Hut (3289 MDpl) hanya satu malam  dan jalur Ferrata yang diijinkan hanya Walk The Torq, jalur ini lebih pendek dan didisain memang untuk pemula baik usia maupun keberaniannya. Sedangkan menginap setelah pendakian merupakan upaya kita untuk istirahat kembali dibawah memulihkan kondisi serta menikmati alam Kinabalu. Tetapi bila tidak ingin menginap disini bisa juga menginap di kota Kinabalu untuk lebih memiliki waktu untuk eksplorasi Kota. (konsekwensinya harga penginapan di sini lumayan mahal dibandingkan di Kinabalu Park. Apa saja yang akan direncanakan dilapangan di Opsi-4 ini yaitu :

ite41ite42ite43ite44ite45opsi biaya4catatan

>>>>>>>>Jika melihat dana sebesar itu, paling tidak kita harus menyiapkan dana sebesar Rp. 10.500.000,- (RM 3.043,-). Untuk menghabiskan paket ini. Sayangya jalur yang disediakan kemudian tidak adanya cadangan hari bila hari tersebut menemui Kendala cuaca ataupun lainnya, bisa jadi dana tersebut melayang hangus karena kita tidak punya cadangan di hari keduanya. Hal ini juga yang harus dipikirkan bagi yang akan memilih opsi ini. Kemudian selisih yang tidak jauh dari segi rupiah dengan Opsi sebelumnya kemungkinan ini yang perlu di bahas kemungkinannya.

>>>>>>>>Apakah masih ada kemungkinan lain di Opsi berikutnya yang mungkin lebih menarik, kita lihat ada apa dengan Opsi-5.

opsi biaya5

>>>>>>>>Di Opsi-5 ini, karena rencana agenda perjalanan tidak ada bedanya dengan Opsi-4, maka Itenerarynya tidak akan diuraikan. Perbedaannya hanya penginapan sebelum mendaki di Kinabalu Park yang sebelumnya sudah termasuk dalam paket, di Opsi ini penginapan itu mesti kita upayakan sendiri. Hanya itu, walaupun perbedaan itu cukup mengurangi biaya kseseluruhan agak sedikit lebih murah tentunya. paling tidak kita harus menyiapkan dana sebesar Rp. 9.500.000,- (RM 2.753,-).

>>>>>>>>Ke Lima Opsi itulah yang kemarin telah di email kerekan-rekan team sebagai bahan pertimbagan untuk memtuskan lebih awal juga diharapkan bisa mengatur strategi dan menjadi bahan pertimbangan rekan-rekan sambil menunggu mendekatnya hari pelaksanaan. Bersamaan dengan itu korespondensi dengan fihak-fihak pengelola setempat terutama agen travel lain selain yang telah disebutkan diatas terus diupayakan. Selain mencari biaya yang lebih murah (walau tipis sekali) tetapi service yang diberikan agak lumayan.  Opsi-opsi berikutnya dibawah ini sepertinya opsi terakhir yang berhasil didapat dan sudah melingkupi semuanya. Opsi tersebut yaitu :

opsi biaya6Laban-rata-view-from-Pendant-Hutopsi biaya7080opsi biaya81461398070514

>>>>>>>>Tambahan Ke tiga Opsi diatas, karena Rencana Agenda perjalanannya semuanya hampir sama dengan Opsi-3, maka detailisasinya tidak akan di uraikan kembali satu-persatu.  Perbedaannya hanya berbeda tipisnya harga satu opsi dengan opsi yang lainnya. Tapi ini sengaja ditawarkan untuk melihat perbandingannya karena dikelola oleh agen travel yang berbeda.

>>>>>>>>Ketika mempelajari Opsi-opsi yang ada, Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh team tentang paket-paket yang tersedia. Hal tersebut terkadang jadi pelik juga untuk diambil atau tidaknya, tapi terkadang justru sangat menentukan kesuksesan pendakian. Apalagi bila kita tidak cermat penetapan biaya keseluruhan bisa saja membengkak tapi juga bisa jadi kita bisa berhemat.  Atau jangan-jangan bisa menggagalkan rencana utama kita. Apa saja hal-hal tersebut, diantaranya adalah :

  • Tiket Pesawat :

airasiaa320neoloresTidak semua penerbangan melayani rute ini, Air Asia adalah maskapai penerbangan yang terbilang rutin dan fokus di jalur ini. Kalaupun ada penerbangan lain biasanya layanan transhit sebelum menuju rute sebenarnya. Harga resmi tiket pesawat Kota Jakarta-Kinabalu atau sebaliknya bisa sama bisa berbeda (tergantung week end tidaknya). Booking pesawat jauh-jauh hari merupakan tindakan bijak, baru kemudian tentukan tanggal operasional kita. Apalagi bila mau repot sedikit searching mencari  tiket promo bisa mengurangi anggaran termasuk biaya kelebihan barang.

  • Penginapan Sebelum dan Sesudah Mendaki :

Dari penelusuran referensi yang ada serta beberapa pengalaman para pendaki, mendaki Gunung Kinabalu lebih baik menginap terlebih dahulu di sekitar area Kinabalu Park (tak jauh dari kantor administrasi pendakian) sebelum mendaki keesokan harinya. Tentu hal ini akan lebih fit dan bisa memaksimalkan persiapan dari pada menginap di Kota Kinabalu sebelumnya yang bisa memakan waktu 3 jam untuk mencapai Kinabalu Park dan langsung mendaki setelah terlebih dahulu mengurusi perijinan pendakian. Begitupun setelah pendakian selesai, walaupun tidak sepenting pada saat memulai pendakian, apakah akan beristirahat dahulu pemulihan di Kinabalu Park atau pilihannya menginap di Kota Kinabalu. Atau langsung ke Bandara kembali ke Indonesia. Sayangnya keputusan-keputusan diatas harus diputuskan jauh-jauh hari. Karena bila diputuskan dilokasi pada saat pelaksanaan banyak halangan yang bakal menghadang. Selain hotel-hotel telah terisi pendaki lainnya, secara psikologis bakal terjadi ketidaknyamanan rarusuh diantara fokus utama yaitu pendakian Kinabalunya itu sendiri.

kinabalu-park-Hostel

Kinabalu Parks Hotel

  • Pilihan Paket Travel + Penginapan yang tersedia :

Hampir semua paket ekonomis yang tersedia tidak menyediakan penginapan kecuali penginapan yang diatas gunung (Laban Rata). Tapi hampir semua paket premiumnya yang sudah termasuk penginapan hanya melayani penginapan yang  full package include 1 malam sebelum dan sesudah pendakian. Hampir semuanya yang melayani penginapan dipastikan punya harga yang tinggi dibandingkan kalau kita mencari sendiri hotel-hotel itu jauh hari. Apalagi system penginapan semuanya bersifat losmen atau satu cottage yang bisa diisi oleh semua team, bukan kamar. (Dormitory Bunk Bed). Sehingga biaya bisa ditekan dengan cara patungan dibagi jumlah team. Kalkulasi ini yang sedari awal harus cermat diperhitungkan. Dipastikan harus selesai urusannya ketika kita sudah tiba di lokasi Kinabalu (Malaysia).

  • Booking Fee Slot Pendakian :

Kinabalu selalu di-image-kan gunung yang susah mengurus perijinannya, katanya mahal, selalu urusannya dengan uang (fuckn’ mountain), dan harus satu tahun minimal untuk proses booking bila ingin mendaki disana. Sebagian benar tapi sebagiannya lagi setelah di eksplorasi ternyata tergantung dari referensi dan korespondensi yang harus dijalin dengan intensif. Biasanya gunung sebesar ini pasti sudah mempunyai manajemen informasi yang kuat. Apalagi Malaysia bukan Indonesia yang asal saja ngurusin gunung-gunung terutama yang berada di Taman Nasionalnya. Berkenaan dengan itu, hal ini menegaskan bahwa, berhati-hati dengan booking di gunung ini. Selalu pastikan ketersediaannya bisa jauh hari sebelum pelaksanaan lebih baik walau dari beberapa contoh pengunjung yang ditemui ada juga yang seminggu sebelumnya baru booking sudah dapat ijin pendakiannya walaupun itu prosentasenya kecil. (beruntung). Selalu terhubung dengan agen travel atau pengelola setempat itu lebih memastikan kita dapat slot untuk mendaki. Jika urusan booking biasanya harus memastikan juga tersedianya fee (dana awal). Tersedianya Dana Awal dari team (Per-orangan) jadi sesuatu yang harus diperhatikan ketersediaannya. Hati-hati tidak ada pengembalian dana yang sudah disetorkan bila pendakian dibatalkan oleh kita. Hati-hati penipuan, pastikan agen travel serta penyedianya betul-betul dapat dipercaya.

  • Transportasi Bandara Kota Kinabalu menuju Kinabalu Park (Sebaliknya):

Bila paket sudah termasuk penginapan di Konabalu ataupun di sekitar  Kinabalu Park biasanya sudah termasuk penjemputan di Bandara dan sebaliknya. Bila tidak hal ini yang harus diperhatikan.  Terutama tarifnya, juga ketersediaannya di lokasi. Apakah harus menggunakan angkutan bus normal yang cenderung murah atau harus mencharternya dengan ongkos agak mahal. Transportasi ini juga termasuk untuk team-team yang akan berkumpul di tempat terakhir (di Bogor) sebelu menuju Bandara Soekarno Hatta. 22

  • Dana yang Harus dibawa beserta Cadangannya

Berapa total dana sebenarnya yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari beserta dana cadangan yang akan dibawa mendaki Gunung Kinabalu. Dana minimal yang harus dipersiapkan adalah sebesar anggaran biaya yang ada dalam Opsi yang telah akan dipilih Team nantinya. Sedangkan tambahannnya besarannya 25 % dari dana minimal sudah harus kita bawa. Kalau hendak lebih dari itu, kita tidak mengaturnya. Jangan lupa bila proses booking dipercepat, 50% dari dana minimal harus kita sediakan sebelumnya. (semuanya dalam mata uang Ringgit Malaysia RMY).

  • Pilihan Pendakian Biasa atau Via Ferrata

Jangan malu atau ragu untuk menetapkan pilihan terutama yang memiliki anggaran dana minim apakah harus memaksakan Via Ferrata atau melakukan pendakian normal seperti umumnya kebanyakan. Hal ini perlu juga menjadi pertimbangan karena untuk melalui Ferrata alokasi dana yang dibutuhkan diatas 8 (Delapan) juta, sedangkan untuk pendakian Normal 6 (enam) juta saja sudah bisa pulang bawa oleh-oleh Kinabalu. Kalaupun memaksakan pilihan team ada di keduanya, bila perlu dibentuk 2 (dua) team dan atur itinerary-nya agar kedua team tetap dapat pulang bersamaan.

  • Faktor Cuaca Menentukan Prestasi

Banyak cerita kekecewaan yang ditunjukkan berkenaan dengan cuaca buruk yang terjadi bila kita sedang mendaki Kinabalu. Cuaca buruk tersebut biasanya terjadi hujan lebat, badai dan petir. Guide atau biasanya petugas kewenangan setempat akan membatalkan seluruh kegiatan pendakian, dan tidak akan memberikan kompensasi atas pembatalan tersebut berupa pengembalian dana yang sudah di setor. Pilihan jadi logis bila mendaki Gunung Kinabalu usahakan bukan di musim hujan. Tetapi musim penghujan saat ini sulit diprediksi, apalagi hujan terbiasa turun di Kinabalu. Satu-satunya cara yang dapat ditempuh adalah menyiapkan waktu cadangan, Pilihan minimal 2 (dua) malam menginap di Laban Rata atau Pendant hut jadi pilihan cerdas bagi kita. Daripada ..daripada…292160_10150884365183363_1571253695_n

  • Pastikan Jumlah Team dan Dahulukan Pembuatan Passport

Pada saat proses booking nanti didaftarkan, team sudah harus dipastikan jumlahnya. Salah satunya lagi adalah permintaan nomor passport yang menjadi syarat administrasi pendaftaran. Jadi kepastian bagi peserta yang akan ikut jauh-jauh hari memang sudah harus ditentukan termasuk mereka sudah harus meiliki passport tentunya. Untuk ketersediaan slot pendakian tentunya booking dilakukan secepat-cepatnya jika rencana pendakian Bulan Spetember, maka ada baiknya booking dilakukan paling lambat Maret-April sudah terbentuk kepastian Team Kinabalu, dan segera lakukan booking. Tidak bisa satu orang bisa disisipkan dalam booking tersebut setelah itu. Kecuali membuat team yang baru. Dan pasti jadwalnya akan berbeda.

 

sponsorship

>>>>>>>>Di awal telah di sebutkan bahwa Kegiatan Pendakian Kinabalu ini di lingkup Organisasi Dewadaru adalah pionir. Pertama kalinya di Kami  secara Team mengadakan perjalanan pendakian ke luar negeri. Walau secara operasional kegiatan ini bukan berupa petualangan yang ekstrem hingga memerlukan kesiapan dan dukungan kepanitiaan besar, baik konsep maupun kecakapan khusus yang harus dipersiapkan individu team. Tapi justru dari sinilah tantangannya. Menjadi tanggung jawab yang besar bagi team untuk mensukseskan kegiatan ini menjadi pembuka kegiatan-kegiatan Keluar Dewadaru lainnya. Konsekwensinya disadari atau tidak akhirnya sebagai anggota Dewadaru-lah semua hal itu menjadikan koheren melekat dalam setiap pergerakan dan tindakan kita baik selama perencanaan kemudian nanti pelaksanaan sampai dengan hasil-hasil akhir yang telah dikerjakan.  Walau tak dipungkiri keinginan untuk mengambil aman kegiatan ini dengan bungkusan personal biasa saja tetap ada. Walaupun secara Ke Dewadaruan bila perasaan itu ada pada anggota team, kami percaya dengan beriringnya proses pembentukan esprit de corps itu akan muncul kembali.

coke

Kalau hanya dukungan non Dana, kami sudah sering lakukan untuk pendakian gunung yang lalu. Kini, tantangannya adalah sponsorship berupa Dana segar ..

>>>>>>>>Disamping tujuan awal utama pendakiannya sendiri yaitu keberhasilan mencapai puncak,  Membungkus kegiatan ini menjadi “berisi” idealisme seperti diatas menbuahkan pemikiran diantaranya, pertama:  paling “sederhana”nya adalah memulai serius dengan manajemen perjalanannya. Fokus dengan perencanaan serta melaksanakan dengan baik semua perencanaan tersebut secara optimal ini bukan Opsi tapi kewajiban.  Kedua: tidak ada jalan lain harus dibenturkan pada  kegiatan yang secara alamiah terbawa serius mengurusnya. Kegiatan tematik serius seperti riset, study kasus, pendalaman materi atau hal-hal njelimet seperti yang biasa kita lakukan dalam ekspedisi ilmiah pada umumnya atau secara market bagaimana caranya kegiatan ini memiliki nilai ekonomi serta punya nilai jual. (walaupun diakui  tidak mudah). Yang paling mudah dan sering kita “main” kan adalah pendakian ini dijadikan promo produk, baik consumer good maupun outdoor gear activity yang bisanya dirangkai dengan kegiatan Jurnalisme dan photography.

>>>>>>>>Kegiatan sponsorship digagas umumnya lebih banyak karena untuk menutupi kekurangan anggaran biaya. Sebagian ataupun setengahnya. jarang yang dapat menutupi biaya seluruh kegiatannya. Kalaupun ada yang tidak berkaitan dengan kekurangan Dana, kegiatan sponsorshipnya bisa jadi di donasikan untuk hal-hal tertentu. Realitanya mendaki gunung Kinabalu memang tidak murah. Via Ferrata yang ada di Opsi diatas saja per-orang sedikitnya harus menyiapkan dana kurang lebih Rp. 15 (Lima belas) juta. Sedangkan yang paling murah sekitar Rp. 6 (Enam) juta rupiah. Kita percaya bahwa pada saat ini beberapa anggota bisa memenuhi anggaran itu, tapi sebagian juga yang berminat serius mungkin baru memulai saving atau sudah sebagian. Apalagi bagi rekan-rekan Dewadaru yang belum bekerja tetapi memiliki keinginan yang kuat.mar

>>>>>>>>Kegiatan sponsorship bagi kita dari dahulu memang kegiatan menantang, memancing rasa kepenasaran kalau tidak mau dibilang untung-untungan. Betapa tidak, dari mulai penggalian ide-ide yang memunculkan “nilai jual” sampai perburuan sasaran target merupakan petualangan tersendiri. Apalagi bila berhasil menemukan ide yang out of the box, kemudian berhasil meyakinkan klien kepuasannya sama dengan setengah  telah mendaki gunungnya. Kalaupun akhirnya main kita ke Kinabalu ada yang membiayai  itu hanya bonus dari keberhasilan itu semua. Jikalau memang seperti itu, Pendakian Kinabalu yang kesannya biasa ini kenapa tidak kita buat prestise dan punya imej kuat buat kita para penyelenggara, untuk Dewadaru juga kampus. apalagi kegiatan ini pioneering keluar negeri lagi. Kalau itu semua landasan pemikirannya, sayang yah kalau Pendakian Kinabalu kita ini tidak kita jalankan sponsorsip.

>>>>>>>>Bila sepakat kegiatan Pendakian Kinabalu ini akan kita “jual” dalam bentuk sponsorship, berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan  sebelumnya terutama untuk mengawalinya. Hal tersebut diantaranya :

  • Kesepakatan Team Kinabalu : Semua orang yang terlibat dalam Team pendakian ini  harus menyepakati dan menyetujui bahwa kegiatan pendakian ini perlu dan penting untuk menyelenggarakan kegiatan sponsorship . Kalau tidak se-arah, jangan dipaksakan bisa-bisa mengganggu tujuan awal pendakian Kinabalu ini.
  • Organisasi Team Sponsorship : Bila sejalan, perlu ditunjuk seorang Koordinator Sponsorship dan selanjutnya  membentuk kepanitiaan kecil (komite) untuk lebih memfokuskan perencanaan konsep-konsep yang akan dijalankan serta eksekusi pelaksanaan dilapangan sesuai dengan arahan manajemen organisasi Kinabalu diatasnya. Bantuan dan dukungan dari luar team pasti beriringan dan harus dilakukan.
  • Kerjasama dengan Dewan Pengurus dan Kampus : Manajemen Kinabalu, setidaknya komite yang telah ditunjuk sudah semestinya terus bekerjasama dan berkordinasi dengan Dewan Pengurus Dewadaru dan lembaga Kampus. Hal ini diperlukan selain mengurusi administrasi dan birokrasi bisa jadi ada titipan program yang bisa kita gali dari kedua institusi kita ini.sem
  • Program Kerja Komite Sponsorship : Komite Khusus yang dibentuk dibawah manajemen Kinabalu harus memiliki program tersendiri yang dibuat secara terpisah dari program kerja manajemen induk. Mengingat pendeknya waktu yang tersedia, sasaran program harus dibuat seefektif mungkin tak berbelit dan tepat sasaran. Karena pada saat yang sama program kerja Induk Kinabalu juga tengah berbarengan dilaksanakan. Apalagi kegiatan follow up nya agar berhati-hati dengan kepercayaan ini.
  • Komisariat Pusat dan Daerah : Manajemen Pendakian Kinabalu termasuk Kegiatan Sponsorship kali ini mungkin berbeda. Biasanya terpusat di satu kota yaitu basecamp Pprpg Dewadaru tetapi kali ini tersebarbar di beberapa kota yaitu untuk sementara ini di Karawang, Bogor, Samarinda dan Bali. Penyebaran ini sebenarnya ditancang untuk mengkonsentrasikan komunikasi dan koordinasi antar anggota yang berada di daerah masing-masing untuk berpusat di kota yang terdekat. Sedangkan Komisariatnya sendiri tetap di Basecamp Dewadaru. Kondisi ini bila dimaksimalkan untuk kegiatan Sponsorship, maka penyebaran proposal dapat dimaksimalkan di banyak Komisariat. Tentu ini akan beragam target dan sasarannya.
  • MOU Team, Hasil dan Peruntukkannya : Berhasil atau tidaknya kegiatan Sponsorship, besar kecil hasil yang didapatkan serta segala sesuatu perjanjian yang akan diperoleh dan dikerjakan semua itu harus atas kesepahaman manajemen Kinabalu. Bangun dahulu kesepahaman dengan team semuanya dan pastikan kegunaan nantinya, termasuk penghargaan atas keberhasilan prestasi-prestasi sponsorship individu yang telah diraihnya. Beberapa kesepakatan dan aturan main diatas merupakan bahan pijakan bagi para pelaku yang akan melaksanakan kegiatan sponsorship nantinya. Bila ada tambahan dan pengembangan serta ide-ide baru yang akan muncul, sudah sepantasnya hal itu dilakukan oleh panitia. Sekali lagi, Kegiatan sponsorship bukan kegiatan main-main dan asal-asalan, diperlukan keseriusan, kecerdasan dan professionalisme yang cukup. Kenapa hal itu mesti dicamkan, kegiatan Sponsorship adalah pertaruhan nama, ada kepercayaan didalamnya, selalu hati-hati dan prepare, bila tidak untuk jangka waktu yang lama sulit kembali memulihkan image dan mendapatkan kepercayaan itu kembali.

 

prologue4

>>>>>>>>Dari awal perintisan rencana Kinabalu ini keinginannya sebenarnya tidak mau pusing. Kita kumpulin temen-temen, paling tidak kumpulin dana langsung pergi. Tapi terakhir ternyata peminatnya lumayan banyak, kemudian menyadari kegiatan ini adalah pertama kali ke luar negeri bagi Dewadaru mau tidak mau yang tadi rencananya mau “swasta” saja pengelolaannya, agak tertantang juga untuk merencanakan sebaik mungkin walau kesulitannya para peminat saat ini tidak se-santai dulu, masing-masing memiliki kesibukan, juga usianya yang sudah tidak produktif gegeberan (mudah-mudahan ini salah). Berpijak pada landasan Program Kerja Unit spesialisasi HAGE, Hutan Gunung Dewadaru, mau tidak mau ini jadi kepercayaan unit Hage untuk menyelenggarakan sebaik-baiknya berharap berdampak baik juga dan tercatat dalam sejarah Dewadaru.struk

>>>>>>>> Mendaki gunung Kinabalu yang katanya sudah tertata rapih dan memiliki tingkat keamanan yang mumpuni bukan berarti kita boleh asal-asalan saja mempersiapkannya. Sebuah gunung akan sama ruang lingkupnya dengan gunung-gunung yang lainnya yang pernah kita daki. Gunung tetap menyimpan misteri di setiap meter ketinggian, disetiap tanjakan dan turunannya bahkan iklim dan cuaca yang menyertainya. Mengorganisir team pendaki bukan hanya sekedar mengantisipasi hal-hal tersebut, tapi juga memanage tujuan dan keinginan bersama dapat tercapai sesuai dengan yang kita harapkan. Selebihnya barangkali karena kita berangkat dari organisasi penggiat, sudah terbiasa, sudah sepantasnya kita lakukan hal ini walaupun  pengorganisasian team Kinabalu ini tidak serumit manajemen ekspedisi yang bertingkat-tingkat, koordinasi tingkat tinggi serta melibatkan banyak orang. Kita lebih sederhana hanya mengorganisir diri kita sendiri dengan berpatok pada kesepahaman konsep untuk mencapai tujuan, misi dari mendaki gunung Kinabalu ini.

>>>>>>>>Organisasi Team Pendakian Gunung Kinabalu membagi peran anggota atau kepanitiaan kepada fungsi-fungsi koordinasi yang dibutuhkan. Koordinasi tersebut adalah ruang lingkup yang akan dihadapi, baik di perencanaan, selama pelaksanaan maupun perannya setelah pendakian gunung ini selesai. Masing-masing bertanggung jawab dalam lingkup koordinasinya serta deskripsi pekerjaan yang akan dikerjakan. Apalagi bila dibawahnya terdapat unit-unti kecil lainnya yang berisi individu. Diluar itu organisasi pasti tidak berdiri sendiri, karena kita organisasi intra kampus, struktur Organisasi pasti dibawah Dewan Pengurus dan Kampus. Mudah-mudahan tidak mengalami kesulitan dibagian ini. Kepanitiaan apa saja yang akan ada serta job deskripsi masing-masing Koordinator bidang di Kegiatan (struktur organisasinya bisa dilihat pada gambar di diatas) Pendakian ini;

ketuastruktur2struktur3struktur4struktur5astruktur5bstruktur6

>>>>>>>>Setelah Opsi dipilih, penentuan tanggal dan bulan disetujui serta kepanitiaan telah terbentuk, selanjutnya manajemen Team Kinabalu menyusun program kerja. Setiap Koordinator bidang  dipersilahkan mendetailisasi dan mengembangkan program kerja unggulan capaiannya. Tentu diharapkan semuanya mengarah pada tercapainya tujuan dari rencana ini secara keseluruhan. Time schedull disusun berdasarkan program yang telah ditentukan. Rapat-rapat intensif akan terus digelar melalui media social, jejaring internet maupun kehadiran fisik di sebuah forum yang lokasinya sudah terjadwal. Bila perlu rapat situasional bisa diselenggarakan jika ada keperluan yang begitu mendesak. Seluruh ketentuan dan aturan main yang belum terlingkupi di atas secara otomatis akan diambil kesepakatannya melalui forum rapat, baik dilingkup Bidang Koordinasi maupun manajemen yang lebih tinggi.

prologue5

>>>>>>>>Mendaki gunung Kinabalu di Malaysia ini sangat berbeda dengan pendakian gunung di Indonesia. Tak satupun gunung yang ada dikita memiliki aturan main yang sama. Gunung Gede-Pangrango satu-satunya yang memiliki aturan ketat dan sering diakatakan para pendaki berbelit-belit prosedur perijinannya, belum seberapa bila dibandingkan ke-ribet-tannya. Pernah tidak mendaki gunung memakai name tag, boro-boro untuk membuka tenda untuk menikmati udara malamnya, kita malahan pada jam tertentu harus on-time check in kedalam penginapan yang telah disiapkan, begitu juga harus tepat waktu check-out nya, karena kamar akan diganti oleh pendaki yang lainnya yang baru naik. Urusan masak, nge-dome, makan dan ngopi, dari dulu justru hampir 30 prosen Screenshot_2015-12-08-18-51-58-1kenikmatan naik gunung momentumnya disumbang dari kegiatan pamalesan ini. Di Kinabalu jangan harap itu didapat. Makan dan minum telah disediakan di lobby hotel diatas gunung, kalau mau lebih harus siap-siap mengeluarkan kocek ringgit yang pasti harganya mengernyitkan dahi. Jangan coba-coba melanggar semua aturannya, denda yang sangat tinggi siap menghadang, tanpa pandang bulu semua harus mengikuti prosedurnya. Nyebelin sih, mau tidak mau, bagi kita yang sedari awal dibentuk terbiasa berhadapan dengan anomaly alam, kalau bukan karena penasaran dengan gunung ini yang tertinggi di Asia Tenggara, kalau bukan karena penasaran melihat ke-ribet-tan disini walaupun mahal dan diatur, kita coba ikhlas saja, professional, kita nikmati saja apa yang disuguhkan saudara muda kita Kinabalu ini.

>>>>>>>>Dampak dari semua serba tidak boleh itu justru ada kemudahan bagi kita untuk “menginap di Hotel” yang ada gunungnya ini. Jika untuk mendaki gunung umumnya butuh persiapan yang banyak, terutama mengantisipasi dan mengutamakan safety prosedur yang akan terjadi dan tak terduga. Berbeda dengan Kinabalu ini, kita jadi lebih mudah merencanakan perlengkapan dan perbekalan yang harus kita bawa. Kalau kita bongkar Check List perlengkapan dan perbekalan naik gunung kita terdahulu yang sering kita pakai untuk membandingkan rencana naik gunung selanjutnya, pasti check list itu tak akan terpakai untuk mendaki Kinabalu ini. Mau tidak mau kita harus membuat listingan yang benar-benar baru. back

>>>>>>>>Urusan membuat Check List (dalam lembaran kertas) memang kebiasaan bagus bagi pendaki gunung untuk mempersiapkan seluruh barang bawaannya tidak terlewatkan apalagi bagi mereka yang pelupa. Daftar ini juga berguna dilapangan dan setelah pendakian. Memonitornya lebih mudah apakah ada yang tertinggal atau belum dimasukkan ke ransel kita. Sebagai referensi secara garis besar mengorganisir rencana perlengkapan dan perbekalan ini terdiri dari :

  1. Perlengkapan Perjalanan :

Daftar perlengkapan yang menunjang aktifitas selama kegiatan berlangsung mulai dari berangkat dari rumah, pelaksanaan pendakian sampai pulang kembali. Perlu diingat bahwa perlengkapan ini juga harus mempertimbangkan lokasi yang akan dituju, serta syarat dan ketentuan yang berlaku di lokasi. Apalagi bila melintas Negara dengan menggunakan transportasi yang membatasi barang-barang bawaan maupun membawa (memasukkan) barang kesebuah Negara (Malaysia). Pembagian Perlengkapan Perjalanan ini meliputi :

per-1Kriteria perlengkapan di atas bisa berbeda pada setiap individu. Tapi hal yang paling terpenting adalah bawa sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Pisahkan antara perlengkapan kelompok dan individu, deskripsikan siapa saja yang bertanggung jawab membawa sekaligus pemeliharaannya.

2. Perbekalan Perjalanan :

giziPengertian perbekalan untuk lebih memudahkannya sebenarnya adalah perlengkapan yang habis dipakai. Biasanya makanan, minuman. (termasuk Rokok), cermati dan pelajari komposisi yang terkandung didalam makanan atau minuman yang akan kita bawa perbekalan tersebut meliputi hal-hal yang diatas tersebut.

prologue6

>>>>>>>>Dibawah ini akan dirinci secara detail saran-saran perlengkapan yang akan dibawa. Hal ini dilakukan guna mempermudah team atau anggota dalam memilih dan menentukkan barang-barang bawaannya. Memang ada perlengkapan tambahan  tertentu yang memiliki selera pribadi tersendiri, tetapi paling tidak daftar keperluan pendakian Kinabalu ini memberikan gambaran dan pengertian yang seragam terutama dalam menentukan barang yang tepat tersebut sesuai dengan fungsi dan kegunaannya, sehingga memungkinkan tidak terjadinya kesalahan membawa atau barang yang dibawa ternyata tidak tepat peruntukkannya. Detailisasinya dikelompokkan sesuai dengan kelompok penggunaannya. Adapun barang-barang tersebut adalah   :

1234567891011121314151617

>>>>>>>>Seluruh perlengkapan jalan diatas merupakan perlengkapan wajib yang harus dibawa oleh team pendaki Kinabalu ini. Gambar-gambar diatas adalah illustrasi bentuk agar mempermudah memberikan gambaran yang sesuai dengan keterangan perlengkapannya. Tidak harus sama persis merek dan bentuknya yang penting memiliki fungsi yang sama. Jumlah dari banyaknya yang harus dibawapun boleh melebihi tetapi disarankan tidak boleh dibawah itu. Kalaupun ada tambahan barang-barang lainnya diserahkan kepada individu team untuk menambahkan perlengkapan tersebut. Sepanjang tidak berlebihan dan melanggar aturan dari barang-barang yang tidak boleh di bawa dalam pesawat ataupun sesuatu yang tidak diperbolehkan mendaki Gunung Kinabalu.  Untuk Perlengkapan tidurnya di uraikan berikut ini :

1a1b1c1d1e1f

>>>>>>>>Seluruh perlengkapan Tidur diatas juga merupakan perlengkapan wajib yang harus dibawa oleh team pendaki Kinabalu ini. Khusus untuk set perlengkapan tidur memang sebaiknya dipisah dalam satu kantong tersendiri, biasanya disimpan di areal paling bawah Ransel mengingat urutan penggunaannya ditempatkan paling akhir diantara tumpukan packing barang yang memilki prioritas lebih utama diatasnya. Pastikan keselamatannya bila turun hujan ataupun tercecer terlupa. Paket perlengkapan tidur merupakan barang mewah satu-satunya yang harus kita jaga.  Perlengkapan berikutnya adalah Perlengkapan Standar Primer, karena di gunung Kinabalu tidak memperbolehkan kegiatan memasak sehingga beberapa peralatan penting dibagian ini tidak kita bawa.:

1a11b21c31d41e5

>>>>>>>>Ada beberapa perlengkapan diatas yang sebenarnya tidak usah dibawa dari Indonesia, ada baiknya beli alat-alat kecantikan tersebut di supermarket di Kinabalu atau Kinabalu Park. Menghindari pemeriksaan di bandara yang tentu bakal memakan waktu birokrasi yang agak ribet, disamping tentu  kepraktisan saja sebenarnya. Sekali lagi bijak memilih perlengkapan Tidur dan Makan Minum, biasanya ukuran dan beratnya bila tidah dipilih dengan cermat bakal memenuhi isi ransel kita. Selanjutnya Perlengkapan lain yang harus di pertimbangkan dibawa adalah:

11a11b11c11d11e11f

>>>>>>>>Logistik Team diatas, baik pengadaan, distribusi pemakaian dan penyimpanannya menjadi tangung jawab Bidang Logistik.  Penugasan siapa yang membawa, serta siapa yang diberikan tugas di lapangan harus dimaksimalkan. Terutama sekali agenda-agenda dokumentasi serta rundown photography yang sudah harus dipersiapkan jauh-jauh hari, termasuk momen tertentu yang ingin diambil. Bekerja sama dengan Bidang Dokumentasi tentu akan lebih banyak peranan nantinya. Penambahan Logistik Team masih dimungkinkan bertambah seiring dengan progress rapat yang telah berjalan.  Terakhir adalah Perlengkapan tambahan, perlengkapan pribadi yang juga dirasakan penting untuk menunjang suksesnya pendakian ini,  Perlengkapaan tambahan memang pasti berbeda satu orang dengan yang lainnya terutama kepentingan dan kesukaannya, yang pasti berbeda juga tentu wanita. Keperluan tambahan itu  diantaranya :

tambahn

>>>>>>>>Terakhir adalah perbekalan di perjalanan. Yang dimaksud diperjalanan adalah perbekalan yang akan kita bawa selama mendaki gunung. Karena jadwal makan utama semuanya sudah disediakan fihak pengelola, Kemudian juga di Laban Rata sudah ada restaurant atau kedai, bukan berarti persoalan makan sudah selesai sehingga kita bisa memesan makanan atau minuman tambahan diluar yang telah disediakan. Tapi pasti di restaurant ini juga terbatas kalau ada juga harganya lebih mahal dari biasanya (pake ringgit pula). Jadi untuk mensiasatinya perlu juga kita mempersiapkan makanan penunjang atau tambahan diluar itu. Ini kita bisa beli di supermarket sebelum mendaki gunung atau untuk panganan ringan atau keperluan favorit dapat dibeli jauh-jauh hari di Indonesia. (Takutnya di Malaysia tidak ada, seperti Surya Profesional, Dodol, tempe, peuyeum dll).1gaz

>>>>>>>>Perbekalan “Pelengkap” ini lebih banyak dikomsumsi selama pendakian berlangsung. Ada juga yang kita makan atau minum diwaktu luang di penginapan. Berapa banyak perbekalan tersebut tergantung dari lamanya kita di atas juga tingkat kerewogan untuk urusan ngemil. Sayang memang agak sulit menentukan jenisnya kalau kita tidak diperbolehkan membawa Camping Gaz Bluete, pastinya jenis makanannya dalam kemasan atau paling banter beberapa buah segar. Tapi paling tidak tetap harus memperhatikan komposisi yang terkandung didalam makanan atau minuman yang akan kita bawa. Bila tidak mau ribet, siapkan kocek agak tebal untuk belanja di restoran Laban Rata. daftar perbekalan yang harus dibawa dibawah ini merupakan saran awal, jenis dan macamnya dapat disesuaikan dengan selera masing-masing.

0101a01b01c01d01e01f01g

>>>>>>>>Sekali lagi, seluruh perlengkapan dan perbekalan diatas sebenarnya merupakan daftar persiapan yang harus dibawa ketika nanti mendaki Gunung Kinabalu. Hal ini untuk memudahkan setiap individu memilih dan menentukan perlengkapannya. Biasanya hal ini seperti mudah tapi kenyataanya kadang sulit menentukan barang yang akan dibawa serta jumlahnya, ada kalanya semua ingin terbawa, tak jarang juga ingin membawa seringan mungkin yang terjadi malah pada saat dilapangan menyesal, kenapa tidak bawa barang ini dan itu kemarin yah. Pengalaman dan jam terbang biasanya nanti akan memudahkan memilih dan memilah perlengkapan yang tepat dibawa sesuai dengan fungsinya tak lebih juga kurang. Mudah-mudahan perlengkapan dan perbekalan diatas tidak terlalu lagi berpikir panjang dan frustasi memutuskan barang-barang apa lagi yang mesti di ranselkan.

>>>>>>>>Tulis seluruhnya dalam selembar kertas, (check List), kelompokkan perlengkapan tersebut guna memudahkan mana yang sudah mana yang harus dibeli atau dipinjam. Memang ada beberapa yang disesuaikan dengan selera dan kebiasaan yang selama ini dilakukan termasuk mengganti atau menambahkan.  Check List yang sudah paripurna itulah yang disimpan di rumah satu lembar dan satu lembar lagi dibawa ke lapangan guna memudahkan pengawasan di setiap pergerakan, masih ada tidakkah perlengkapan tersebut atau catat bila ada penambahan dan bila berkurang.

 

001

>>>>>>>>Diseluruh informasi paket biro perjalanan yang menyelenggarakan pendakian ke Kinabalu selalu menyertakan klausul dibawah ini,  Ada baiknya bagi Team Kinabalu Dewadaru yang memiliki penyakit tersebut memang mengikuti anjuran tersebut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan nantinya. Kemudian hasilnya diberitahukan ke team medis lapangan atau Ketua Perjalanan. Hal ini diberitahukan sebelumnya agar kami nanti dilapangan mengetahui betul penanganan apa yang semestinya dijalankan terutama dalam penanggulan pertama penanganan medisnya. Kemudian juga perlu di cermati bagi yang memiliki riwayat tersebut barangkali ada penanganan yang berbeda terutama porsi latihan fisik yang tepat yang harus dilakukan sebelumnya.

001a

>>>>>>>>Kita sering membaca bahwa pendakian gunung Kinabalu tidak memerlukan keterampilan khusus mendaki gunung, jangan terjebak pada pernyataan tersebut. Gunung tetap sebuah misteri semuanya harus diperlakukan sama tetap membutuhkan keterampilan khusus, yang paling sederhananya justru bukan pada tataran teknis, lebih pada kebersahajaan bagaimana kita bersikap pada kekuasaan sang maha pencipta yang perlu disyukuri dan dengan kekuasaannya bisa melakukan apa saja. Mudah-mudahan dengan kerendahan hati jauh dari arogansi, hasilnya yang akan terjadi adalah apa yang kita cita-citakan bersama. Upaya untuk mempersiapkan seluruh team baik teknis dan non teknis jadi cermin wujud syukur itu dan salah satunya adalah latihan fisik ini.001b

>>>>>>>Bila Kita cermati, kalau kita mulai berjalan, awal mendaki dari gerbang timpohon gate yang memiliki ketinggian 1886 M-Dpl menuju tempat terakhir dihari pertama pendakian adalah Laban Rata Hut (3289 M-Dpl) maka ketinggian hari pertama yang kita daki sebenarnya adalah 1403 meter. Ketinggian tersebut serta jaraknya 6 Kilometer, biasanya para pendaki menghabiskan waktu selama 7-8 jam. dengan jarak tempuh tersebut perkilometer rata-rata ditempuh selama 1 jam. Kalau dibandingkan dengan mendaki semeru ketinggian seperti itu persis perjalanan antara Ranu pane hingga kalimati (arcopodo) tapi di Semeru ternyata setinggi ini ditempuh lebih dari 10 jam,  di Semeru di awal pendakian memang jalannya yang berkelok-kelok dan melingkar, makanya banyak kita temui jalur bonusnya (landai). Berarti bila di kinabalu setinggi 1403 meter sejauh 6 Kilometer itu biasa ditempuh dalam waktu 6-7 jam (normal pendakian) maka, kalau yang pernah ke gunung Cireme, ini hampir mirip perjalanan antara Jalur dari linggar jati menuju puncak bayangan (Sebelum daerah puncak berbatu ciremai). Atau mendaki gunung salak dari warung nangka menuju puncak Salak-II. 001c

>>>>>>>>Jadi, Hampir dipastikan bila jalur yang semestinya dekat hanya 6 km ini tapi setiap satu kilometernya butuh 1 jam maka yang akan kita temui adalah kemiringan rata-ratanya diatas 45 derajat, sepertinya adalah tanjakan ini “berkelanjutan” dan sedikit bonusnya. Apalagi dari referensi yang didapat hampir 90 persen jalurnya adalah berupa tangga yang sudah ditrap dengan baik. Tangganya pun beragam dari mulai tanah, kayu, dan batu. Karena kemiringannya yang terjal Pasti waktu yang ditempuh selama itu, pendakian agak tersendat dan tidak terlalu cepat. Hal ini semua tentu  butuh persiapan fisik yang baik, apalagi ditambah ketinggiannya. Bagaimana mensiasati itu semua?

 

Melatih Kekuatan Otot

>>>>>>>>Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat mendaki gunung, persiapan fisik yang matang tentu sangat diperlukan. Persiapan tersebut meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan, serta melatih otot-otot yang banyak dipakai selama pendakian. Pemeriksaan itu terkait dengan penjelasan sebelumnya, tentang penyakit-penyakit yang tidak dianjurkan untuk dibawa naik gunung. Di antaranya meliputi tekanan darah, kadar gula, kondisi kesehatan mata dan juga kemampuan paru-paru untuk menyerap oksigen. Selain pemeriksaan medis, persiapan fisik yang lain juga diperlukan. Salah satu yang paling penting adalah melatih kekuatan dan kelenturan otot-otot inti tubuh alias core muscle seperti berikut ini:

  1. Otot perut : Tidak perlu punya perut six-pack untuk bisa mendaki gunung, yang penting perut sebagai otot inti tubuh harus cukup kokoh untuk menjaga keseimbangan dan menopang berat badan secara keseluruhan. Salah satu cara untuk melatih otot perut adalah dengan melakukan sit-up.
  2. Otot punggung bagian bawah: Bagian ini merupakan penyeimbang otot perut, jika dilatih kekuatannya maka postur tubuh akan menjadi lebih kokoh. Selain itu, otot punggung yang kokoh juga dibutuhkan untuk menopang ransel gunung yang beratnya kadang-kadang menyamai berat badan para pendaki. Back Up adalah latihan yang cocok untuk melatih kekuatan ini.
  3. Otot Kaki : Cara termudah untuk melatih paha dan betis adalah dengan gerakan naik turun tangga (Stepping). Cari yang memiliki 100 anak tangga, lalu lakukan gerakan naik turun sebanyak 10 kali/set tanpa beban tambahan dalam 2 minggu pertama dan lakukan pengulangan sebanyak yang dibutuhkan, atau bila tidak cari bangku sebagai pengganti tangga.
  4. Kelenturan Otot : Tidak cukup hanya otot yang kuat, ekspedisi pendakian gunung juga butuh kelenturan otot untuk mengantisipasi gerakan-gerakan yang tidak terduga saat menghadapi medan yang sangat sulit. Tidak perlu latihan khusus, kelenturan cukup dijaga dengn melakukan streching atau peregangan sebelum dan sesudah olahraga rutin.

 

0001Penyakit Ketinggian (Mountain Sicknes)

>>>>>>>>Selain kekuatan otot kaki, kekuatan otot perut , kelenturan dan kekuatan punggung menahan beban, ada factor lain yang tak kalah penting bisa merusak kekuatan-kekuatan tadi. Kinabalu memiliki ketinggian yang signifikan yaitu 4095 M-Dpl. Ketinggian diatas 4000 meter memang diklasifikasikan sangat tinggi. Dari beberapa pengalaman mendaki gunung, orang yang belum berpengalaman diketinggian dan mengalami kesulitan beradaptasi dengan ketinggian tersebut biasanya mudah terserang penyakit gunung AMS (Acute mountain sicknes). Atau dapat juga terjadi pada pendaki yang mendaki dengan cepat di ketinggian lebih dari 3000 meter. Banyak pengalaman para pendaki Kinabalu yang sepertinya kurang persiapan mengalami kejadian ini. Sebagian dapat mengatasi dengan baik sebagian besarnya memutuskan berhenti di ketinggian tersebut dan turun gagal menggapai puncak. Gejala terjadi dalam beberapa jam sampai 2 hari setelah mendaki dan berkurang pada hari ke tiga. Gejalanya antara lain sakit kepala terutama pagi hari, sesak napas, kelelahan, hilangnya nafsu makan, muntah serta insomnia. Kejadian AMS tergantung dari ketinggian yang dicapai, kecepatan pendakian dan kerentanan individu. Laki-laki dan perempuan dapat menderita AMS walaupun perempuan lebih cenderung terkena AMS.

>>>>>>>>Acute mountain sickness mungkin berhubungan dengan kemampuan individu untuk mengkompensasi edema otak. Faktor lain yang dianggap mempengaruhi kejadian AMS adalah perubahan pernapasan saat sampai di ketinggian. Kompresi terhadap paru-paru yang meningkat dikarenakan kapasitas parunya semakin berkurang. Gejala AMS ringan dapat berkurang dengan istirahat, Pada  keadaan  berat,  penderita  harus turun  secepat  mungkin  dan  diberi  suplemen  oksigen. Gejala yang sering terlihat jika pendaki terserang AMS adalah jika terdapat dua atau lebih tanda berikut: penurunan performance (tampilan), kelelahan  dan  rasa  lemah  (tanda  awal  yang  paling  sering  terjadi), batuk kering, nafas pendek saat istirahat, rasa berat di dada,  demam  dengan  suhu  lebih  dari 38,5°C (relatif sering). jika oksigen dan peralatan medik tidak tersedia, penanganan paling baik adalah turun secepat mungkin.

 

0001aPentingnya VO2Max  Bagi Pendaki Gunung

>>>>>>>>Dalam setiap pendakian ada beberapa pengetahuan yang harus dimiliki oleh pendaki seperti penggunaan kompas, teknik pendakian, perlengkapan, perbekalan. Namun kesemuanya itu tidak akan ada artinya jika ditunjang oleh kemampuan fisik yang baik. Anda boleh memiliki skill bagus dalam bernavigasi darat, namun jika fisik anda cepat drop saat di medan pendakian atau tanjakan yang berat, andapun akan kewalahan selama disana dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap mental anda yang akan diuji, apakah menyerah pada keadaan atau tetap melanjutkan perjalanan. Pada prinsipnya untuk mendaki gunung dibutuhkan kekuatan dan daya tahan otot tertentu, serta memiliki kapasitas VO2Max yang baik. Hal ini perlu sekali untuk mengatasi tipisnya oksigen di daerah ketinggian, serta mengatasi beratnya beban yang dibawa (ransel).

0001b>>>>>>>>Apa VO2max itu?, VO2 max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan. Kondisi gunung yang menjulang tegak menyebabkan oksigen semakin tipis jika kita mendaki semakin tinggi. Kondisi ekstrim ini tidak begitu menakutkan jika sebelumnya pendaki melakukan latihan fisik yang rutin guna meningkatkan VO2 max yang baik. Lagi pula kita juga membawa Ransel yang berat, tentunya latihan fisik juga menuntut seseorang untuk menambah kemampuan dan kekuatan otot. Bagi seorang pendaki gunung, memiliki VO2 Max yang baik adalah perlu sekali. Diatas ketinggian 1500 M-Dpl, kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan mulai terganggu. Sedangkan setiap kenaikan 300 meter setelah 1500 M-dpl akan menyebabkan berkurangnya kapasitas VO2 Max sebanyak 3%. Dan hal ini perlu diperhatikan oleh pendaki gunung, karena semakin tipisnya oksigen di udara akan menyebabkan Hipoksia, sehingga pendaki akan terkena Mountain Sickness (penyakit ketinggian) dengan salah satu ciri – cirinya adalah pusing – pusing dan muntah.

>>>>>>>>Lalu Bagaimana Mengetahui VO2 max yang Kita Miliki?, Untuk pendakian gunung sendiri VO2 max yang umum adalah 52-58, Ada beberapa macam tes yang dapat digunakan untuk mengukur konsumsi oksigen maksimal, diantaranya : tes lari 15 menit (lari balke), tes lari 1600 meter, multistage fitness tes.

0001c

>>>>>>>>TIPS  Untuk mendapatkan hasil yang maksimal saat melakukan latihan fisik sebelum pendakian adalah pahami prinsip latihan dengan baik. Seseorang yang melakukan latihan secara sembarangan belum tentu ia mendapatkan hasil yang bagus. Bisa jadi apa yang dia lakukan hanyalah sia-sia. Tidak memberikan efek sama sekali saat mereka mendaki gunung. Kita harus selalu mengingat bahwa prinsip latihan adalah suatu proses yang berlangsung secara sistematis, dilakukan secara berulang – ulang dengan kian bertambah jumlah beban latihannya (Overload Training). So jika Anda melakukan latihan fisik tanpa ada rutinitas secara sistematis, maka tidak akan memberikan efek VO2 max Anda. Latihan yang di lakukan seorang pendaki gunung tentunya sedikit berbeda dengan apa yang di lakukan olahraga lain. Hal ini di karenakan otot yang lebih di fungsikan tidaklah sama. Maka faktor “spesifik” ini perlu di terapkan pada latihan.

>>>>>>>>Fokuskan spesifikasi pada peningkatan VO2 max dan latihan yang menambah kekuatan pada otot. Setelah spesifikasi bentuk latihan yang kita terapkan, maka selanjutnya perlu diingat tentang overload training. Yaitu penambahan beban pada latihan secara bertahap, agar tercapai tujuan dari latihan. Jangan langsung memberikan beban yang tidak mampu kita lakukan karena selain fisik kita belumlah siap dan bisa berakibat fatal pada fungsi otot nantinya. Lakukan bertahap sesuai dengan kemampuan fisik kita masing-masing. Yang perlu di perhatikan juga dalam penyusunan jadwal latihan adalah terdapatnya selingan berupa hari libur dari segala kegiatan fisik, yaitu minimal 1 hari didalam satu minggu, untuk memulihkan kondisi sebelumnya. Jangan terlalu bersemangat dalam berlatih, sehingga melupakan hal ini. Bisa-bisa Anda terlalu lelah saat memulai pendakian nantinya.

 

Cara Meningkatkan Kapasitas Paru paru

>>>>>>>>Banyak olahraga di dunia yang penuh dengan aksi pada hari ini yang membutuhkan penggunaan udara dalam jumlah besar agar bisa berhasil. Walaupun ada beberapa cara untuk meningkatkan ukuran paru-paru Anda, ada juga banyak cara untuk meningkatkan jumlah udara yang bisa diambil oleh paru-paru, dan efisiensi paru-paru dalam menangkap oksigen. Praktekkan latihan-latihan ini setiap hari, dan Anda pasti akan melihat meningkatnya kapasitas paru-paru Anda

0001dMetode Pertama, Meningkatkan Kapasitas Paru Paru Dengan Cepat :

  1. Tarik napas dalam-dalam. Anda dapat meningkatkan jumlah udara yang bisa dihisap oleh paru-paru Anda dalam waktu singkat, tanpa harus membeli peralatan olahraga atau latihan untuk jangka panjang. Triknya adalah bernapas dengan stabil dan dalam.
    • Buang napas sampai habis dan dengan perlahan-lahan. Praktekkan beberapa kali sebelum Anda memulai. Jangan biarkan udara tertinggal di paru-paru Anda. Tindakan ini akan membuat Anda bisa menghirup udara yang lebih banyak pada tarikan napas berikutnya.
    • Biarkan diafragma Anda turun dengan menjaga otot perut Anda tetap rileks. Perut Anda akan mengembang ketika diafragma Anda turun, yang menciptakan ruang yang lebih besar di sekitar paru-paru Anda, dan memungkinkan paru-paru untuk diisi dengan udara.
    • Rentangkan lengan Anda, dengan menjauhkan lengan dari tubuh Anda, untuk membantu membuka dada Anda.
  2. Hirup napas dalam-dalam. Anda bisa mengisi paru-paru Anda sekitar 80% -85% dari kapasitasnya, untuk memberi ruang pada tubuh Anda agar bisa rileks. Anda tentu tidak ingin mengisi paru-paru Anda dengan kapasitas penuh jika itu menyebabkan otot-otot Anda menegang dan Anda merasa tidak nyaman.
    • Jika memungkikan, carilah teman untuk memonitor pernapasan Anda. Bisa saja Anda jatuh pingsan, sehingga Anda perlu memiliki teman agar bisa memberi respon dengan tepat.
    • Anda tidak perlu menggelembungkan pipi Anda. Anda tentu ingin otot-otot di wajah Anda tetap kendur dan rileks. Yang harus bekerja dalam latihan ini adalah otot-otot di perut dan diafragma Anda.
  3. Percikkan air di wajah Anda. Lakukan ini ketika Anda sedang menahan napas. Para ilmuwan telah menemukan bahwa memercikkan air di wajah bisa mempercepat bradycardia, atau melambatnya denyut jantung, atau fase pertama dari refleks menyelam mamalia.
    • Tubuh Anda sedang mempersiapkan diri untuk menyelam di bawah air, di mana tubuh Anda nantinya harus mengatur denyut jantung secara efektif dan mengalirkan oksigen ke seluruh darah agar Anda tetap hidup.
    • Cobalah untuk menjaga agar airnya tetap dingin, tetapi tidak sedingin es. Air sedingin es akan memicu refleks lain dalam tubuh Anda yang menyebabkan Anda terkena hiperventilasi, atau mencoba untuk bernapas dengan cepat. Hiperventilasi akan merusak kemampuan Anda dalam menahan napas untuk jangka waktu yang lama.
  4. Kendurkan otot-otot Anda dan tahan nafas Anda. Cobalah bermeditasi, atau menutup mata Anda. Semakin sedikit energi yang Anda habiskan, semakin lama tubuh Anda akan mampu menahan napas.
    • Hitung sampai 100 di kepala Anda. Fokuslah hanya pada angka yang Anda lafalkan dalam pikiran itu, dan pada tujuan Anda untuk mencapai angka 100.
    • Catatlah angka yang Anda capai sampai Anda tidak dapat menahan napas lagi. Angka itu akan menjadi tolok ukur untuk percobaan Anda berikutnya.
  5. Buanglah napas perlahan-lahan, dan ulangi 3-4 kali. Jangan mengeluarkan udara terlalu cepat. Buanglah napas selambat mungkin, dalam aliran yang stabil. Setelah Anda berlatih satu repetisi, lakukan seluruh latihan dengan memulainya dari awal.
    • Setelah 3-4 kali, paru-paru Anda akan mampu menampung lebih banyak udara daripada dua puluh menit sebelumnya.
    • Menjalani latihan ini secara teratur juga akan membantu melatih paru-paru Anda dalam jangka panjang.
  6. Cobalah latihan pernapasan sederhana. Anda dapat melakukan latihan ini di sekitar rumah, di kantor Anda, duduk-duduk sambil menonton TV, dan banyak lagi lainnya. Meniup balon adalah metode yang baik untuk meningkatkan kapasitas paru-paru.
    • Ketika Anda sedang berjalan, di rumah ketika mengerjakan tugas, atau di waktu senggang Anda, praktekkan meniup balon dan membiarkan balonnya mengempis. Lakukan ini berulang-ulang; Anda akan melihat bahwa kemampuan paru-paru Anda untuk memompa lebih banyak udara, akan lebih kuat dan lebih lama.
    • Cara lain adalah dengan membalutkan secarik kertas yang ringan dan panjang (atau tisu) di ujung hidung Anda dan cobalah untuk menahannya di udara dengan meniupnya selama mungkin. Tentukan waktu Anda sendiri dan jika Anda berlatih dengan cara ini, berlatihlah secara teratur, Anda akan bisa membuat kertas tersebut tetap tertahan di udara jauh lebih lama, sehingga bisa meningkatkan kapasitas paru-paru.
    • Latihan pernapasan selama melakukan kegiatan sehari-hari dapat membantu. Tariklah napas selama 2-20 detik, keluarkan napas selama 10-20 detik, dan tingkatkan nilainya secara perlahan-lahan. Dengan segera Anda akan menyadari bahwa Anda bisa mengeluarkan napas selama 45 detik sampai 2 menit jika Anda cukup berlatih! Anda dapat melakukannya dengan mudah sambil mengemudi, duduk di kantor, menonton televisi, bermain video game, membereskan kertas kerja, ketika mengikuti pelajaran di sekolah, atau ketika Anda sedang bosan!Cobalah melakukan hiperventilasi sebelum menahan napas Anda.
    • Hiperventilasi berarti menarik dan menghembuskan napas dengan sangat cepat. Catatan: hiperventilasi sebelum menyelam bisa berbahaya karena dorongan untuk bernapas bisa tertunda melampaui suatu titik ketika Anda bisa pingsan!

0001eMetode Kedua, Meningkatkan Kapasitas Paru dengan Latihan Fisik :

  1. Latihan dalam air. Berlatih di dalam air akan menambahkan elemen latihan daya tahan pada rejimen Anda. Tubuh Anda harus bekerja keras untuk memasok cukup oksigen ke dalam darah Anda, sehingga menjadi latihan paru-paru yang baik.
    • Lakukan peregangan dan latihan angkat beban yang normal tanpa berada di dalam air. Pastikan Anda menyeimbangkannya karena adanya kenyataan bahwa beban akan terasa lebih ringan bila Anda mengangkatnya di dalam air. Praktekkan latihan ini selama beberapa hari sampai Anda merasa nyaman dengan segala hal.
    • Bawa bebannya ke dalam air. Tenggelamkan diri Anda sampai ke leher, dan lakukan latihan tersebut sambil tetap berada di dalam di air. Latihan ini sepertinya tidak memberi bantuan apa pun pada diri Anda, tetapi jangan khawatir. Karena adanya perpindahan darah ke dalam rongga dada dan tekanan pada tubuh Anda, maka Anda harus bernapas dengan lebih pendek dan lebih cepat ketika berlatih di dalam air. Penelitian menunjukkan bahwa kapasitas udara Anda akan terpangkas hingga 75% dalam rentang waktu ini, dan tubuh Anda akan mencoba untuk mengimbanginya. Jika latihan Anda di dalam air berlangsung cukup lama, dan Anda melakukannya secara teratur, sistem pernapasan Anda akan menjadi lebih efisien, sehingga meningkatkan kapasitas paru-paru Anda.
  2. Ikuti aktivitas kardiovaskular yang keras. Berlatih adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kapasitas paru-paru. Selama minimal 30 menit, paksalah tubuh Anda sampai kelelahan sehingga paru-paru Anda bekerja keras. Kerja keras ini akan diganjar dengan kapasitas paru-paru yang lebih baik.0001f
    • Cobalah aerobik. Ini bisa mengejutkan jika melihat besarnya kapasitas paru-paru yang dapat Anda kembangkan dengan melakukan latihan intensif yang keras dalam waktu singkat.
    • Bersepeda. Naiki sepeda Anda dengan rute yang penuh tanjakan tinggi. Dengan menaiki bukit berarti tubuh Anda harus memompa lebih banyak darah ke kaki Anda; paru-paru Anda memasok oksigen ke dalam darah tersebut.
    • Berlari di trek yang empuk atau treadmill sangat baik untuk lutut dan persendian Anda. Gabungkan dengan melakukan sprint agar paru-paru Anda bekerja ekstra keras.Berenang – Olahraga terbaik untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular Anda. Di puncak penampilan, paru-paru para perenang akan menggunakan oksigen tiga kali lebih efisien daripada orang biasa.
  3. Berolahraga di dataran tinggi. Berolahraga di dataran tinggi adalah cara yang jitu untuk meningkatkan kekuatan paru-paru Anda. Udara di dataran tinggi mengandung lebih sedikit oksigen, yang membuat latihan itu menjadi lebih keras, tetapi pada akhirnya lebih menguntungkan, pada paru-paru Anda.0001g
    • Jika Anda serius untuk meningkatkan kapasitas paru-paru Anda, tinggalah di dataran tinggi ketika Anda berlatih. Pada 2.500 m di atas permukaan laut, kandungan oksigen di udara hanya 74%[6] dari kandungan oksigen yang ada di permukaan laut. Ini berarti paru-paru Anda harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan banyak oksigen ke dalam darah Anda.
    • Ketika Anda kembali untuk menuju ke dataran yang lebih rendah, tubuh Anda masih memiliki kadar sel darah merah dan hemoglobin yang ditingkatkan – hingga dua minggu – yang berarti bahwa kapasitas paru-paru Anda secara keseluruhan meningkat.
    • Berhati-hatilah untuk tidak berlatih terlalu keras di dataran tinggi, karena Anda bisa terkena penyakit ketinggian.

Metode Ketiga, Meningkatkan Kapasitas Paru-paru dengan Latihan jangka Panjang :

  1. Ciptakan daya tahan. Paru-paru Anda akan memberi respon terhadap latihan yang Anda lakukan, maka masukkan latihan daya tahan dalam rutinitas latihan Anda dan lihatlah meningkatnya kapasitas paru-paru Anda.0001h
    • Bernapaslah dengan normal melalui hidung. Ambil napas dalam-dalam. Hembuskan napas melalui mulut Anda dengan bibir tetap menutup. Buka sedikit bibir Anda agar sedikit udara bisa keluar, dan dengan resistensi. Cobalah dan lakukan hal ini sesering mungkin. Itu membuat kantung di dalam paru-paru Anda lebih terbiasa untuk harus menahan udara lebih lama, yang membuat kantung tersebut mengembang.
  2. Hirup lebih banyak udara melebihi banyaknya udara yang dipikirkan oleh otak Anda. Tentu saja otak Anda akan mewaspadai keselamatan tubuh Anda, dan menolak untuk melakukan peregangan melebihi batas tubuh. Tetapi tubuh dapat melakukan hal-hal yang menakjubkan ketika otak diyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja. Pastikan Anda mencoba ini.
    • Untuk delapan hitungan, Ambilah napas sampai paru-paru Anda benar-benar penuh. Setelah setiap hitungan Anda akan mengambil napas lebih banyak.
    • Untuk delapan hingga enam belas hitungan berikutnya, hiruplah sedikit udara. Rasakan perut Anda mengembang. Jangan sampai Anda merasa bahu Anda bergerak.
    • Tahan napas selama beberapa detik dan hembuskan napas dengan kuat.
    • Setelah Anda merasa “kosong,” buatlah suara “tssssss” dalam waktu selama mungkin. (Ini dinamakan tizzling, dan meniru daya tahan ketika memainkan alat musik tiup.)
    • Praktekkan latihan ini secara berkala. Ketika Anda melatih otak Anda untuk meregang melampaui batas-batas tubuh, asupan napas Anda akan melonjak.
  3. Mainkan alat musik tiup. Memainkan alat musik tiup adalah cara yang bagus untuk memberi latihan yang teratur pada paru-paru Anda dan bersenang-senang dengan menciptakan musik dalam keseimbangan.0001i
    • Pelajari cara memainkan alat musik tiup dari kayu dan logam seperti tuba, terompet, trombone, oboe, klarinet, saksofon, atau flute. Aktivitas ini akan membantu Anda mengontrol pernapasan dan memperbesar kapasitas paru-paru Anda untuk memanfaatkan semua alveoli (gelembung paru-paru) Anda.
    • Bergabunglah dengan grup marching band. Aktivitas ini membutuhkan pemanfaatan kapasitas paru-paru yang lebih besar untuk melakukan gerakan dan memainkannya dan cukup sehat.
    • Anda juga bisa berlatih olah vokal. Menyanyi benar-benar melatih diafragma, dan dapat membantu dalam melatih pernapasan secara terus menerus. Para penyanyi, tentu saja, harus memiliki paru-paru yang benar-benar kuat.

Tips :

  • Anda mungkin sudah tahu bahwa Anda harus menghindari segala bentuk rokok, tetapi Anda juga harus menghindari lingkungan yang penuh asap, di mana Anda menjadi perokok pasif, karena perokok pasif tetap menghirup asap dan dapat menurunkan kapasitas paru-paru Anda.
  • Di kolam renang, sebisa mungkin posisikan dada Anda untuk mendekati permukaan air dan bernapaslah melalui pipa. Semakin dalam Anda di bawah air, semakin banyak tekanan yang diterapkan pada dada Anda, sehingga Anda akan sulit bernapas. Pastikan pipanya tetap berada di atas air agar paru-paru Anda tidak penuh dengan air. Perhatikan bahwa posisi beberapa kaki saja di bawah air sudah tidak memungkinkan untuk menghirup udara. Jangan keluar dari air dengan paru-paru yang penuh dengan udara – hembuskan napas sebelum Anda kembali ke permukaan atau Anda akan berisiko terkena barotrauma paru-paru (ini dapat terjadi pada kedalaman 2-3 meter atau lebih).

 

0000100001a

>>>>>>>>Mempersiapkan Team Kinabalu khususnya kebugaran fisik menjelang pendakian merupakan salah satu kunci kesuksesan Kinabalu itu sendiri. Walaupun disadari tersebarnya team (anggota Dewadaru yang berminat) dibeberapa kota dan luar pulau jawa cukup menyulitkan untuk bisa berlatih bersama, kenyataan ini tidaklah  seperti waktu yang lalu, yang mudah berkoordinasi menentukan tempat berkumpul dan biasanya kita lakukan di sekitar basecamp ataupun ditempat lainnya. Yang lebih ironi, justru Dewadaru yang mudanya sendiri yang tadinya berharap berbondong-bondong untuk ikut serta jadi bagian Team, tidak begitu tertarik untuk ikut ke Kinabalu ini, ditambah beberapa anggota Dewadaru yang berdomisili di Bandung pun kurang tertarik dengan event besar ini. Jadi praktis komunikasi di Basecamp bandung nihil. Jadinya lebih banyak di media social karena keberadaannya yang di luar kota ketimbang di Basecamp yang selalu sunyi dari kegiatan prestasi termasuk juga langkanya kini anggota ngumpul di Basecamp. Dari beberapa peminat yang menyatakan ingin ikut serta hampir sebagian besar sudah bekerja atau memiliki kesibukan sehari-hari, ini juga yang membuat sulit untuk bertemu sesering yang kita harapkan.DSC00010

>>>>>>>>Ada yang menarik diperhatikan terutama menyiapkan porsi latihan nantinya, hampir semua anggota team kini bukan merupakan pendaki aktif seperti dahulu, bahkan sampai tahunan sudah menggantungkan ranselnya. Walau kita tidak tahu kegiatan olahraga lainnya yang dilakukannya selama ini tapi ini memerlukan formula khusus bagi para pemburu tua ini untuk meningkatkan adrenalin kebugarannya kembali. Berharap ketika saat pendakian tiba, mendaki sampai puncak tercapai tujuan lainnya terpenuhi secara bersama-sama dan tentu tidak memalukan karena hal-hal yang sepele terutama kurangnya kesiapan fisik dan pengetahuan lainnya. Dari beberapa pengetahuan dasar diatas tadi tentang bagaimana mensiasati kesiapan mendaki Kinabalu yang baik, persiapan fisik justru menyumbang kesuksesan lebih besar Selain persiapan perlengkapan dan perbekalan termasuk perijinan dan pengetahuan cuaca di lokasi.

>>>>>>>>Ada 2 (dua) jenis latihan yang akan dilakukan untuk mempersiapkan team pendaki Kinabalu Dewadaru ini. Mudah-mudahan jenis latihan ini (harus) terlaksana dengan baik dengan tidak mengganggu kesibukan masing-masing tapi kebugaran tetap terjaga bukan hanya untuk mendaki Kinabalu saja tetapi juga sehat dalam melaksanakan aktifitas kesehariannya. Keduanya tersebut yaitu :

1. Jadwal Latihan Fisik Mandiri :

>>>>>>>>Jenis pesiapan fisik ini wajib dilaksanakan oleh setiap individu team pendaki dengan konsisten dan disiplin yang tinggi. Tak terpengaruh anda terlatih atau tidak sering mendaki atau tidak, tua ataupun muda apalagi yang belum merasakan ketinggian 3000 – 4000 M-Dpl, harus melaksanakan jadwal latihan ini. Latihan ini diselenggarakan sebagai pengganti latihan fisik rutin bersama yang biasa kita laksanakan menjelang pendakian di Basecamp. Karena saat ini hal ini tidak memungkinkan, maka latihan rutin diserahkan pelaksanaannya ke setiap peserta termasuk evaluasi progress data-data yang dihasilkannya. Diharapkan setiap peserta melaksanakan jadwal rutin ini dan diberikan kebebasan memilih waktu dan lokasi yang diinginkan dengan tidak mengganggu jadwal kesibukannya sehari-hari. Bentuk latihan harus dilakukan secara sistematis, dilakukan berulang-ulang dan kian bertambah jumlah beban dan latihannya atau yang sering kita sebut Overload Training (walau diberikan batasan maksimal jangan sampai berlebihan). Bila tidak dilaksanakan secara rutinitas dipastikan tidak akan memberikan efek yang baik, malahan kebalikannya anda bisa cedera karenanya.

>>>>>>>>Fokus latihan ini lebih spesifik pada penguatan core muscle, yaitu otot-otot yang akan bekerja keras pada saat pendakian nanti seperti kelenturan : Otot perut, Otot punggung bagian bawah serta Otot Kaki, focus yang lainnya juga pada peningkatan VO2 max, yaitu meningkatkan kapasitas paru-paru dalam menyimpan oksigen guna mengantisipasi tipisnya oksigen diketinggian Kinabalu nantinya. Jadwal Latihan dan bentuknya adalah :

00001c

2. Jadwal Latihan Pemantapan Team :

>>>>>>>>Terlaksananya kedisiplinan latihan fisik mandiri tentu fokus dan progresnya diserahkan pada individu itu sendiri. Diharapkan seluruh team konsisten dengan persiapan ini agar pendakian Kinabalu nanti berjalan dengan lancar. Tidak ada pantauan khusus dari kepanitiaan team Kinabalu apakah yang bersangkutan telah menjalankan latihan fisik mandiri masing-masing di tempatnya sepenuhnya diserahkan pada individu tersebut, dengan landasan bahwa keberhasilan pendakiannya ada pada dirinya masing-masing dan kita percaya karena tekad ingin mensukseskan pendakian Kinabalu ini ada pada dirinya sendiri, pasti keinginan itu diwujudkan dengan mempersiapkan fisiknya dengan baik. Salah satu bentuk kesiapan team secara keseluruhan, serta menjaga kekompakan team di lapangan nantinya, rencananya akan diadakan latihan pemantapan bersama. Ini juga sekaligus dijadikan parameter seberapa efektif latihan fisik mandiri yang selama ini telah dijalankan masing-masing. Latihan bersama ini juga dimanfaatkan untuk konsolidasi serta evaluasi hal-hal yang bisa ditemukan ketika diadakan bersama-sama sebagai team utuh pendakian Kinabalu. Seperti kesiapan perlengkapan, perbekalan dan hal-hal teknis lainnya. Lebih penting dari itu sebenarnya kebersamaan ini untuk membangun kembali team work building yang selama ini jarang kita lakukan lagi. (penyesuaian). Hal lainnya tentu banyak yang bisa kita ambil dari kebersamaan ini menjadikan pentingnya latihan pemantapan ini. Latihan pemantapan ini berupa pendakian gunung bersama. Pendakian ini wajib diikuti oleh seluruh Team Kinabalu tak terkecuali, sehingga waktu pelaksanaannya harus diatur sedemikian rupa agar semua dapat mengikutinya. Lokasinya dipilih semestinya menyerupai Gunung Kinabalu, tapi karena ini untuk latihan yang pertama dipakai hanya untuk penjajagan test fisik saja, mudahan-mudahan lokasi ini karena mudah dijangkau dan tidak memerlukan waktu yang lama dapat disetujui oleh semuanya. Jadwal latihan pemantapan pendakian bersama itu adalah :

00001d

>>>>>>>>Dengan tidak mengurangi rasa hormat atas kesibukan dan konsentrasi kegiatan keseharian anggota team Kinabalu Dewadaru baik dipekerjaannya maupun kesibukan bisnisnya, mudah-mudahan latihan-latihan fisik ini dapat diselenggarakan dengan baik dan selanjutnya pantas menjadi bagian dari Team Kinabalu. Sehingga apa yang kita inginkan mencapai puncak bersama mengibarkan bendera Dewadaru dapat terlaksana. Apa yang dilakukan ini semua tentu tidak hanya melulu untuk Kinabalu, kesehatan fisik kebugaran yang sudah terbina saat ini juga pasti menjadi lebih bugar dalam  menunjang aktifitas keseharian minimal selama persiapan menjelang Kinabalu ini. Dan mudah-mudahan menjadi habit yang terus dilakukan selamanya.

 

00001e

000001b>>>>>>>>Pokok-pokok kegiatan dalam Scheedul Pendakian Kinabalu dibawah ini adalah perencanaan pada awal konsep untuk memberikan gambaran pada panitia yang akan terbentuk. Untuk detailisasinya manajemen organisasi Pendakian kinabalu yang terpilih akan mendesain ulang sesuai dengan kesepakatan yang akan dihasilkannya. Jadwal akan membagi peran setiap koordinator atau bidang pada capaian waktu yang akan dikerjakannya bisa saja setiap Bidang, atau koordinator memiliki skedul tersendiri. Diluar ini, atau untuk lebih ringkasnya semua diinformasikan disini apa yang harus dikerjakan dalam rentang waktu tersebut.

>>00001bc>>>>>>Time schedul ini nantinya akan menjadi pegangan bagi semua team terutama koordinator Bidang. Di Basecamp juga perlu kiranya ditempel bersama dengan agenda perjalanan Team selama pendakian. Ini diperlukan terutama koordinasi dengan Dewan Pengurus serta bisa juga dengan fihak kampus sebagai informasi wajib bagi team pendaki bila hendak melaksanakan pendakian Gunungnya, Rekan-rekan di basecamp dapat mengetahui pergerakan Team baik selama persiapan maupun ketika pendakian tengah berlangsung. Terutama untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan terjadi di Kinabalu, pada saat yang bersamaan agenda perjalannya juga dapat diketahui oleh seluruh anggota Dewadaru baik yang ada di Basecamp maupun melaui media sosial grup yang kita miliki. Apa saja jadwal tersebut, Beberapa diantaranya :

 

0000001

>>>>>>>>Demikianlah uraian panjang dan lebar Konsep dasar perencanaan Manajemen Operasional perjalanan pendakian Gunung Kinabalu Dewadaru. Semua ini dihadirkan tak lain agar lebih memudahkan Kepanitiaan yang terbentuk membagi perannya serta merinci tingkat kebutuhan dalam menjabarkan kegiatan operasionalnya, sebelum maupun selama pendakian. serta bagi individu Dewadaru atau simpatisan yang nantinya bergabung dalam Team Pendakian Kinabalu ini mempersipakan segalanya mulai dari fisik dan perlengkapan dan perbekalan yang akan dibawa. Hampir semua telah dibahas dan didetailisasi dengan jelas, walau pasti ada sesuatu yang terlewat, tetapi paling tidak dengan membaca konsep ini secara perlahan diharapkan sudah dapat dimengerti sebenanya apa yang menjadi tujuan dasar Pendakian Kinabalu ini. segala sesuatu yang berkenaan dengan soal-soal teknis maupun referensi yang menunjang.

>>>>>>>>Hal lain, seluruh apa yang dikemukakan didalam konsep ini merupakan sebuah tanggung jawab profesional Unit Spesialisasi Hutan Gunung (HAGE) Dewadaru untuk lebih sistematis dalam menjabarkan keinginan unit sehingga orang-orang diluar Unit Spesialisasi dapat tertarik dan bergabung merealisasikan keinginan lama Unit ini menjadi kebanggaan Perhimpunan atau Organisasi Kita Dewadaru, bahkan orang-orang diluar Dewadaru mudah-mudahan 0000001ajuga menjadi tertarik turut serta menjadi Team nantinya. Walaupun sangat disadari pendakian ini memang cukup mahal selain juga menyita waktu bagi yang telah bekerja atau berwiraswata. Tapi karena jarak waktu menjelang hari pelaksanaan yang masih panjang mudah-mudah dengan kerja keras semua Dana dan keperluan bisa dipersiapkan dengan baik berbarengan dengan mempersiapkan perlengkapan dan perbekalan lainnya terutama administrasi Pendakian yang di Kinabalu harus berbulan-ulan sebelumnya memesan tempat di Kinabalu.

>>>>>>>>Akhir kata, Mudah-mudahan upaya sederhana ini dapat tercapai. Mohon maaf bila ada kekeliruan dan kekurangan materi yang belum disampaikan, berharap penambahan itu muncul seiring dengan perkembangan rencana operasi yang akan digelar. Dan tentu semua ini menjadi masukan dan bahan pelajaran bagi Hage, bagi Dewadaru bagi Unit-unit spesialisasi yang ada di Dewadaru menciptakan kegiatan baru yang lebih professional dari sini, lebih menantang, lebih jauh dan memiliki kontinuitas yang saat-saat ini sangat diperlukan bagi Dewadaru. Terima Kasih bagi rekan-rekan yang terus konsisten mempersiapkan dirinya bergabung menjadi Team, penghargaan pula bagi para simpatisan yang telah dan akan bergabung di Pendakian ini. Semoga semuanya berjalan lancar, dimudahkan segala sesuatunya dan sukses untuk semuanya. (BhayoSemerOe/D-012-KL/03Maret2015) █


Laporan Sponsorship K2- Adventurer Gear Pendakian Semeru (3676 M-Dpl), 24 Mei – 01 Juni 2004 Malang, Jawa Timur

IMG_1503

K2, Ranu Kumbolo (2004)

ARSIP | Pada pendakian gunung Semeru Mei-Juni  2004 beberapa tahun yang lalu, kami team kecil Unit Spesialisasi HAGE (Hutan Gunung) Dewadaru, ada beberapa perlengkapan penunjang pendakian tersebut disupport penuh oleh salah satu merk (Produk) “K2-Adventure Gear“, Bandung. Seperti yang telah disebutkan pada proposal pengajuan kami, bahwa salah satu item yang telah disepakati diantaranya adalah selain mempromosikan merek dagang tersebut baik selama persiapan, dan pelaksanaan di lapangan, juga secara teknis menguji ketangguhan produk tersebut langsung dipraktekkan dimedan sebenarnya dalam situasi kondisi iklim dan cuaca sesungguhnya selama pendakian gunung Semeru tersebut.

>>>>>>>Aslinya sebenarnya berupa Laporan dalam bentuk tertulis tertanggal 16 Juni 2004, di hardcover serta dilampirkan photo dokumentasi lapangannya (dan telah diterima dengan baik oleh pihak K2). Untuk dijadikan inspirasi dan contoh ikutan, serta pembelajaran Anggota Dewadaru ataupun lainnya, sengaja Catatan ini saya tampilkan kembali di Copy-Paste, sesuai naskah aslinya, mudah-mudahan Arsip ini (yang tentu banyak kekurangannya) dapat dipelajari, dikembangkan lebih baik lagi terutama konten dan tujuan didalamnya menjadi lebih besar dari pendakian kami kemarin. syukur bisa melanjutkan apa yang tertunda dari tujuan baiknya. Dibawah ini adalah catatan pertanggung jawaban kami, Selamat mempelajari.

HIPOKRISI DEPAN 100%

 

Evaluasi Data Teknis Penggunaan Sleeping Bag dan RainCout produk K2- Adventurer Gear Pada Pendakian Gunung Semeru (3676 M-Dpl), 24 Mei – 01 Juni 2004 Malang, Jawa Timur

 ..

I. PENDAHULUAN

>>>>>>>>Alhamdulillah, Puji syukur  kehadirat Illahi akhirnya dengan selamat dan tak kurang sesuatu apapun kami dapat menyelesaikan Pendakian Gunung Semeru ini. Seluruh rencana yang kami susun serta  aktifitas pelaksanaan jadwal dilapangan dapat terlaksana dengan baik meskipun masih saja terdapat kekurang sempurnaan dibagian lain yang akan dijadikan bahan evaluasi dikemudian hari.

>>>>>>>>Pendakian gunung Semeru kali ini sebenarnya merupakan bagian rangkaian panjang dari program kerja Unit Spesialisasi HAGE (Hutan Gunung). Hage sendiri merupakan salah satu Unit Spesialisasi yang ada didalam Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (PPRPG) DEWADARU, yang bernaung dibawah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (STMIK) Amik Bandung. Unit Spesialisasi lainnya adalah : RC/Rock Climbing, SP/Susur Pantai, dan Caving/Penelusuran Gua.IMG_1442

>>>>>>>>Karena merupakan rangkaian program kerja Unit spesialisasi HAGE Dewadaru, Pendakian Semeru kali ini membawa misi atau tujuan yang tidak terpisah (Berkaitan erat) dengan program-program pendakian gunung selanjutnya.. Dalam misi kali ini ada 3 (Tiga) sasaran Target Operasi yang tengah dijalankan yaitu :

1. Pembuatan Film Dokumenter & Buku Petunjuk Informasi :

Sasaran dari program ini lebih bersifat pada pembuatan sebuah petunjuk informasi mengenai kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru beserta keunikan-keunikan yang ada didalamnya : misalnya keberadaan Suku Tengger, adat istiadatnya, serta keaneka ragaman hayati yang ada didalam kawasan Taman Nasional Tersebut. Termasuk Objek-objek wisata  Alam dan Objek wisata petualangan yang menjadi andalannya yaitu: Gunung Semeru, serta sebuah  petunjuk bagaimana mendaki dan menikmatinya dengan optimal.

IMG_1423

Stasiun Gubeng, Surabaya (2004)

Pendakian kemarin merupakan Tahapan Observasi Awal pengumpulan data-data lapangan serta koordinasi dengan fihak-fihak terkait termasuk Pengelolala kawasan dalam hal ini Badan Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Malang sebagai pemegang ijin prinsip ditambah kunjungan tatap muka dengan petugas-petugas lapangan dan individu-individu terkait dilokasi yang akan dijadikan narasumber nantinya.

Data lapangan serta beberapa gambar(Clip-Film) yang telah didapat akan dijadikan data awal untuk memperkaya Proposal yang tengah Kami buat guna  mengajak peran serta aktif Instansi, Individu, Perusahaan, organisasi serta lainnya untuk mendukung dan sekaligus mendanai proyek ini sesungguhnya nanti. Sasaran akhir yang diharapkan mudah-mudahan petunjuk informasi yang dilengkapi dan diperkuat dengan film dokumenter ini dapat dijadikan sumber informasi yang representatif sehingga menambah daya tarik khususnya kunjungan wisata kedaerah tersebut (dari dalam dan luar negeri) serta sekaligus sasaran antaranya dapat dijadikan ajang promosi bagi perusahaan yang terkait dengan bisnis pariwisata dan petualangan ini. Walaupun tidak menutup kemungkinan perusahaan/ perseorangan diluar itu. Sedang diupayakan semaksimal mungkin bahwa sajian informasi dari Film dan data-data tertulis petunjuk ini dihadirkan dalam format berbeda dari yang sudah pernah ada. Team kreatif kami baik lapangan maupun di House Production sedang bekerja untuk mewujudkan itu. Insya Alloh.

2. Sample Produk Untuk Proposal Pendakian Gunung Selanjutnya :

Tidak kalah menarik dari target misi diatas, pada bagian lain bahwa produk yang dihasilkan ini (Film & Buku Petunjuk Informasi) akan dijadikan sample produk untuk mengajak kembali fihak-fihak tertentu yang berminat guna mewujudkan impian besar kami Program Kerja Hage Dewadaru selanjutnya yaitu:IMG_1472

  • Pembuatan Film Dokumenter dan Buku Petunjuk PendakianMari mendaki gunung di Jawa Barat”. Ada kurang lebih 15 gunung besar dan kecil akan dibuat petunjuk informasinya dilengkapi dengan film dokumenter, potensi alam , wisata,  dan keunikan masyarakat disekitarnya.
  • Pembuatan Film Dokumenter dan Buku Petunjuk Pendakian Gunung Kinabalu Malaysia beserta informasi menyeluruh Potensi Wisata Alam serta manajemen Pengelolaan Taman Nasional Setempat (Sebagai Studi Banding)
  • Pembuatan Film Dokumenter dan Buku Petunjuk Pendakian Gunung – gunung Sumatera. (Konsepsinya sama dengan Jawa Barat) walaupun ini dikemas dalam sebuah kegiatan Prestatif yaitu : Marathon Pendakian 12 Gunung Sumatera.

3. Production House; TV, News Agency :

Tidaklah berlebihan dengan segala kerendahan hati mudah-mudahan produk-produk informasi yang kami miliki (Stock shoot) dapat pula diminati oleh stasiun-stasiun penyelenggara berita baik cetak, elektronik ataupun lainnya (Tv, Radio, Koran, majalah ataupun lembaga riset lainnya).

>>>>>>>>Tiga Sasaran target operasi tersebut kami kemas dalam Program Kerja Induk unggulan Unit Spesialisasi Hage Dewadaru ditambah program-program kerja kecil lainnya sebagi pelengkap dan penunjangnya. Alokasi waktu yang kami canangkan untuk dapat merealisasikan tersebut dimulai dari Januari 2004 sampai dengan Desember 2007. Mudah-mudahan terlaksana,. Dari Semeru ini kami memulainya. Amin !

II. K2 – ADVENTURER GEAR

IMG_1504

K2, Ranu Kumbolo (2004)

>>>>>>>>Pertama-tama sekali kami mengucapkan banyak terima kasih, appreciate, yang setinggi-tingginya pada jajaran manajemen K2 – Adventurer Gear atas kepercayaan yang diberikan pada kami.  Mohon maaf, terus terang pada awalnya kami belum banyak tahu dan kurang mengenal akan K2 terutama produk-produk yang dimiliki. Ini berdasarkan pantauan yang kami lihat dari showroom – showroom yang  kami kunjungi didalam dan diluar kota Bandung. Sedikit informasi yang kami ketahui bahwa K2 lebih memfokuskan pada sub-product untuk nama-nama yang sudah terkenal. Sehingga mungkin yang lebih menonjol nama merk yang tertera, bukan darimana barang tersebut berasal. Tapi secara tidak langsung kwalitas sudah pasti standarisasi dari merk yang sudah terkenal tersebut. Kalau memang benar demikian informasi yang kami ketahui seperti itu. (Mohon maaf kami sebelumnya bila hal tersebut tidak tepat), secara pasti kamipun tidak meragukan lagi produk-produk K2 ini akhirnya.

IMG_1490

K2 Sandal Gunung, Ranu Kumbolo, 2004

>>>>>>>>Diawali, Tepatnya H-2 keberangkatan  ada berita dari rekan kami bahwa ada sebuah produk yang akan ikut berpartisipasi dalam pendakian gunung Semeru ini, Kami merasa terhormat dan punya tanggung jawab besar untuk menerima peran serta aktif ini, walaupun mohon maaf kami bahwa proposal kegiatannya tidakada dan kami memang tidak membuatnya, malahan dari awal kegiatan kami ini sepertinya tidak direncanakan mengikut-sertakan peran sponsorship.

>>>>>>>>Dari rekan kami tersebut kami mendapatkan pesan (order) bahwa keikutsertaan K2 dalam rangka menguji coba (tested) lapangan perlengkapan Sleeping Bag serta Seperangkat lengkap Raincout (Baju dan celananya). Tahap uji coba ini meliputi kondisi-kondisi bertahap dari mulai Tahapan Normal dengan ketinggian dan suhu tertentu hingga kondisi Ekstrem, apa pengaruh teknisnya terhadap pelaku (Pendaki), pengaruh terhadap team dari segi Convortable, kenyamanan hingga efektifitas & Efisiensi pergerakan nanti dilapangan.

>>>>>>>>Terus terang kami tersanjung dan bersemangat sekali akan hal-hal tersebut apalagi 10 (Sepuluh) set masing-masing Sleeping Bag dan Raincout (Untuk 10 Personel) diberikan secara gratis kepada kami. Hal ini menambah semangat untuk mengaplikasikannya dilapangan, Sekaligus Kami jadikan perlengkapan Logistik utama kami yang akan mendapatkan perhatian khusus, serta kebanggaan kami dalam menggunakannya (Seragam).IMG_1527

>>>>>>>>Laporan ini disajikan jauh dari sempurna layaknya sebuah hasil penelitian ilmiah tentang sebuah produk atau kasus-kasus tertentu. Dengan Kerendahan hati yang paling dalam dan akan kesungguhan yang tulus, Kami berusaha sekuat tenaga semaksimal mungkin baik dilapangan maupun penyajian data teknis dalam laporan ini serealistis, aktual serta diharapkan professional. Sehingga apa yang diinginkan oleh manajemen K2 tercapai, bahkan data teknis ini kami harapkan akan dijadikan sebuah inputan perbaikan, penelitian ataupun melengkapi data-data yang sudah dimiliki K2 selama ini. Mudah-mudahan.

III. DATA TEKNIS

1. Lokasi Pendataan (Kondisi Lapangan) :

>>>>>>>>Gunung Semeru, gunung berapi aktif yang mempunyai ketinggian 3676 Meter diatas permukaan laut adalah merupakan Komplek pegunungan dari gunung-gunung kecil yang mengitarinya seperti Kepolo, Ayek-ayek, Waturejeng, Pangonan Cilik, Jambangan dan bukit-bukit disekitarnya. Sehingga secara geografis mempunyai landscape yang cukup unik dibandingkan gunung lainnya di Indonesia. Keunikan lain disamping sejarah Majapahitnya yang kental, Di gunung ini banyak sekali kita temui padang-padang luas yang merupakan sisa danau dari kawah purba pada jaman dahulu.

>>>>>>>>Ada yang masih tersisa dari danau tersebut yang masih bisa kita jumpai yaitu Danau Ranupane dan Ranuregulo yang terdapat didesa Ranupane serta danau Ranu Kumbolo tepat ditengah jalur pendakian menuju Puncak Semeru, yang dikenal dengan sebutan Mahameru.

Karena dikelilingi gunung-gunung disekitarnya, dibutuhkan waktu beberapa hari untuk mencapai puncaknya, dengan kondisi jalan bervariasi berupa tanjakan , turunan, melingkar, semak-semak sampai dengan pasir harus dilalui dengan tabah. Suhunya pun cukup ekstrem. Pada musim kemarau suhunya bisa turun drastis sampai dengan beberapa minus derajat , bahkan pada musim-musim tertentu terdapat Embun Upas, menyerupai kabut tipis yang hampir mendekati kabut salju yang jadi musuh para petani sekaligus pendaki disana.

>>>>>>>>Dimusim hujan suhu agak bersahabat, walaupun hampir dipastikan seharian medan pendakian hingga puncak selalu tertutup kabut, dan hujan tak kenal henti.

2. Metode Pendataan :

>>>>>>>>Mengingat gunung Semeru merupakan gunung yang tertinggi di Pulau Jawa, dengan suhu yang rata-rata hampir sama dengan lokasi gunung-gunung diindonesia yang mempunyai rentang ketinggian 3000 meter keatas, maka kami berkesimpulan bahwa data-data fakta yang kami peroleh dilokasi semeru ini sudah dapat dijadikan sampling dan dapat merepresentasikan lokasi-lokasi gunung-gunung lain yang sama kondisinya. (Suhu,Cuaca serta jalur trekking).

>>>>>>>>Ada 3(Tiga) Basecamp atau tempat peristirahatan (Shelter) untuk mencapai Mahameru, yang masing-masing mempunyai karakteristik berbeda. Dari ketiga tempat inilah secara tahap demi tahap perlengkapan K2 kami uji coba, pada tempat-tempat khusus yang berbeda, disertai dengan analisa-analisa lainnya.

>>>>>>>>Tidak ada metoda khusus yang secara ilmiah memerlukan hipotesa tertentu untuk menguji perlengkapan K2 ini kami hanya mempraktekan langsung dilapangan pada penggunaan sebagaimana mestinya dengan kondisi dan ketinggian yang bertahap. (Praktek Langsung), Bahkan terlihat seperti demo produk karena ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan para pendaki lain yang bersamaan mendaki kemarin. Dibawah ini adalah semacam tabel pendataan yang kami dapatkan dilapangan selama Pendakian Gunung Semeru yang berlangsung dari Tanggal 25 Mei s/d 01 Juni 2004.

 

 

IV. TABEL PENGUJIAN PRODUK

Uji-1uji-2auji-2buji-2cuji-2duji-2euji-tigauji-4uji-5

IV. PENUTUP

>>>>>>>>Demikianlah secara singkat uraian laporan evaluasi penggunaan raincout dan sleeping bag K2-Adventurer Gear pada pendakiaan G. Semeru kemarin. Walaupun disampaikan secara sederhana dan singkat, tetapi mudah-mudahan data – data ini dapat menjadi masukan K2 untuk meningkatkan produk dan kwalitasnya dikemudian hari. Walau secara keseluruhan masukan perbaikannya sangat sedikit hanya pada bagian-bagian tertentu saja. Tetapi mudah-mudahan ini dijadikan sebuah alternatif pemikiran untuk mendesain perlengkapan lainnya yang lebih maksimal dari yang sudah ada.

>>>>>>>>Sekali lagi kami mohon maaf atas keterbatasan data yang kami peroleh dan ucapan terima kasih yang tak terhingga pada seluruh staf dan manajemen K2 atas kerja sama ini. Mudah-mudahan dilain kesempatan pada medan operasi berbeda kita dapat bekerja sama lagi.

Wassalam, Salam Rimba. !

puncak-2

Bandung, Cijerah, 12 Juni 2004/Komandan Pendakian/(Rizal Nurul) /D –097- Elang Rimba dan Team

 

 


Kepincut WPAP

nayla-copy2

Coba Ketik “WPAP” di Google, terus klik “Gambar”, maka sederetan gambar photo kotak marak berserakan. Warna-warna yang didominasi pastel pucat, atau malah kebalikannya, mencolok sangat terang seperti warna-warna tinta refill printer inkjet kita yang sering kita beli, menjadikan ciri khasmya pertama. Tidak disangka, sederetan kotak-kotak yang disusun saling bersinggungan tersebut justru sebuah pola garis imaginer yang membentuk sebuah gambar atau rupa bentuk yang langsung bisa kita tebak. Presentasi visual Mick Jagger, bibir yang provokatif dan rambut yang gondrong segera menandai ciri utama sang ikon Rolling Stone ini. Sosok lain seperti Raisa, Che Guevara, Jokowi dan ternyata Hampir semua tokoh sempat di WPAP-kan juga dengan mudah kita kenali dari pola dan mimiknya. Itulah magisnya WPAP (Wedha’s Pop Art Potrait) dan tentu penghargaan yang tinggi buat Abdul Rasyid atau lebih dikenal dengan Wedha. Sang penemu aliran Pop Art ini sekaligus jadi pioneering penemu seni grafis asli kelahiran Indonesia.

wedha

Wedha

—————Kalau ternyata garis Lengkung itu adalah gabungan dari garis lurus pendek dalam jumlah yang banyak, serta bidang lengkung itu pada hakekatnya adalah disusun dari banyaknya bidang datar, Ini misteri yang pertama yang terkuak. Apalagi temuannya yang menampik pemahaman Piet Modriaan (1872-1944) yang meyakini bahwa warna di alam raya ini cuma biru,kuning, merah dan tentu ditambah hitam dan putih, seperti layaknya saputangan. Kata Wedha lanjutnya kredo Modrian itu benar, tapi bagi dia manifestonya tidak se- esensial itu, sederhana sekali malahan Modrian seperti terpeleset dalam eksekusi. Bagi Wedha, esensi warna bukan bukan pada citra pancarannya, tapi pada sifat dasarnya: warna depan dan warna belakang juga warna terang dan warna gelap. Partikel geometris tidak harus tampil kaku tapi punya keluwesan dalam merespon bidang, apalagi partikel geometris tidak mengandung unsur kurva, lantaran sebuah kurva terbentuk dari serangkaian garis-garis pendek lurus, apalagi WPAP bila digabung dengan graphis teks, tampilannya jadi nge-blend.

Lupus, yang fenomenal itu.

—————Itulah konsep awalnya, sangat teoritis, tapi dari sinilah awal ketertarikan itu (Baca: Penasaran), apalagi temuan Wedha seperti menjawab apa yang di cari selama ini sekaligus membenarkan kemalasan yang dari dulu hobi corat-coret sketch tapi enggan realis, seolah membenarkan juga bagi mereka yang tak suka realis hanya karena tak pernah mood bila menggambar bagian-bagian wajah tertentu. Mulai dari mata, hidung bahkan bibir. Hah !.

—————WPAP mulai dikenalkan oleh peciptanya sekitar tahun 1990-1991, Wedha sendiri merupakan Ilustrator tetap majalah HAI yang merupakan trend setter para remaja di tahun-tahun tersebut. Salah satu karya fenomenalnya adalah goresan tokoh lupus (sebuah Karya Hilman: pengarang Cerpen) , remaja Bengal kreatif yang punya cirri khas rambut serta lengan pendek seragam sekolahnya yang selalu tergulung serta banyak hal lain yang menarik darinya tergambar apik dalam visualisasi tokoh itu. Illustrasi lainnya pun banyak dihasilkan olehnya mulai dari bergaya realis sampai berbentuk abstrak. Apalagi Majalah HAI pada saat itu memang memiliki tematik music, hingga penggambaran tokoh musisi baik dari dalam maupun luar negeri menjadi pekerjaan sehari-hari yang mesti dia gambar untuk mendukung artikel ataupun tokoh topik yang sedang menjadi headline di setiap penerbitannya.

Karya Wedha sebelum WPAP lahir malah realis …

—————Diyakini kelahiran WPAP merupakan transformasi panjang dari sebuah proses kreatif. Walau menurut pengakuannya cukup sederhana; ketika memasuki usia 40 tahunan dimana fungsi penglihatan sudah mulai menurun dan diakuinya sendiri gaya hidupnya yang kurang sehat hingga cepat merasa terlalu cepat lelah, kendala fisik itu sudah mulai terasa mengganggu setiap kali dia harus menyelesaikan gambar. Apalagi gambar sosok manusia yang realis. Memilih dan mencampur warna menjadi hal yang menyulitkan. Dari hal inilah mulai terpikir bagaimana melukis atau menggambar manusia dengan cara yang lebih mudah. Mengutak-ngatik titik, garis dan bidang hingga akhirnya menemukan cara melukis yang belum pernah dilakukan orang lain di Indonesia maupun Dunia.

Opsi Awal

—————Dibilang agak telat, kemana aja kemarin baru tertarik saat ini, memang iya juga. Tapi paling tidak ga apalah dari pada hanya bengong dan takjub melihat WPAP orang lain, terus dalam hati sepertinya bisa nih kalau dipelajari, apalagi kini booming kembali di media. Asik juga sepertinya kalau yanga kita gambar adalah orang disekitar kita, di komunitas ataupun gambar unik lainnya, tidak harus tokoh melulu hal lain juga dibikin tapi ala WPAP. Tentu eksplorasi membuat spanduk, banner, baliho, mural dan lainnya jadi lebih kreatif hasilnya nanti dan ini tentu mesti coba di wujudkan. Selain itu tentu bisa juga ditempatkan di kaos dan barang-barang aksentual lain yang bernilai desain produk. Apalagi visualisasi tentang olahraga alam bebas, pendakian gunung dan gambar ekspresif dikegiatan ini jarang di buat oleh

Poster Diklatsar, kalau di Wedha’s kan kayaknya akan terlihat beda dan sesuatu yang baru di Dewadaru.

orang selama ini, apalagi dilingkungan kita. Ya sudah, harus menyempatkan waktu memulai perlahan hingga mencari tahu, belajar sampai dimana proses kreatif WPAP bisa mewujud berbentuk seperti yang diinginkan.

—————Bukunya sih sudah lama di beli (sekitar tahun 2012). Awalnya sebagai hadiah untuk si sulung Nadya Aulia Nabiella, seperti biasa sama dengan hadiah buku-buku yang lainnya. Spesial untuk buku yang ini di hadiahkan karena anakku yang ini kelihatannya sudah mulai suka corat-coret graphis di buku-bukunya. kadang menghadiahkan coretan graphisnya ke teman-teman sekelasnya, malahan banyak juga buku temannya minta digambari olehnya. Tapi karena aliran graphisnya berbeda, Nadya agak tidak begitu tertarik sepertinya. Tapi bukan itu katanya yang menjadi alasan utamanya, seperti yang diakuinya ketika ditanya. “ayah, Nadya belum bisa Adobe Ilustrator, Photoshop sama Corel Draw..ajarin dulu dong yah ..”, walaupun Laptop yang dimilikinya sudah terisi software tersebut. Waduh !.

—————Ini opsi pertama : Belajar WPAP ternyata tidak hanya cukup paham teoritis dan konsep dasarnya, tidak juga cukup sudah mahir menggambar sebelumnya. Menguasai Komputer (Laptop atau PC) serta mahir dan lancar memainkan software perangkat lunak graphis juga jadi syarat wajib. Seperti tiga software graphis yang biasa dipergunakan oleh para kretor WPAP. Minimal salah satu dari itu yang sudah sering dipakai atau dikuasai, sudah bisa di praktekkan. Kecuali mau bersusah payah menggambar ala jadul yang tracing photo-nya menggunakan kertas kalkir diatasnya, serta harus menyiapkan seperangkat pensil warna, crayon atau pastel yang pasti tidak se-sederhana terutama menyiapkan dan mencampur warna ala aliran ini. Opsi ini bisa jadi berbeda dengan pendapat orang lain tapi perangkat dan penguasaan salahsatu software diatas menjamin kemudahan dalam proses kreatif nantinya disamping hasilnya tentu sangat memuask

Buku Wedha, Cukup buat referensi bagi pemula yang ingin memulai WPAP.

an. Era digitalisasi saat ini sangatlah memudahkan bagi siapa saja yang mau belajar apapun, kehadiran internet segenggaman kita mendorong munculnya industri kreatif diberbagai bidang. Selain kemunculan media social yang mudah dan murah, kehadirannya juga memudahkan orang untuk belajar lebih jauh. Wedha pasti tidak menyangka sampai sebegitu meluasnya WPAP berkembang saat ini. Facebook, twitter sampai youtube banyak menampilkan hasil-hasil karya desain ini sekaligus juga dengan mudah kita mendapatkan tutor dan referensi bagaimana mempelajari WPAP dari berbagai praktisi yang sudah terjun sebelumnya. Kalau mau lebih intens, ikuti saja salah satu komunitas di media social tersebut, atau juga komunitas di kota yang kita tinggali, mereka dalam kurun waktu tertentu aktif menyelenggarakan pameran hasil-hasil karya para angotanya. Hasil-hasil pameran serta gambar yang di upload di internet tersebut adalah cara yang paling mudah belajar terutama membandingkan satu dengan yang lainnya, gaya yang dimiliki oleh setiap perupanya dalam menajamkan Aksen tertentu hingga penggunaan warna dalam menerapkan efek kedalaman sebuah dimensi.

—————Kepenasaran Ini lah yang akhirnya membuahkan keputusan, sambil menunggu Kakak Nadya mempelajari software tersebut disela kegiatan bimbelnya, buku itu Aku tarik kembali dari raknya, dipinjam sebentar, hehehe …

 

Teknis

—————Bila dicermati, konsep dasar WPAP memiliki persamaan dengan photography. Di dalam seni memotret cahaya menjadi faktor penentu seperti yang sering dikatakan Darwis Triadi (Salah satu pakar dibidang photography) memotret adalah melukis cahaya, sehingga sebuah nilai photo bisa dikatakan menarik bila dapat dengan tepat menangkap cahaya dan menghadirkannya dalam sebuah komposisi yang seimbang dan enak dilihat. Pasti tentunya harus sesuai dengan kondisinya tanpa ada efek samping rekayasa yang dibuat-buat. (Darwis sendiri paling anti merekayasa setiap hasil karya-karyanya). Memiliki depth of field atau yang sering disebut kedalaman gambar.

—————Di WPAP ruang-ruang itu ternyata jadi kunci. Ruang kedalaman dihadirkan melalui pemilihan warna-warna tertentu. Warna yang cenderung pop-art biasanya warna pastel atau warna-warna dasar pembentuk. Bahkan Wedha sendiri menghindari warna persis seperti aslinya. Cenderung cerah dan berani . selain mengharamkan garis lengkung, keterwakilan sebuah dimensi di hadirkan dalam sebuah kotak garis lurus bersegi-segi. Singgungan dari kotak-kotak itulah yang nantinya akan bertautan menjadi sebuah tone warna membentuk bidang rupa dari sebuah gambar. Syarat yang penting lagi katanya, setiap titik perpotongan atau ujung dari sebuah kotak harus dipastikan bertemu. Wedha memastikan teorinya kalau perpotongan itu tidak bertemu disitulah kelemahan WPAP-nya dalam desain itu. karena kebanyakan proses penggambaran melalui tracing Photo yang sudah jadi, dukungan hasil jepretan photo yang bagus juga mendukung dalam penyusunan bidang-bidang vektoral dalam proses pengerjaan WPAP. hasil photography yang menggunakan kamera DSLR tentu akan lebih baik (Disukai) ketimbang yang lainnya. Walau tidak wajib, zooming resolusinya biasanya tidak pecah hingga kita bisa dengan mudah membedakan efek kedalaman yang kita inginkan.

coreldrawnya

Corel X3, cukup lah …

—————Berdasarkan pengalaman netizen WPAP, menggambar tokoh yang sudah dikenal luas tentu lebih memudahkan, sepertinya. Karena keputusan untuk berhenti menggambar lebih cepat. Tokoh yang telah dikenal tentu lebih dulu banyak diingat oleh khalayak, mimiknya, Aksen kuat di wajah atau penampilannya serta ciri khas yang menjadi ikon di tokoh tersebut sehingga hanya dengan beberapa sentuhan saja bila sudah bisa mewakili tokoh itu selesai sudah, tinggal menambah ornamen tambahan untuk memperkuat latar belakang si tokoh. Tapi tentu merupakan tantangan tersendiri dan tentu tidak mudah bagi kita yang baru mencoba mendesain dengan diawali bukan tokoh terkenal. (Rumus ini nggak pasti sih, hanya dialami penulis saja) bagi kita yang mendesain tentu tantantangan terberatnya harus mirip sekali tapi tetap, gaya pop-art WPAP nya melekat.

taylor_swift_in_wpap_by_fajryalfatih-d86tlqp

Taylor Swift

—————Hal lain, bila kita cermati satu persatu sampel yang ada, tidak semuanya sebenarnya mewakili WPAP murni “ngotak”, ada beberapa yang hanya baru berpindah dari gambar tracing biasa menuju kearah wpap, sangat terlihat begitu hati-hati dalam pemilihan warna yang masih lunak tidak meledak-ledak bahkan masih belum percaya diri mengkotaknya akhirnya masih terjebak seperti menggambar biasa, tidak ada bedanya. Sedang WPAP yang dikehendaki Wedha cirinya jelas : kotak dan warna yang berani serta cerah dalam memilih warna juga tegas dalam menarik garisnya. Apalagi ada beberapanya jadi aneh penampakkannya. Lucunya di blog mereka mereka memberi judul artikelnya tutorial WPAP, dengan tahapan-tahapan yang lucu tadi ditampilkan dengan percaya dirinya bahwa itu adalah WPAP. Tapi banyak juga sudah betul-betul menunjukkan kelasnya. Tidak menyalahkan tapi hanya sekedar koreksi bagi kita agar lebih tepat dalam mencari referensi.

Ternyata . .

—————Terus terang, awalnya dengan latar belakang sketching pensil atau spidol yang sudah terbiasa, serta sering mendesain graphis dan ilustrasi keinginan klien untuk keperluan banyak hal, walaupun tidak jago-jago amat dan hanya hobby, dalam hati sepertinya ini mudah dikerjakan, apalagi proses purwa rupanya dilakukan dengan cara tracing dari photo yang asli, terus menggunakan perangkat lunaknya Corel Draw, “ wah kayanya enteng nih .. “. Persoalan software sebenarnya tidak ada kekhususan, bila sudah terbiasa dengan Photoshop ataupun Illustrator sah-sah aja. Kebetulan saja Corel Draw agak familiar dan terbiasa dipergunakan sehari-hari, sehingga memudahkan dalam proses kreatif nantinya. Keputusan untuk memilih photo sibungsu anakku Nayla Siti salma pun di awal terpikir sepertinya akan lebih mudah apalagi kwalitas photo Dslr Nikon kemarin menggunakan Raw data dengan resolusi tinggi serta pencahayaan yang lumayan baik.

complicated-1

Complicated …

—————Kenyataannya, ketika untuk pertama kalinya berhadapan dengan layar komputer serta photo sudah terpampang di Corel Draw agak sedikit gamang juga, sedikit tersenyum dengan kondisi aneh ini karena ekspetasi yang tinggi dan berharap hasilnya nanti seperti contoh-contoh yang selama ini jadi bahan pembanding jadi buyar. Pengalaman mendesain dengan pola baru yang unik ini jadi sedikit agak berkeringat antara “masa sih ngga bisa” berbanding dengan minim teori dan praktek yang benar-benar baru. Belum lagi berpikir nantinya secara keseluruhan jadinya seperti apa, Untuk menentukan mengawali apa yang harus pertama-tama digambar saja perlu trial and error berkali-kali bulak-balik tidak yakin dan “koq seperti ini hasilnya, hah !”. apalagi langkah berikutnya menyambungkannnya dan memilih warna. Salut juga mereka yang telah berhasil.logobhayo

—————Sebagai contoh saja menggambar mata. Ternyata dalam WPAP mata menjadi fokus utama di hampir semua karya. Setiap orang punya ciri khas yang menjadi penegas, salah satunya adalah mata. Kesempurnaan menggambar mata sesuai dengan gambar aslinya ternyata sudah sama seperti separuh jalan menyelesaikan WPAP ini. Tetapi masalahnya semuanya harus digambar dengan garis lurus, ditambah permainan pemilihan warna harus tepat. Karena Mata menempati fokus utama akhirnya awal dari semua kebengongan itu berakhir. Dibutuhkan waktu lama juga untuk benar-benar menyelesaikan objek yang satu ini. Bayangkan (ini jangan di tiru) karena semangat ingin hasil sempurna, sampai butuh waktu lebih dari satu hari hanya untuk menyelesaikan dua buah mata termasuk kelengkapannya apalagi cahaya di dimata Nayla dengan kelopak mata yang tebal jadi kesukaran sendiri, sampai-sampa bertekad, bikin janji (Sedikit nyerah), Apabila mata tidak beres juga, tidak akan tergoda menggambar objek lanjutannya. Dan memang konsisten hingga melebihi satu hari. (Walau belum terlalu puas juga hasilnya).

—————Tantangan demi tantangan pada bagian-bagian selanjutnya terus coba di keureuyeuh diselesaikan , dan akhirnya memang menjadi keasyikan tersendiri hingga terkadang lupa waktu. Kesulitan sebagai pemula terus menghadang, tidak hanya mata, Hidung dan bibir terutama gigi menghadang, cukup menyulitkan juga bila aturan mainnya harus digambar garis lurus apalagi memberikan kedalaman dibidang datar pada bagian pipi, dahi serta dagu disitulah coba dan gagal terus diupayakan melalui tarikan garis-garis simetris yang mulai bermain dengan warna-warna khas WPAP. Walau terkadang mesti bulak-balik mencari perbandingan juga dengan desain yang sudah ada. Hingga akhirnya proyek pertama inipun jadilah seperti gambar diawal tulisan ini. Masih malu-malu menabrakkan warnanya, cenderung hati-hati menghindari ke tidak miripan wajah aslinya serta tentu banyak yang harus dibenahi sana-sini. Dan ini jadi pelajaran pertama yang berharga. WPAP Ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

nayla-copy

Tambah Font menarik , jadi ngeblend .. Tapi, perasaan belum Wedha’s banget yah .. hmmm .. apanya yah ??

—————Sebagai pemula yang mulai tergoda WPAP, tentu dibutuhkan kesabaran serta ketekunan yang tinggi untuk hasil yang diinginkan termasuk memahami dan menyesuaikan dengan aliran ini. Kalaupun nanti melebar kea rah pop art yang lainnya tentu proses kreatif biasanya tak pernah berhenti dan terus berevolusi sesuai dengan kreatifitasnya. Sekali lagi, WPAP memang tidak mudah, walaupun bagi yang mau tekun tentu kesulitan ini dapat menjadi tantangan tersendiri untuk menemukan formula khususnya. Tentu dengan tak pernah berhenti berkarya menghasilkan desain dengan tokoh-tokoh lain dengan bentukan lain dan tentu bisa memuaskan si pencipta, penikmat terlebih bisa fungsional.

Impian Indonesia

—————Abdul Rasyid, atau lebih dikenal Wedha, dibagian akhir bukunya : “Wedha & WPAP, Wedha’s Pop Art Potrait, Pop Art Asli Indonesia” tetap merasakan belum puas dan masih menyimpan impian dan kegelisahan berkaitan dengan WPAP. Kegelisahan itu adalah, kenapa setiap kali kita bicara pop art hanya nama-nama itu yang muncul ke permukaan. Kapan nama orang Indonesia muncul disana. Impiannya suatu saat WPAP ini bisa Berjaya di pentas dunia dengan mengusung nama Indonesia. Paling tidak harapannya bila kelak beliau tiada akan ada penerus yang melanjutkan dan mewujudkan impiannya, atau menurutnya lebih tepat Impian Indonesia. Kemungkinan lainnya, dengan mempelajari dan memahami gaya ini, akan terbuka peluang yang luas bagi setiap orang untuk bisa menemukan terobosan- terobosan baru dalam melukis potret khususnya, dan dunia seni rupa pada umumnya.

Harapan Wedha ..

—————Seperti Wedha yang terus menerus mengupayakan dan menyebarkan inspirasi ini lengkap dengan segala kredo dan tutorial kepada semua orang. Tulisan sederhana inipun secara khusus dipersembahkan kepada Wedha sebagai pengakuan dan penghargaan pribadi penulis akan kekaguman karya fenomenalnya serta orang-orang yang tertarik menggeluti dan terus mengembangkannya. Bersamaan dengan dikembalikannya buku Nadya itu ke raknya, tulisan ini juga untuk menyemangati anak-anakku Nadya dan Nayla, agar terus kreatif dengan hobby yang membuat gairahnya selama ini, mencari passion-pasion positif dan bertanggung jawab lain yang belum tergali. Paling tidak kretifitas ini dapat mengobati kegalauan yang cenderung jadi trend saat ini di usianya. Seperti juga yang kita diskusikan bersama Bunda beberapa hari yang lalu (BhayoSemerOe |Cjrh| MekarIndah35| 02.26/ 27Nov2014) █.

 

 


Hikmah di Balik Hijrah Nabi : Optimisme dan Perjuangan

2


Momentum Sukses Kompetisi Panjat Dinding Dewadaru dan Ironi, di Tebangnya Climbing Wall Kami

Rudi Kurniawan

MELAWAN LUPA | Emosional, barangkali situasi itulah yang terasa ketika ada niatan mengupas kembali kesuksesan dan gairah kegiatan Kompetisi Panjat Dinding Dewadaru (Kpdd 1 dan 2). Betapa tidak, mengurai kompetisi ini, mau tidak mau wacana pembongkaran salah satu property kebanggaan Dewadaru, dan mestinya juga sekaligus kebanggaan Kampus Stmik “Amik Bandung” itu jadi wajib juga dibahas kembali runtutan kejadiannya. Apa penyebab dan keganjilan di “tebang”nya itu semua. Agar artikel ini berimbang, memang memerlukan kesabaran dan waktu agak sedikit lama dan ternyata tidak mudah untuk mengkonfirmasi satu persatu pelaku sejarah pada waktu itu. Hampir semua anggota Dewadaru dimintai keterangannya, Panitia yang terlibat, Kontraktor yang membangun papan panjat tersebut dan tentu yang terhormat Para regulator di Lembaga Kampus. Dari inisiator peubuhan sampai eksekutor lapangannya. Bagi saya ada yang menarik, ketika memulai konfirmasi ke Bidang Kemahasiswaan dan kebetulan dulu saat peristiwa berlangsung hingga saat ini yang bersangkutan masih menjabat, ada statement awalnya yang seolah-olah mau meng-afirmasi kenyataan sesungguhnya. Katanya; “Dasar perubuhan waktu itu, satu: tidak di maintenance (Khawatir rubuh), Dua: Terjadi gempa dan ada kerusakan fisik (lantai retak). Pandangan ini memang dari kacamata awam Kang ..”. kemudian dalam email yang lain Rudi Kurniawan juga mengatakan, “Harapan saya, mudah-mudahan hal ini tidak akan menjadikan polemik masalah kembali ..”. Coba cermati pernyataan itu !.

Saat Pelaksanaan lomba KPDD-2 (2004)

————Di era tahun 90 hingga 2000-an, bahkan mungkin hingga saat ini, merupakan sebuah kebanggaan bila keberadaan sebuah perguruan tinggi  selain memiliki organisasi pencinta alam atau penggiat kegiatan alam bebas juga memiliki papan panjat (Climbing Wall). Betapa tidak, keberadaannya yang mencolok, tinggi menjulang mudah sekali menjadi perhatian orang untuk berpaling dan menengok keberadaannya. Apalagi bila ditambah dengan desain grafis artistik, bisa berupa graffiti ataupun mural yang khas merupakan  daya tarik seni tersendiri sekaligus mencerminkan jati diri kampus serta organisasi pencinta alamnya. Terlebih bagi para sponsorship. Jadi jangan heran bila ada stigma, Kampus yang memiliki papan panjat  mudah dikenal dan gampang menggaet calon mahasiswa baru, paling tidak kredibilitas kampusnya terangkat.

4

Samar-samar di belakang barudak ‘D’ terlihat penampakkan Climbing Wall itu.

————Nah, percaya tidak, Kampus biru kita ini dahulu punya Climbing Wall lho !, dan Dewadaru pernah mengadakan Event kejuaraan besar atas keberadaan Papan panjat itu. Tapi apa lacur, kejuaraan yang mestinya berkelanjutan itu terhenti.  Climbing wall nya hanya dihargai bak seonggok besi tua tak punya makna, begitu terburu-burunya di tebang habis karena alasan yang sama sekali sulit dimengerti. Unsur politis-kah?, ada niat mengkebiri organisasi, karena keterdesakkan  tunjangan hari raya (THR) semata,  atau karena salah urus manajemen Kampus hingga mengorbankan asa, semangat dan etika organisasi civitas akademiknya sendiri. ?!

.

Kompetisi Panjat Dinding Dewadaru Dewadaru12 Ke Satu dan Dua
2

Duddy Hairurrizal dan Afdirawati “Ira” Sikumbang, saat memberi sambutan di pembukaan Kpdd-1

————Unit Spesialisasi di Dewadaru adalah merupakan pengelompokkan kegiatan operasional (Satuan Tugas) yang berisikan anggota-anggota Dewadaru yang memiliki minat lebih terhadap kegiatan khusus (Spesialisasi). Dewadaru sendiri hingga saat ini baru memiliki 4 (empat) Unit Spesialisasi yaitu , Susur Pantai (SP), Hutan Gunung (Hage), Rock Climbing (RC) dan Caving (Cave).  Di era 2001, dalam kepengurusan DP  XII, yang di ketuai  Andi Lio Laya (D-090-JC), ketika  Koordinator Unit Spesialisasi Rock Climbing (RC) waktu itu di komandani Tatang Bachtiar (D-091-JC), Di bulan Juni Dewadaru pernah menorehkan prestasi yang bagi kami tergolong besar dan sangat membanggakan. Betapa tidak, Dewan Pengurus saat itu serta kepanitian yang dibentuknya berani dan percaya diri mengawali nama kegiatannya dengan hitungan (Penomoran) berkelanjutan dibelakang namanya. Kompetisi Panjat Dinding Dewadaru (Kpdd)-1 yang diketuai oleh Duddy Hairurrizal (D-094-HK), sayang saya sudah berkali-kali menghubungi, tidak tersambung terus dengan sang Ketua ini untuk meminta konfirmasinya. Kepengurusan dan Panitia saat itu pasti sudah berpikir panjang apa maksud dan rencana tujuan selanjutnya dan kenapa kegiatan ini disebut ke-Satu.  Apalagi Kpdd-1 ini cakupan wilayahnya tidak hanya Kota Bandung tapi se Jawa Barat.

 

Tatang

Tatang Bachtiar

————Menurut Tatang, yang waktu itu juga menjabat Wakil ketua Panitia, awalnya karena kejuaraan ini supaya resmi, hendak dikelola secara professional dan tidak dianggap amatiran, perlu kiranya melakukan pembicaraan awal dengan organisasi induk yang menaungi spesialisasi ini yaitu Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Kebetulan pada waktu itu Pengurus Cabang Kota Bandung memiliki agenda sedang mencari peringkat untuk urutan di tingkat nasional di kategori tingkat kesulitan putra dan putri se Jawa Barat. Maka berdasarkan pembicaraan panjang panitia dan Fpti Pengcab Kota Bandung, terjalinlah kerjasama ini.

————Federasi ini memang dikenal sering melakukan kerjasama-kerjasama dengan organisasi Pencinta Alam dan sejenisnya. Selain menjadi agenda rutin federasi nantinya, kegiatan ini juga sekaligus dijadikan ajang untuk mencari bakat-bakat baru atlet Panjat dinding untuk diorbitkan menjadi atlet nasional. Momentum inilah yang dimanfaatkan Tatang dan Ketua bersama kepanitiaan yang dibentuknya serta melihat model kompetisi yang sering dilakukan oleh Fpti selama ini berjalan dengan baik maka, menjadi percaya diri bahwa kegiatan ini dapat berlanjut dan berkesinambungan. Dan itu terbukti, seperti apa yang akan dijanjikan Fpti. Kompetisi inipun rencananya akan menjadi agenda kegiatan rutin federasi, sehingga  bantuan teknik, penjurian sampai  dengan pengelolaan peserta dibantu sepenuhnya federasi, termasuk kerjasama penyediaan trophy yang disediakan. Waktu itu Kpdd-1 sepakat memperebutkan piala Gubernur Jawabarat, Walikota Bandung dan Piala Koni Jawa Barat. Selebihnya Piala dan sertifikat dari Dewadaru sendiri.

————Sebagai pemula dikegiatan ini ada kebanggaan tersendiri, menurut Tatang lanjutnya, Fpti dan peserta mengakui Dewadaru dianggap cukup sukses mengadakan kompetisi ini, apalagi ketika itu kompetisi inipun dijadikan sebagai ajang silaturahmi sekaligus promosi. Dari segi kegiatan maupun target pesertanya juga melebihi kapasitas. Terbukti dari antusiasme pesertanya beragam  datang dari berbagai kalangan organisasi pencinta alam, baik dari kalangan Sekolah Menengah Umum, organisasi umum bahkan hingga perguruan tinggi. Tercatat ada sekitar 80 (Delapan Puluh) peserta  meramaikan kompetisi ini yang dilaksanakan dipelataran parkir kampus selama 2 (Dua) hari penuh dari tanggal 2-3 Juni 2001.

Aan

Muhammad “Aan” Isa Anshary

>>>>>>>Dari segi pengumpulan dananya pun terbilang cukup berhasil. Muhammad “Aan” Isa Anshary (D-072-WB) dibantu Afdirawati “Ira” Sikumbang (D-093-HK) cukup piawai dalam mengelola proposal dalam mendatangkan Dana segar dari para sponsorship.  Diantaranya Daktarin yang bersedia menjadi sponsor utama, memberikan sumbangan dana 60 (enam Puluh) prosen dari total anggaran panitia yang dibutuhkan, sisanya di support oleh Rokok Djarum, T-Shirt exslusif, Produk minuman Coca cola, Perlengkapan Outdoor Bivoac, bahkan beberapa institusi seperti Koni kota Bandung, Koni  Jabar, hingga Media harian Pikiran Rakyat, Tribun, TVRI  serta Gubernur dan Walikota ikut juga berpartisipasi. Tentu dengan banyaknya fihak yang membantu, kegiatan ini jadi tidak bermasalah dari segi biaya yang dibutuhkan untuk menutupi seluruh kegiatan operasional. Ketika ditanya jurus-jurus apa yang dipakai hingga berhasil menggaet sponsorship sebegitu banyak, Aan hanya merendah. Dia katakan “ trik khusus nggak ada, kebetulan saja semuanya waktu itu momentum-nya pas dengan promosi produk...”.————

————Selang 3 (Tiga) tahun kemudian, Bulan April tahun 2004, pada masa periode DP XIII (Afdirawati/Ira), karena sudah menjadi agenda rutin Fpti dan memiliki tanggung jawab melaksanakan lanjutannya. Mengekor kesuksesan Kpdd sebelumnya, Dewadaru kembali mengadakan Kpdd untuk yang kedua kalinya. Saat itu dikomandani Deni “Dombleh” Andrakila (D-100-ER). Skala dan sasarannya kali ini diperluas. Seperti Kpdd sebelumnya, Pengurus sekali lagi mendapatkan titipan dari panitia penerimaan mahasiswa baru (PMB) Kampus Amik Bandung agar kegiatan ini juga sekaligus dijadikan sarana promosi kampus, setidaknya para calon mahasiswa yang pada saat itu akan menyelesaikan SMU dikelas tiganya, terutama yang ada didaerah bisa terjaring nantinya. Berdasarkan sasaran tersebut, Kpdd-2 memperlombakan tingkat kesulitan Putera/I se Jawa dan Bali, tapi hanya untuk kelompok umur dibawah 17 tahun dengan sasaran SMU dan SMK sederajat termasuk masyarakat umum.

 

denie

Deni “Dombleh” Andrakila

————Menurut Tatang Bachtiar lagi, yang pada saat Kpdd-2 kala itu dipercaya menjabat Dana Usahanya. Masalah klasik sempat muncul, Waktu pelaksanaan sempat dimundurkan dari jadwal yang ditetapkan karena ada pos-pos dana yang belum turun, tapi “Alhamdulillah..”, lanjutnya akhirnya menjelang kompetisi akan digelar banyak sponshorship yang siap dan bergabung juga, diantaranya : Extra Joss, Coca cola, C59, Dari Gubernur Jawa Barat serta Bapak Wali kota. Koni Jawa Barat juga tak ketinggalan. Dari penerimaan uang pendaftaran juga terbilang besar dan cukup membantu. Walau belakangan sempat rada minus juga karena pada saat pelaksanaan berlangsung, masalahnya banyak pencairan dana yang disepakati baru cair setelah kegiatan usai dilaksanakan, terlebih banyak Kategori, banyak juga hadiah yang mesti disiapkan. Tetapi Kompetisi ini, dari segi pelaksanaan yang berlangsung selama 4 hari dan peserta yang ikut serta berjumlah 130 orang terlihat lebih sukses dan lebih meriah dari Kpdd sebelumnya dan tetap sesuai target.

Dibangunnya Climbing Wall

————SSebenarnya, rangkaian sukses Kpdd-1 dan 2 serta kepercayaan diri panitia pada saat itu untuk mencetuskan kompetisi ini serial dan diharapkan dapat dilanjutkan oleh para anggota Dewadaru berikutnya dimasa mendatang tak lepas dari peran sentral Climbing Wall. Pada waktu itu walaupun tidak megah tapi Dewadaru dapat berbangga telah memiliki Papan Panjat sendiri apalagi pada masa itu belum banyak organisasi sejenis kita yang berada dalam naungan perguruan tinggi memilikinya. Lembaga juga tentu dapat berbangga diri karena letaknya persis didepan kampus berdiri megah sehingga menimbulkan image tersendiri bagi siapapun yang melihatnya. Terutama para pengendara yang melintasi Jalan Jakarta. Kebanggaan lain pun datang dari para peserta pada saat kompetisi. Terlebih digunakannya papan panjat ini oleh Fpti dalam kompetisi tersebut ini menandakan bahwa Climbing Wall yang kita miliki tentu telah memenuhi standard kwalifikasi yang telah ditentukan. Baik untuk kelayakan sebuah sirkuit panjat dinding maupun keberadaan papan panjat itu sendiri dari segi konstruksi, Tingkat Kesulitan dan safety procedure bahkan usia pakai tentunya.

andi

Andy Lio Laya “Safaraz”

————Benar seperti apa yang diutarakana oleh Aan diatas, Momentumlah yang akhirnya membuat semua impian itu dapat terwujud. Situasi kondusif yang tengah berlangsung di lembaga Kampus serta jerih payah Dewadaru dalam membentuk kepanitian pengajuan pembuatan papan panjat yang dimotori Aan, Tatang dan rekan-rekan di Dewan Pengurus XII (Andy Lio Laya) rupanya berbuah manis dan berhasil meyakinkan lembaga. Ditahun 2001 berdirilah Climbing wall Dewadaru yang merupakan Hibah dari Kampus untuk dipergunakan sebaik-baiknya guna menunjang kegiatan Organisasi. Biaya yang digelontorkan kampus pada waktu itu sebesar Rp. 22,5 (Dua Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Menurut Tatang, Dana tersebut sekitar  Rp. 13,5 (Tiga Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)  untuk pembangunan konstruksi,papan panjat serta poin-poin panjatnya sedangkan sisanya sebesar Rp. 9 (Sembilan Juta Rupiah) di peruntukkan untuk peralatan pemanjatan seperti tali kernmantle, sling, prusik, carabiner, sepatu panjat dan lain sebagainya sejumlah 2 (dua) Set.

Anung

Anung S. Nugraha

>>>>>Anung S. Nugraha (D-037-PB) punya cerita tersendiri mengenai pembangunan awal konstruksi papan panjat itu. Menurutnya, Pada saat pengajuan awal proposal, Dewadaru telah mengajukan beberapa alternatif kontraktor pembuat papan panjat yang sudah mumpuni, dipercaya dan memiliki kredibilitas dibidangnya. Terbukti dibeberapa Kampus mereka sudah membangun banyak Climbing Wall bahkan sampai diluar kota Bandung dan di luar pulau Jawa. Yang pertama adalah Kang Teddy Skyger, Praktisi Panjat jebolan sekolah Skyger yang juga berbisnis papan panjat, Kedua adalah Oben Bivouac, salah satu pengusaha outdoor gear dan dikenal sebagai pionir awal pembangun papan panjat di Bandung ini. Tentu proposal telah dilampirkan beberapa gambar serta data-data teknis yang bisa dijadikan acuan pengambilan keputusan. Beberapa presentasi malahan sempat diadakan di lingkungan intern kami dalam proses pembuatan dan penyusunan proposal awal.

>>>>>Tapi entah kenapa, Tiba-tiba fihak kampus menurut Anung lanjutnya, lebih memilih kontraktor yang bukan kami ajukan. Diam-diam Kampus yang dimotori Mas Bemi (Alm) telah memilih Rock Spider Sarijadi sebagai kontraktornya. Sudah tentu Dewadaru tidak bisa berbuat apa-apa, regulasi, dan dana ada difihak kampus untuk menentukannya. “Jadi Dana yang disodorkan ke Dewadaru hanya konfirmasi tembusan mas Bemi saja..” menurut Tatang, juga senada dengan Anung. Entah berapa dana aslinya untuk pembuatan dan set perlengkapan tambahannya kami sendiri tidak tahu persis, yang disampaikan, sebesar itulah dana yang dikeluarkan”, Katanya. Pada saat itu Dewadaru sebenarnya agak sedikit kecewa dengan penunjukkan itu, Terus terang bagi kami Rock Spider pada saat itu masih awam, apalagi setahu kami saat itu karyanya baru satu buah yaitu ditempat Basecamp nya itu sendiri. Rock Spider sendiri adalah komunitas Pencinta Alam di lingkungan Komplek Sarijadi Bandung yang kebetulan sama dengan tempat tinggalnya Mas Bemi. Anung sendiri (termasuk saya-Pen) tinggal di komplek tersebut. Beberapa anggotanya memang pengurus Fpti. Barangkali pertimbangan itu juga yang dijadikan Almarhum memilihnya. Tapi karena euphoria akan memiliki Wall Climbing idaman, Kami setuju saja, lagi pula kami berkeyakinan penuh Kontraktor Rock Spider tentu tidak akan main-main membangun sebuah Papan Panjat. Seluruh konstruksi, daya tahan serta kekuatannya pasti telah dipikirkan dengan sangat teliti dan professional. Membangun Climbing Wall memang membangun kredibilitas, dan kami meyakini Mas Bemi sebagai perwakilan yang dipercaya kampus tidak asal memilihnya.

Afrizal

>>>>>Bang Afrizal, salah satu pemrakarsa berdirinya Climbing Wall ini yang pada saat itu menjabat sebagai PUDIR (Pembantu Direktur) III Kemahasiswaan dibantu Mas Bemi sebagai asistennya, bercerita banyak Ketika dimintai konfirmasinya. Ketika saya tanyakan apakah dana yang dikeluarkan untuk Papan panjat itu merupakan Hibah untuk Dewadaru ?. Menurutnya sebenarnya secara langsung tidak, Secara struktural karena Dewadaru merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa, serupa dengan Resimen Mahasiswa maka Kedua Oragnisasi tertua di Kampus ini tetap berada dibawah naungan SEMA (Senat Mahasiswa). Walaupun diakuinya keduanya secara khas, operasional, merupakan organisasi Independen karena memiliki induk organisasi diluar kampus. Makanya ketika didalam rapat-rapat awal rencana pembangunan papan panjat itu, Lembaga tidak hanya mengundang perwakilan Dewadaru saja, tapi Senat juga banyak dilibatkan. Afrizal ingat betul ketika itu yang menyiapkan Dana adalah Ibu Lilis Diana (Bagian Keuangan Kampus).

>>>>>Ketika papan itu selesai, penyerahannya sendiripun diserahkan kepada Senat yang dihadiri seluruh UKM nya termasuk Dewadaru  untuk dikelola sebaik-baiknya guna menunjang kegiatan kampus. Memang pada Akhirnya Senat Mahasiswa menyerahkan sepenuhnya pengelolaan, penggunaan dan pemeliharaan ke fihak Dewadaru karena Kompetensi dibidangnya. Termasuk seluruh peralatan pendukungnya. Situasi kondusif, semua bisa bekerja sama dengan baik dan  saling membangun yang ada pada saat itu memang jadi momentum akhirnya dapat berwujud dengan baik. Dukungan paling besar justru datang dari Direktur Amik yang kala itu dijabat, Bpk. Yusuf serta pembantu-pembantu Direkturnya seperti Bpk. Afrizal, Bpk Solikhin serta Alm. Mas Bemi juga tak kalah hebatnya memberikan support baik dalam pembangunan papan panjat maupun pada saat kompetisi dilaksanakan. Tidak fair bila kami juga tak menyebutkan fihak-fihak lain yang waktu itu benar-benar terlibat membantu, Tak ketinggalan juga bantuan yang tulus para mahasiswa/i yang tergabung dalam Unit-unit kegiatan Mahasiswa yang ada seperti; Senat, Resimen Mahasiswa, Himatif, Himmif serta DKM Mesjid juga turut serta membantu berdirinya papan panjat sekaligus bergabung mensukseskan Gelaran Kpdd tersebut. Rindu juga yah Ririungan seperti ini.

kompetisi

Kompetisi Panjat Dinding Dewadaru II Se-Pulau Jawa 28 April – 1 Mei 2004

————Terselenggaranya Kpdd-1 dan 2,  yang akhirnya dijadikan Dewadaru menjadi niatan awal merintis program kerja berkelanjutan. Ini merupakan sebuah jawaban awal re-aktif terima kasih kami Dewadaru dengan telah berdirinya papan panjat tersebut. Hal tersebut juga sekaligus memfungsikan salah satu perannya dalam membantu promosi Kampus yang kebetulan juga pada saat itu menjadi salah satu program titpan yang diberikan kepada kami.

.

Tiba-tiba di Tebang “Si Raja Tega”

————Di penghujung tahun 2009, ketika seharusnya suasana selepas Rhamadlon Iedul Fitri itu membawa kehangatan dan silaturahmi. Bagai petir disiang bolong, Dewadaru dikejutkan dengan berita bahwa Papan Panjat ada yang membongkar. Situasi jadi tambah memanas bahwa pembongkaran ternyata dilakukan oleh lembaga sendiri yang waktu itu katanya mengatas namakan Bagian Kemahasiswaan yang baru berganti, dijabat dan dimotori Bpk. Rudi Kurniawan beserta Asisten barunya yaitu Rachmat. Sangat cepat, rapih tak berbekas dan sungguh tergesa-gesa. Tanpa ada pemberitahuan dan konfirmasi sedikitpun. Kami sangat berterimakasih kepada Iman “Badjra” Robiansyah (D-105-LA) dengan sigapnya mengambil beberapa tindakan setelah mengetahui keterperanjatannya itu dan sadar bahwa Climbing Wall memang benar-benar nyata dan telah tiada.

Iman

Iman “Badjra” Robiansyah

————Menurutnya, ketika sore itu dia mendatangi kampus seperti sore-sore biasanya, Iman yang memang pada saat itu masih berstatus AMD (Anggota Muda Dewadaru) dan masih aktif kuliah adalah jebolan terakhir Diklatsar XIII. Ketika dia beristirahat duduk termenung didepan halaman kampus depan untuk sekedar ngopi sebelum dia mendatangi Basecamp di belakang awalnya biasa saja. Tapi menurutnya koq ada yang aneh yah dengan situasi lengang dihadapannya. Tiba-tiba benar saja, menurutnya dia benar-benar terperanjat dengan apa yang dia lihat didepan matanya. Papan Panjat lenyap! Bagai ditelan bumi seperti sebuah kerjaan ilusionist, tidak ada sisa sedikitpun, professional, rapih tak berbekas. Terang saja Iman kala itu kalang kabut, pikirannya bercampur aduk ada apa gerangan serta bagaimana dia harus menkonfirmasikan kejadian yang baru saja diliatnya ke Rekan-rekan Dewadaru lainnya. Sempat dia menanyakan ke beberapa orang yang ada disana; satpam, pegawai kampus, pedagang yang mangkal disana, jawabannya seragam. Tidak tahu dan ini urusan lembaga katanya. Makin dibuat pusing saja Iman. Tak lama kemudian lanjutnya, dia secepatnya menghubungi para senior melalui handphonenya untuk segera datang dan menindak lanjuti temuannya itu.

rahmat

Rachmat Cavalera

 

————Kesimpulan awal waktu itu, ini memang sengaja dirubuhkan. Siapa pelaku perubuhan?, jelas lembaga. Siapa orang yang paling sentral?  info mengerucut pada Pak Rudi dan Rahmat dan pertanyaan yang paling mendasar dan merasa dipermainkan, koq tidak ada pemberitahuan yah ke Dewadaru? . Beredar khabar dari Rachmat dan ini membuat berang Iman yaitu pengakuan Rachmat yang merasa telah menyampaikan pemberitahuan itu kepada Iman. Padahal waktu itu diakui Iman ia tengah mengikuti sekolah Panjat Tebing Skyger di Citatah. Yang lucunya, pengakuan ini terus dipertahankan Rudi sampai dengan saat ini kasus diangkat lagi di media sosial, bahwa surat pemberitahuan telah disampaikan kepada Iman yang saat itu tengah menjabat Ketua DP. Sehingga perubuhan menurutnya sah dan telah diketahui. Kenyataannya ini Bohong besar. Catatan saya, Waktu itu Iman masih sebagai AMD, dan tidaklah mungkin AMD menjadi Ketua DP, sedangkan Ketua DP XVII yang sebenarnya pada saat itu adalah Tommy Wijaya (D-095-WH). Iman sendiri baru menjadi Ketua di tahun 2011/2012 ketika dia diberikan tugas melanjutkan DP XVII estapet dari Kang Aditya (D-003-PRS). yang pada saat itu diberikan tugas mengambil alih dari kevacuman panjang  kepemimpinan Tommy yang telah menamatkan  kuliahnya dan pulang ke Pagar Alam, Palembang.

6

Nanang Nugraha

————Seperti ingin menguatkan keabsahannya, Rahmat kembali memiliki alasan lainnya, Menurut Iman, katanya waktu itu pembongakaran telah diketahui Oleh Nanang Nugraha (D-096-WH) yang berada ditempat pada saat papan panjat dirubuhkan. Lucunya, menurut Iman, ketika dikonfirmasi ke Nanang, Ia memang sesaat berada disana. Nanang mengakui ia sempat ditanya bahwa rangka papan panjat hendak dibongkar,  “sok we dibongkar mah ..” tapi ketika Iman menanyakan kembali kenapa Nanang tidak mencegah, bertanya atau melakukan tindakan apa-apa, Nanang yang katanya waktu itu ia tergesa-gesa hendak mudik, baru tahu dan sadar setelahnya. Ternyata dugaannya benar bahwa itu benar-benar di lenyapkan. “da sugan urangmah rek di benerkeun, di alusan deui ..”. lanjut Nanang yang kecewa juga pada saat itu. Dari Nanang kita tahu persis bahwa proses pembongkaran benar-benar cepat, tidak dibuka secara perlahan mur dan bautnya satu persatu, tetapi di potong “sadis” menggunakan las listrik.

————Rachmat memang sempat di Soft Screening oleh Dewadaru meminta penjelasan pasti tentang alasan-alasan tersebut. Karena tersudut, beberapa pengakuan sebenarnya memang terucap dan itu akan kami jadikan agenda. Kami sendiri menyadari, Rachmat walaupun sebagai eksekutor  lapangannya, kondisi jabatannya dilembaga sebagai stafnya Rudi untuk menjalankan tugas atasannya waktu itu memang jadi dilema untuk dilaksanakan seperti yang diakuinya, apalagi promosi jabatan tersebut baru dia dapatkan belum lama, sedangkan kedekatan dengan anak-anak Dewadaru sudah terjalin lama semenjak menjabat Satpam sebelumnya. Dari Rahmat lah kita mengetahui persis bahwa rangka besi papan panjat itu dijual secara loak di Jalan Bogor tak jauh dari kampus, hanya dihargai Rp. 1.500.000,- (Satu juta Lima Ratus Ribu Rupiah saja). Dan uang sebesar itu katanya untuk menutupi/dibagikan sebagai THR (Tunjangan Hari Raya) karyawan bagian Satpam, Cleaning service dan bagian umum. Menurut Iman dan anggota Dewadaru yang hadir, Rachmat sendiri meminta agar info ini minta dirahasiakan.

bogor

Jalan Bogor, Bandung. Habis sudah semuanya dijual disini.

 

————Pengakuan Rachmat tersebut juga di iyakan Kang Aditya (PRS) ketika saya meminta klarifikasi pernyataan Iman tersebut. tetapi anehnya ketika saya konfirmasi dan bertemu Rachmat kemarin untuk menanyakan kembali permasalahan tersebut pada saat itu, Justru jawabannya diplomatis. Rachmat tidak tahu menahu soal pembongkaran, tahunya sudah dibongkar, tidak pernah tahu besi itu di jual. Ketika saya konfirmasi ke Iman jawaban-jawaban Rachmat tersebut, “Wah, itu semua bohong besar Kang, mulai mengelak lagi dia..”. katanya dan Iman siap dikonfrontir guna mempertanggung jawabkan pernyataan semuanya itu.

————Akhirnya pada hari Kamis, 10 September 2009, waktu itu sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 Wib, diselenggarakanlah pertemuan antara Dewadaru dengan Lembaga. Kondisi memang sudah memanas. Beberapa anggota Dewadaru sudah tidak bisa menjaga emosinya, Denny “Platt” Setiawan (D-036-PB) sempat menggedor-gedor ruang lembaga diatas minta klarifikasi. Di pertemuan, Kang Aditya PRS juga sempat menggebrak meja dengan jawaban plinta-plitut lembaga, walau akhirnya kang Adtya sendiri bisa meredam rencana seluruh anggota Dewadaru yang pada saat itu berencana akan mengadakan Demo besar-besaran. “Akan terlihat tidak baik buat nama baik kampus” katanya ketika saya klarifikasi persoalan rencana demo tersebut. Rapat saat itu dari Dewadaru diwakili oleh : Adtya PRS, Agus Swak Widiana, Denny Platt, Ira HK (Afdirawati), Tommy Wijaya dan Iman “Badjra”. Sedangkan dari lembaga terlihat Pak Rudi Kurniawan (WK-3) dan staffnya Rachmat, Mas Solikin WS (WK-1) dan Ibu Lilis Diana (WK-2/Bag. Keuangan).

deni

Deni “Plat” Setiawan

————Dari Dokumen Notulensi pertemuan tersebut, serta Dokumen pemberitahuan awal tentang rencana pembongkaran Wall Climbing yang didapat penulis dari Pak Rudi. (Sayangnya Dokumen ini tidak pernah sampai dan di terima Dewadaru. tidak diketahui keberadaan Aslinya yang semestinya ada stempel dan tandatangan yang berwenang. Yang penulis terima hanya soft copynya berbentuk Pdf). Surat dari WK3 (Pak Rudi) yang bernomor: STMIK/090812/12-1/WK3, bertanggal 12 Agustus 2009, yang ditujukan kepada Ketua Dewadaru perihal Pembongkaran Wall Climbing, telah disepakati atas dasar hasil rapat dengan Pimpinan dan Bagian Umum yang memutuskan untuk membongkar fasilitas kegiatan mahasiswa yaitu Wall Climbing yang ada di halaman kampus STMIK ”Amik Bandung”, dengan alasan diantaranya :

  1. Sejak  Tahun  Akademik  2005/2006  s.d.  2008/2009  (selama tiga tahun)  Dewan Kepengurusan UKM Dewadaru dan kegiatan sudah non-aktif.
  2. Tidak ada pemanfaatan dan pemeliharaan terhadap Wall Climbing tersebut.
  3. Secara fisik telah terjadi kerusakan-kerusakan pada tali penyangga (bagian-bagian yang  terputus) dan  pondasi/ konstruksinya sehingga  menimbulkan kekhawatiran akan rubuh (dapat menimbulkan kecelakaan).
  4. Pelaksanaan pembongkaran direncanakan minggu ke empat bulan Agustus 2009.

————Terang saja Dewadaru, terutama yang hadir pada saat pertemuan itu dibuat berang dengan alasan-alasan Lembaga (WK3) itu. Selain surat pemberitahuannya tidak pernah kami terima, selalu berbelit-belit alasan yang dikemukakannya. Lihat saja dari salah menafsirkan ketua Dp yang sedang menjabat, sudah dikonfirmasikan ke anggota langsung katanya, malahan terakhir ketika kemarin saya coba konfirm lagi ke Rudi kenapa surat itu tidak disampaikan dengan enteng beliau menjawab “Kalaupun tidak tahu barangkali kurang koordinasi saja..”. yang menggelikan lagi pernyataan berbeda Rachmat ketika kemarin saya konfirmasi, waktu itu surat pemberitahuannya katanya sudah dia pegang, belum sempat dia berikan ke Dewadaru, Papan sudah ada yang merubuhkan, dia sendiri tidak tahu siapa yang merubuhkan apa lagi menjualnya. Pak Rudi dengan staffnya dulu dan kini saja saja berbeda. Sekali lagi ini kan menggelikan. Padahal Ketika selesai pertemuan dengan lembaga tahun 2009 waktu itu, karena penasaran dengan jawaban lembaga, kami sengaja memanggil Rachmat secara pribadi untuk dimintai pertanggung jawabannya khusus didepan Dewadaru. Tidak bisa mengelak, karena didesak terus akhirnya Rachmat mengakui banyak hal yang diluar dugaan kami. Itulah hasil dari Soft Screening diatas tadi.

wak

Kang Wak Widiana

————Tidak semua anggota Dewadaru memang senada, Agus  “Swak “ Widiana (D-011-KL) mencoba bijak, dengan perspektif yang berbeda menanggapi hal ini dan tentu ini sah saja, menurutnya, “ ..yang jelas saya ada disana bersama Kang Aditya (Prs)…nah pada intinya Dewadaru tidak setuju dengan pembongkaran itu, Dewadaru hanya mencari penjelasan yang sejelas-jelasnya dari lembaga. Jawaban yang didapat hanya menghindari dari terjadinya kecelakaan (bisi runtuh mendadak) karena pada saat itupun cuaca Bandung memang sedang hujan dan angin. Berita disana sini terjadi banyak kecelakaan runtuhnya pohon pohon besar. Kedua lembaga merasa bangunan itu sudah terlalu tua (besinya sudah berkarat). Ketiga, tidak adanya aktifitas penggunaan papan panjat tersebut itu saja. Barangkali kita bisa menyikapinya dengan bahasa yang lugas karena menurut saya walau itu digunakan oleh Dewadaru tapi kepemilikan barang itu adalah lembaga. Versi-versi yang berkembang di kalangan barudak bahwa kekuatan besi dan cor itu untuk gedung 5 tingkat saya nggak tahu dari mana alat ukurnya, intinya seperti itu. Boleh dikatakan uang hasil penjualannya pun Dewadaru tidak tahu karena mutlak milik lembaga, apakah lembaga ini akan mengganti yang baru atawa tidak saya pun tidak tahu.  Salahnya  Dewadaru tidak ada perjanjian hitam diatas putih bahwa papan panjat ini mutlak 100 persen milik Dewadaru, jadi secara hukum tetep aja kita lemah ..” . Saya sendiri kaget dengan pernyataannya ini, tapi setiap orang tentu punya pendapatnya sendiri dan ini yang menjadi bahan perenungan lainnya. Apakah Agus Swak ini benar atau malah sebaliknya, terburu-buru menyimpulkan karena kurang data, atau ada hal lain. Saya mencoba hati-hati untuk lebih jauh lagi mendalaminya. Hal ini juga perlu disampaikan dalam tulisan ini, adanya perbedaan pendapat dalam mensikapi dikalangan intern juga ada walau prosentasinya sangat sedikit.

 

index

Jajaran Lembaga Kampus

————Hasil pertemuan tersebut, dari pengakuan para peserta yang hadir dari Dewadaru sangatlah mengecewakan. Betapa tidak, posisi lembaga yang diwakili WK-3 waktu itu lebih banyak prosedural, pasang badan dengan berkali-kali meminta maaf tanpa punya solusi konkret.  Apalagi ketika diminta kembali wall climbing itu dibangun, beribu alasan muncul yang ujungnya karena kesulitan dana yang dihadapi institusi saat itu dan pokoknya itu yang harus dipahami. Kami pikir Lembaga saat itu betul-betul “parah” kalau tidak mau dibilang “chicken” dengan tindakannya. “Kunaon atuh naha pake di tuar sagala ..”, Masa tidak pernah terpikir sedikitpun sebelumnya dengan  orang-orang terhormat yang kita percayakan mengelola lembaga ini, orang-orang pendidik yang berbasis intelektual, pemikir mengambil tindakan arogan, bila nanti efeknya akan seperti ini. Seperti si “Raja Tega” yang tak pernah berpikir panjang, kurang berlatih respect kebawah, apalagi empati atas kegundahan dan emosi reaktif yang Dewadaru ungkapkan. Atau barangkali karena pengelolanya punya style seperti ini imbasnya Keberadaan Kampus yang kita cintai ini ya seperti yang kita lihat selama ini.

dit

Aditya Kusuma Zamzami

————Kang Aditya Kusuma Zamzami (D-003-PRS) sendiri terakhir mengeluarkan pernyataan pedasnya atas kekesalan dan kelambanannya terhadap lembaga yang terlalu banyak diplomasi. “..Pak Rudi Kurniawan dan Mas Bambang Eko Putranto  terlalu banyak diplomasi.. Anda tidak membawa Almamater kami kearah yang lebih baik Pak.. dan saya tau jawaban Anda.. Yayasan Widya Cakra Pinayungan tidak mendukung dan mensupport STMIK “Amik Bandung” .. Insya Allah kami alumni AMIK dan STMIK AMIK BAndung akan berkumpul di tahun ini Pak.. Kami akan lakukan sesuatu Untuk Almamater kami yang dikelola dengan cara yang salah.. Terbukti dari tahun 1983 – 2014 Kampusnya tetap menyewa.. UNIKOM yang berdiri tahun 1990 an saja sudah sedemikian luar biasanya…” . Tulisnya di media sosial kemarin.

.

Menghapus Jejak dan Gosip Likuidasi Dewadaru

————Sedari awal, ganjil dan aneh menyelimuti tindakan lembaga terhadap Dewadaru terutama dalam kasus melenyapkan papan panjat ini. Kalau mau jeli, paling sederhana menyoal timing pembongkaran yang tergesa-gesa serta surat pemberitahuan ke kami yang tidak ada (tidak sampai). Dugaan kuat seolah-olah ini memang seperti memanfaatkan kelengahan Dewadaru. Dibongkar ketika anggotanya benar-benar tidak ada. Lihat waktu pembongkarannya, dilaksanakan pada saat bulan puasa menjelang hari raya Iedul fitri. saat dimana anggota sudah pada mudik kekampungnya masing-masing. Ya sudah pasti kalau ada surat pemberitahuanpun susah mencari anggota untuk dikonfirmasi karena saat itu sudah libur iedul fitri. Jangan-jangan surat itu ada hanya rekayasa saja.

————Padahal kalau memang niat tulus ingin mengkonfirmasi masalah yang “bakal piributeun” ini, Banyak cara bisa ditempuh dan mudah saja bagi lembaga untuk menyuruh pembantu-pembantunya misal satpam atau pegawai dibawah yang selama ini lebih dekat dengan anak-anak Dewadaru. Yakin mereka akan bisa ditemui. Toh alamat serta no Hp anggota mudah didapat. Baik seniornya maupun juniornya. Bahkan beberapa anggota, alamatnya tak lebih dari satu kilometer dari kampus dan mudah dijangkau. Tidak main kucing-kucingan membongkar agar tidak ketahuan, walaupun akhirnya kecele, kepergok anggota juga saat pembongkaran berlangsung. Belum lagi pengakuan Rudi bahwa surat sudah sampai dan telah diketahui DP walau tidak ada tanggapan. Menyebutkan Nama Ketua DP yang sedang menjabat saat itu saja salah. Jelas surat itu tak pernah ada. Keliatan banget nggak gaulnya. Karena jarang silaturahmi, dan ngobrol kebawahnya terlebih singgah ke Basecamp Dewadaru. Padahal Pak Rudi ini bekas mahasiswa kampus kita, katanya aktifis juga, mestinya tahu persis dong nilai-nilai solidaritas apalagi esprit de corps dan militansi sebuah organisasi yang semasa mahasiswa dia alami, dikampus ini lagi.3

————Tarik lagi ke belakang sebelumnya, soal yang katanya ada rapat pimpinan dan bagian umum yang telah sepakat membongkar (?) dengan tiga alasan seperti yang telah disebut diatas. Apalagi rencana itu sudah lama dibahas. Saya sempat menanyakan sebenarnya siapa yang pertama kali punya ide “briliant” gila ini. Walau sulit juga menemukan inisiator ini. Menurut Rudi lembaga sekarang pimpinanya kolektif kolegial, wah kaya KPK aja. Tapi nyatanya, ketika permasalahan ini memanas lagi. Pimpinan tertingginya koq diam saja. Rudi benar-benar pasang badan dengan semuanya. Dari konstruksi permasalahannya serta agak sensitif, semestinya jauh sebelum niatan itu muncul, organisasi sebesar kampus ini punya tatakrama musyawarah terlebih dahulu. Apalagi ini menyangkut unit-unit kegiatan mahasiswa dibawahnya terlebih kepada Dewadaru yang merupakan organisasi tertua. Kalaupun ingin melangkahi dan tidak hormat ke Senat sebelumnya. Apalagi soal perubuhan climbing wall, sensitifitasnya bisa melebar dan tentu berkait dengan perjuangan para perintis dan pencetus awal dan jerih payah mereka yang membangun yang berasal dari lembaga sebelumnya. Bukannya menghargai tapi malah begitu semangatnya menghapus keberhasilan jejak-jejak perjuangan pendirinya.

1922011_1412570425660924_1179111017_n

Pelaksanaan Kpdd-1

————Afrizal sendiri sangat kecewa sekali ketika dimintai pendapatnya tentang pembongkaran ini, dia bercerita banyak bagaimana perjuangannya bersama Alm. Bemi, pimpinan lembaga, Dewadaru serta unit-unit kegiatan mahasiswa hingga bisa berdiri jadi kebanggan bersama. Beliau sendiri meminta agar tidak usah di publish statement-nya, hanya menyayangkan saja kalau alasan-alasan itu jadi penyebabnya. Padahal hal itu tidak harus terjadi, masih bisa di “dudukkan” bersama katanya sebelumnya, dan itu mudah katanya, kalau mau.

————Kalau yang dikatakan Lembaga dan menjadi salah satu alasan lain perubuhan waktu itu menyebutkan (seperti yang di emailkan ke penulis dokumentasi Pdfnya) bahwa Dewadaru mengalami kevakuman antara periode akademik 2005/2006 sampai dengan 2008/2009, Saya memastikan itu tidaklah benar. Didalam rekam jejak yang penulis miliki, Hanya antara periode 2004 Akhir  sampai dengan Rhamadhon (Bulan Oktober) 2006 saja memang diakui Dewadaru mengalami stagnasi bukan Vakum  Padahal sebelumnya di tahun 2004, beberapa kegiatan besar sempat terselenggara. Diantaranya Kpdd-2 yang berbarengan dengan Ekspedisi pendataan dan pembuatan film dokumenter Semeru. Climbing Wall yang sempat direnovasi pada tahun ini dalam rangka mempersiapkan kompetisi tersebut. Penggantian papan yang lebih baru serta membenahi rangka keseluruhan beserta pengamannya. (Video Dokumentasi nya kebetulan lengkap mengenai hal itu) Malahan sebelumnya di awal tahun yang sama kami telah selesai menyelenggarakan Diklatsar ke-12 yang menghasilkan angkatan Lawang Angin (LA) sejumlah 5 (Lima) Anggota Muda Dewadaru.

33473_162231357133710_753539_n

Diklatsar XII Lawang Angin (LA)

————Baru setelah itu memang antara awal tahun 2005 sampai dengan Oktober 2006, (Periode DP XVI, Denie Dombleh) Dewadaru benar-benar berada pada titik jenuh. Para anggota kami yang lebih banyak didominasi putra-putra daerah telah menamatkan kuliahnya pulang kekampungnya masing-masing. Terjadinya migrasi dan ditariknya beberapa anggota Dewadaru ke Bogor untuk bekerja, menjadi penyebab juga salah satu yang menjadi kevacuman itu. Padahal mereka sebagian besar adalah anggota potensial dan masih berstatus Mahasiswa. Beberapa anggota memang sibuk menyelamatkan diri ekonominya masing-masing. Ada yang mulai bekerja diperusahaan atau mencoba memulai bisnisnya. Walaupun satu dua anggota yang bertahan masih sempat menyambangi Basecamp yang kala itu memang berdebu dan selalu terkunci rapat. Tidak hanya kami sebenarnya, hampir semua unit kegiatan Mahasiswa yang ada dilingkungan kampus juga mengalami hal yang serupa. Ini barangkali imbas dari kampus juga yang secara perlahan mengalami penurunan. Jumlah mahasiswa baru (regular) yang terus berkurang tentu mengakibatkan denyut organisasi UKM nyaris terhenti. Apalagi kampuspun waktu itu sepertinya putus asa dan kurang minat menghidupkannya. Energinya mungkin lebih besar dihabiskan kepada manajemen intern yang pada periode itu memang terdengar hiruk-pikuk juga.

Krisis Anggota

KRISIS ANGGOTA | 30 Mei 2006, Bayangkan, di periode ketiga setelah pembukaan Penerimaan Anggota Dewadaru sebelumnya tidak ada yang mendaftar , Kami sempat melakukan Penerimaan “jor-joran”, agar mahasiswa/i tertarik masuk menjadi anggota Dewadaru. walaupun upaya ini tetap Nihil. Dimana pada saat itu Lembaga ?,

————Ini yang perlu dicatat Lembaga. Selama periode 2005 hingga 2009 bukti keseriusan kami berorganisasi serta pentingnya regenerasi. Lembaga seolah menutup mata betapa begitu jatuh bangunnya kami dalam periode itu. Kami telah berupaya selama 4 (Empat) tahun tersebut diantara setiap tahunnya telah diselenggarakan Diklatsar sampai 3 (Tiga) kali. Dan ketiganya hasilnya Nihil. Saya ingat betul betapa frustasinya Bob (D-088-JC) yang pada saat itu tengah “onfire” menjabat Komandan Operasi diketiganya sampai-sampai mengalami putus asa atas kekosongan peminat pada saat itu. (tulisan tentang ini bisa dibaca dalam Bob Realistis) Pertanyaannya, dimana keperdulian Lembaga atau pejabat yang berwenangnya. Saya bertaruh, khususnya bagian kemahasiswaan pasti tidak pernah tahu kegagalan kita selama tiga kali tersebut. Lembaga hanya  pukul rata dianggap Kosong kegiatan. Lagi-lagi jangankan turun kebawah untuk silaturahmi melihat kondisi anak didiknya untuk berkomunikasi saja mereka enggan.

———–Terjadinya kekosongan Dewadaru pada saat itu serta tiba-tiba terbetik khabar bahwa Dewadaru akan di Likuidasi (Dibubarkan), dan tiba-tiba saya sendiri (Penulis) ditunjuk untuk menggantikan dan melanjutkan DP sebelumnya padahal ketua DP sebelumnya itu baru ditunjuk seminggu yang lalu menjadi Ketua DP XVI, punya cerita tersendiri. Seperti petikan tulisan saya yang menjadi Pendahuluan di Buku Ajuan Program Kerja yang dulu sempat saya bagikan ke pimpinan Lembaga serta hampir seluruh anggota Dewadaru untuk bahan presentasi saya nantinya. Kutipan adalah sebagai berikut :

dpxvi

07 OKTOBER 2006 | Guna membenahi menumpuknya permaslahan di Dewadaru pada saat itu, Kang Ari K’Bell (D-004-PRS) berbarengan dengan buka puasa akhirnya memutuskan untuk menunjuk saya sebagai Ketua DP XVI melanjutkan kepemimpinan sebelumnya.

“…  Yang bikin gerah juga pada saat yang sama berhembus kabar dari oknum – oknum anasir yang tidak bertanggung jawab agar diusulkan Dewadaru di likuidasi saja kalau tidak ada kegiatannya mah !. Inilah titik nadir itu barangkali, inilah puncak dari semua permasalahan  tersebut. Sangat disayangkan memang akhirnya Sdr Deni Dombleh (Mahasiswa Aktif terakhir) lengser, Kang Arie K’bell (D-004-PRS) yang memimpin rapat setelah berbuka puasa Rhamadan Oktober 2006 kemarin mengambil inisiatif atas nama forum mewakili berbagai angkatan yang hadir pada petang itu menawarkan dan melanjutkan sekaligus menunjuk penulis sebagai Ketua DP XVI. (…., saya memang akhirnya tidak punya pilihan untuk menerimanya). Anung “Anhanx” (D-037-PB) yang pada saat itu juga ditunjuk sebagai Wakil Ketua DP XVI .. …

Selepas Lebaran Oktober 2006, Diselenggarakan juga kegiatan yang tergolong meriah. Hari Ulang tahun  Dewadaru yang ke-21 (06 Nov 2006), Untuk pertama kalinya pada saat itu penyebutan D-Day diperkenalkan. Bertajuk Family Gathering (Mengikutsertakan keluarga) D-Day diselenggarakan di kampus dari mulai pagi hingga tengah malam.Lengkap  juga yang hadir pada saat itu. Lembaga, Pak Rudi,  juga sempat kami Undang. Seperti biasa mereka selalu punya alasan untuk tidak hadir di acar-acara kita.

20thn

06 November 2006 | Suasana D-Day ke 21 Dewadaru, berkali-kali lembaga tidak pernah menghadiri acara yang semestinya mereka hadiri baik sebagai ajang silaturahmi ataupun mencari solu

———–Urusan Dewadaru hendak di Likuidasi di tahun 2007, benar-benar membuat heboh di intern. Di awal periode ini, Saya sendiri sebagai ketua DP pada waktu itu mencoba menguak isu ini. Terjadinya pertemuan dengan lembaga yang pada saat itu dihadiri Bpk. Syaiful Djamil (Waktu itu Direktur), Bpk. Haryadi, Solikhin juga Rudi. Dari Dewadaru ada Yappi, Aditya, Arie Kbell, Nendi, Nuckie, Ira serta Tafri mewakili Alumni ingin menegaskan dan mempertanyakan isu tersebut serta melegalisasi DP XVI yang saat itu dipimpin oleh saya yang notabene bukan mahasiswa Aktif. Terang saja Lembaga secara diplomatis lagi-lagi membantah isue tersebut, katanya itu adalalah hanya kesalah pahaman saja, dari pertemuan ini akhirnya Dewadaru di ijinkan Ketua Dp-nya tetap jalan terus walau bukan mahasiswa aktif.  Tidak lama setelah itu masih di tahun yang sama, di Basecamp ada pertemuan besar lagi. Hampir seluruh Anggota Printis, Anggota Kehormatan serta para angkatan awal hadir guna membahas Buku Program Kerja DP XVI yang sebelumnya sempat dibagikan. Saya sendiri mengundang Lembaga. Lagi-lagi beliau tidak datang. Sebenarnya banyak hal-hal lainnya, bila ditulis disini

3

24 maret 2007 | Pertemuan dengan lembaga membahas isue likuidasi Dewadaru, serta legalisasi Ketua DP Non Mahasiswa Aktif, hingga membahas temu Besar Alumni.

 

———–Sudah bukan menjadi rahasia lagi di kalangan Dewadaru kalau Urusan mengundang Lembaga terutama beliau-beliau yang terhormat, selalu saja enggan menghadiri apa saja kegiatan yang Dewadaru lakukan hingga saat ini. Terutama dalam periode Bambang Eko Putranto dan Kemahasiswaannya Rudi Kurniawan ini. Beliau-beliau mestinya memberi dorongan dan semangat terutama dalam event-event tertentu yang penting paling tidak melihatkan kepeduliannya. Tapi, siap-siap saja panitia selalu menelan kekecewaan pasti bakalan tidak datang. Puncak dari segala kekesalan dan kekecewaan terhadap Lembaga dalam hal ini kepada Bpk. Direktur Bambang Eko Putranto dan Rudi adalah ketidak hadirannya ketika kita sepakat di tahun 2011 dalam penutupan Diklatsar yang ke XIII mengangkat keduanya menjadi Anggota Kehormatan (AK). Padahal undangan sudah disampaikan, acara dihadiri banyak perwakilan pencinta alam baik yang datang dari kampus maupun umum. Alasannya tidak jelas. Bahkan tidak masuk diakal. Barangkali memang tidak mau diangkat menjadi AK.

dpxvi2

14 April 2007 | Presentasi Pembahasan Ajuan program kerja DP XVI didepan para Anggota Peritis, Anggota Kehormatan dan lainnya

———–Jadi sekali lagi, Masalahnya jadi repot kalau Phobia terhadap Dewadaru, dan selalu menutup diri terus, bila banyak fakta dikemukakan diatas tapi pada periode tersebut bahwa Dewadaru tetap dianggap vakum, bahkan mereka sendiri terlibat dalam beberapa kegiatan ini kan jadi mengada-ada hanya agar halal climbing wall bisa dirubuhkan. Terlebih isu likuidasi itu seperti ada benang merahnya dengan perubuhan Climbing wall. Padahal pada waktu itu kita sedang sama berjuang menghidupkan kampus menghidupkan organisasi guna mengharumkan nama kampus di jalur yang berbeda. Ironis.

5

14 April 2007 | Suasana Presentasi Pembahasan Ajuan program kerja DP XVI didepan para Anggota Perintis, Anggota Kehormatan dan angkatan lainnya, berlangsung seru, full debat dan argumentasi, tapi penuh kehangatan dan ceria

 

Mengukur Kekuatan Climbing Wall sekaligus mengukur Kekuatan alasan Lembaga

———–Dibagian awal tulisan ini, yang perlu dicermati adalah afirmasi pertama Pak Rudi ketika saya tanyakan kenapa di bongkar Cimbing wall adalah, “ini menurut pandangan awam kang ..”. Saya sebenarnya tergelitik dengan pernyataan itu. Saya (Atau kami Dewadaru) seolah sedang digiring kepada sebuah keyakinan pembenaran atas alasan kenapa climbing wall itu boleh-boleh saja di bongkar, keyakinannya ini seolah kita dipaksa untuk mengerti karena ketidak tahuan dan kepolosan pimpinan lembaga pada saat itu. Apalagi penyebab dari alasan tersebut di munculkan bersamaan dengan ketakutan lain seperti rubuh tiba-tiba, tali penyangga putus dan pondasi retak hingga konstruksi sudah miring.wall climbing - papan panjat

———–Bagi orang awam lagi, pernyataan ini tentu bisa membuat terkesima dan cepat mengambil keputusan bahwa itu benar adanya. Tapi bagi kami, tentu ini semua pasti harus ada penjelasan ilmiahnya. Bahkan kalau boleh jujur, lembaga sekelas Kampus, intelektual serta pendidik dan pengelola manajemen sekelas Bapak Rudi beserta para pimpinan lainnya harusnya tidak gegabah dalam mengambil keputusan se-sensitif ini. Apalagi dugaan tak ilmiah itu disampaikan kepada kami Dewadaru yang paling tidak tahu banyak tentang dunianya, mainannya. Ditambah lagi alasan  lain yang hampir mirip seolah dibuat untuk pembenaran padahal hipotesanya sudah kami bantah diatas tadi.

———–Seperti yang telah dikemukakan, membangun Papan Panjat adalah membangun kredibilitas dan image pembuatnya. Profesionalisme dalam safety procedure tentu jadi  bagian didalamnya. Sungguh tidak masuk di akal ketika itu lembaga beralasan ada tali penyangga yang putus serta pondasi yang retak. Sehingga timbul kekhawatiran akan rubuh. Lalu seketika itu juga dirubuhkan. Konstruksi sebuah climbing wall tipe yang kita miliki dahulu didesign untuk bisa bertahan 15 (Lima Belas) hingga 20 (Dua Puluh) Tahun. Panel kayu yang digunakan untuk pijakan poin pemanjat yang ringan tidak begitu berpengaruh kepada beban yang diterima rangka besi. Berbeda dengan panel resin yang jadi trend sekarang ini beratnya bisa tiga atau empat kali lipat. Hal ini yang menyebabkan type ini bisa bertahan lama. Moment tumpu kekuatan sebenarnya berada pada titik pusat lebar rangka bila dilihat dari atas. Sehingga para pembangun climbing wall selalu memperhatikan lebar ini, disamping ketinggiannya. Ada rumusan pasti bila ketinggian yang akan dibangun lebar maksimalnya sudah ditentukan. Kemiringan overhang yang dimiliki setiap design bisa saja berbeda, tapi tetap center gravitasi tetap diposisi yang sama. Itupun kalau Papan panjat sering (Aktif) digunakan. Kekuatannya tentu akan terjaga justru apabila papan tidak sering dipergunakan.

———–Kedalaman Pondasi tanam memang berpengaruh pada kekuatan daya topang beban keseluruhan diatasnya. Biasanya kedalaman yang diwajibkan adalah 1 hingga 2 (Dua) meter. Ini persis seperti pondasi climbing wall yang kita miliki. Apalagi bila menggunakan sistem cakar ayam, well recommended sekali. Climbing wall bisa mempunyai kekuatan seperti gedung bertingkat lima. Sekaligus bisa menahan goncangan gempa juga angin putting beliung dibawah skala-F3. (Satuan kekuatan angin Tornado. F4 adalah satuan tertingginya). Tali penyangga (wire) yang biasanya ada di setiap konstruksi Climbing Wall sebenarnya tidak terlalu signifikan, tetapi terkadang dibentangkan hanya untuk menambah keyakinan psikologis bahwa papan panjat ini betul-betul safety dan aman bagi para pemanjat serta lingkungan sekitanrnya. Makanya tali wire hanya dipasang pada bagian belakang saja. Bila di rentangkan dimuka tentu ini akan menghambat dan mengganggu kegiatan pemanjatan. Tile wire penyangga kita semuanya berjumlah 8 (Delapan), jadi kalau tali putus satu atau dua tali, masih tidak akan berpengaruh apa-apa. Sekali lagi Cuma psikologis saja ketakutan yang muncul. Kasih tahu Dewadaru, tinggal ganti saja tali yang putus tersebut, selesai, “begitu saja kok repot…”.

14 April 2010 | Dewadaru pernah mengundang WK-3 (Bagian Kemahasiswaan), Banyak hal yang dibincangkan salah satu agenda utamanya menanyakan (Menagih) kembali perihal Climbing Wall, Jawabannya pasti sudah bisa ditebak.

———–Menyoal pemeliharaan, sebenarnya climbing wall yang kita miliki nyaris nihil, hampir tidak perlu atau dibutuhkan pemeliharaan yang rumit. Seperti tadi, kalau ada yang putus tinggal ganti, kalau ada yang berkarat, banyak cairan korosi anti karat bisa kita semprotkan sewaktu-waktu. Kalau kekuatannya ditaksir sampai dengan 15 hingga dua puluh tahun, di tahun itulah baru climbing wall harus diperhatikan walau tidak akan rubuh begitu saja. Part-part yang ada pasti life cycle used-nya sampai. Jadi kalau dibangun 2001 kemudian tahun 2009 dianggap bakal rubuh, Sudah berkarat darimana dasarnya. Jangan-jangan sekali lagi ini ini hanya ilusi yang dikarang apik. Kalaupun mau professional, sekelas lembaga tentu alasan-alasannya harus ditunjang juga oleh bukti-bukti otentik ilmiah serta didukung oleh Dokumentasi yang mumpuni. Tidak asal “ngejeplak” saja.

———–Nah, yang menjadi aneh kan di bagian ini. Bila saja lembaga tidak cepat-cepat mengambil kesimpulan, mau mengadakan investigasi awal bersama atau bertanya langsung kepada kontraktor yang dahulu membangunnya, apalagi kontraktornya atas penunjukkan langsung lembaga, pasti masih ada pelaku-pelaku yang bisa diminta pertanggung jawabannya, ada banyak bahan-bahan referensi yang bisa menjadikan logis, realistis dan terukur kalaupun alasannya melulu itu yang akan dipergunakan. Jadi jangan salahkan bila ada dugaan pembongkaran ini hanya meloakkan besitua guna keperluan mendesak menutupi kekurangan THR karyawan ditingkat bawah. Faktanya, bila niatnya memang benar untuk diperbaiki, pasti climbing wall dibongkar kemudian rangka besinya disimpan mungkin di Senat atau di halaman Basecamp Dewadaru sebagai peringatan. Bukan malah cepat-cepat dijual dan dikremasi dijalan Bogor (Pusat perkulakan besi bekas di Kota Bandung), tanpa sisa sedikitpun. Seperti menghilangkan bukti bahkan sepertinya ngotot ingin menghapus jejak sejarah. Padahal kita dahulu punya climbing Wall secara fisiknya, tapi walau sederhana, itu sebenarnya sebuah Citra. Tidak banyak orang menyadarinya sekalipun sekelas lembaga.

DSC_4088

Tommy Wijaya

———–Tulisan ini mencoba untuk mengingatkan kita, terutama para generasi muda Dewadaru nantinya. Apa yang dikatakan lembaga (Pak Rudi) bahwa masalah ini jangan sampai menimbulkan polemik kembali, jadi aneh, Eksekusinya boleh saja selesai, tapi substansinya (Watak yang sebenarnya) bagi kami ini belum selesai.  sesuatu yang masih menggantung. Bahkan “hutang” ini tetap harus diselesaikan. Bagi kami ini bukan Polemik. Semuanya bisa dijelaskan koq dalam tulisan ini. Klarifikasi ini juga sengaja dihadirkan untuk merespon lambatnya niat lembaga untuk menjawab itu semua. Dari awal kasus ini bergulir, Janji untuk membangun kembali Climbing wall yang dimotori Tommy Wijaya (D-095-WH) sudah diutarakan tahun 2009. waktu itu bertepatan dengan akan diadakannya sirkuit Kpdd-3, di Tahun 2007 , pertemuan dengan lembaga kembali dibahas, 14 April 2010 Dewadaru sempat mengundang kembali Pak Rudi untuk membahasnya, semuanya tetap hanya janji. (Dalam Artikel saya yang lain : Quo vadis, bertemunya dua asa  sempat saya tulis kronologisnya). Akhirnya tulisan ini harus diturunkan juga, anggap saja ini kekesalan saya juga yang mewakili rekan-rekan Dewadaru semuanya.

———–Tulisan ini juga untuk menyadarkan kita juga terutama para pelaku civitas akademik lainnya, yang tengah berjuang di organisasinya terutama yang bernaung di lingkungan kampus. Kejadian ini bisa saja menimpa organisasi lainnya. Kesewenangan itu harus terukur dan bertanggung jawab, tidak asal “Pokoknya”. Tidak perlu perjanjian hitam diatas putih bila etika berorganisasi dikedepankan dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Kejadian ini sekaligus juga membuktikan bahwa ketidak perdulian lembaga terhadap anak-anak asuh organisasi dibawahnya, seperti lemahnya silaturahmi, koordinasi bahkan guyub antar sesama organisasi layaknya bapak asuh jadi sekat mandeknya komunikasi dua arah. Bukannya memelihara konflik, serta mengambil keuntungannya sendiri. Kalau memang tidak mau disebutkan bahwa kampus kita salah orang yang mengurusnya. Kalau semua alasan pembongkaran Climbing wall bisa kita buktikan tidak benar, seperti mengada-ada bukankah ini semua sebuah kegiatan “Wanprestasi”. dan lembaga harus membayar “Hutang” atas keteledorannya.

———–Hikmah Momentum kebersamaan Lembaga, Senat dan Unit-unit kegiatan Mahasiswa dahulu dalam mendirikan sebuah Climbing Wall serta sukses atas gelaran Kompetisi panjat Dinding bisa jadi permodelan dalam membangun kejayaan kembali Kampus kita ini. Kenapa kita enggan saat ini menciptakan Momentum-momentum itu? (BhayoSemeroe/D-012-KL/Cijerah/19Feb2014).█

.

 

 


Lahirnya “Go, Fight, Win” Dewadaru

1

Rapat Perumusan Garis-garis Besar Haluan Dewadaru (GBHD)

MELAWAN LUPA | Ketika semangat itu telah habis, Fisik terkuras, mentalpun turun jadi tak realistis mensikapi keadaan, Beban dipundakpun seakan bertambah dan kaki inipun seolah enggan menapaki jalan datar apalagi berliku dan mendaki. Mundur atau lanjut ?. Di saat itulah butuh sarana yang bisa membangkitkan itu semua. Lamanya hanya beberapa detik tapi dapat menyalurkan adrenalin kekepala, memenuhi rongga-rongga aliran darah serta memompa kembali otot-otot motorik kemudian menghasilkan energy bawah sadar yang sangat dahsyat akibatnya. Di awal tahun 2014 ini, walaupun Dewadaru masih menyisakan banyak pekerjaan menumpuk, tepat kiranya bila kita pompa semangat itu lagi, salah satu diantaranya dengan Yel motivasi  kita yang membahana itu. menengok kebelakang,  sembari mengingat kembali  makna dan arti sebenarnya dari : Go.., Fight.., Win..  Dewadaru!

adit

Aditya Juni Utomo D-047-PB Ketua DP V Dewadaru

————Go..go..go.. Go Dewadaru, fight..fight..fight .. Fight Dewadaru, Go,Fight.. Win Dewadaru..”, dibarengi dengan gerakan memalu, mengayunkan kepalan tangan keatas ataupun kedepan, tentu gerakan dan kalimat itu tidak asing lagi bagi anggota Dewadaru, terutama bagi anggota muda yang telah menyelesaikan pendidikan dan latihan dasar (Dimulai angkatan WB, Wana Bayu). Pasti masih terngiang-ngiang. Betapa tidak, hampir disetiap kesempatan para instruktur tak pernah lelah menyemangati setiap pergerakan dengan teriakan yel ini, terutama pada kondisi tertentu yang memerlukan kewaspadaan, perlunya kebersamaan terlebih bila semangat itu mengalami kemunduran. Bisa terjadi pada siswa maupun para Instruktur.  Yel motivasi ini cukup ampuh memompa kembali semangat itu.

————Yel-yel motivasi sendiri berasal bahasa inggris yaitu dari kata yell yang berarti teriakan. Sedangkan motivasi berasal dari kata motivate diambil kata bendanya yang berarti pendorong. Jadi yel-yel motivasi ialah teriakan-teriakan yang tentunya harus keras yang bertujuan memberikan dorongan agar seseorang, atau bisa jadi team semangat dalam melakukan sesuatu dalam kondisi apapun. Motivasi ini merupakan motivasi ekstrinsik yang menumbuhkan semangat, minat, dan gairah untuk melakukan tindakan dari luar diri seseorang. Motivasi ini membantu menumbuhkan atau menyempurnakan rasa semangat pada diri seorang karena pada hakikatnya setiap orang mempunyai motivasi dari dalam (intrinsik). Sayangnya motivasi intrinsik itu mudah sekali hilang dikarenakan lingkungan dan teman-teman yang kurang mendukung. Dan yel-yel motivasi ini biasanya dipakai untuk memicu kembali motivasi yang hilang tersebut. Makanya yel sering dipergunakan dalam kegiatan di alam bebas,  outbound, pramuka, atau dalam suatu kompetisi.

321216_2167867831176_220397345_n

Ganis Hargono D-004-AK

————Berdasarkan hal tersebut diatas ketika Dewadaru perlu memiliki yel tersendiri dan unik,  tentu pertama, kita perlu memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kang Ganis Hargono “Gago” (D-004-AK). Beliaulah orang yang pertama kali mencetuskan ide ini dan mengenalkan yel ini di Dewadaru. Terlihat juga Mas Yappie Eka Prasetya (D-003-AK) datang membantu, Pada pertengahan tahun 1992, di periode Dewan Pengurus  V (Aditya Juni Utomo/D-047-PB), terbersit ide membuat GBHD, atau Garis-garis Besar Haluan Dewadaru, Repelitanya ala Dewadaru (meniru Pelita di negeri kita waktu itu). Kita waktu itu memang tengah gemar-gemarnya rapat. Anggota yang terdiri dari berbagai angkatan (PRS,AK,KL,PB,LH dan KA) masih aktif berkumpul di sekretariat. Momen ini dimanfaatkan oleh Dewan Pengurus untuk menyelenggarakan Rapat Umum Anggota, bertepatan dalamrangka membahas GBHD tadi dan mencari bentukan program kerja serta kegiatan yang harus dimunculkan untuk mengisi GBHD.

————Meminjam ruang kelas LPS (Lembaga Pendidikan Sekretaris) yang kini LPPM, rapat digelar secara marathon dan seru. Apalagi Kang Gago untuk pertama kalinya mengenalkan kepada kami Teknik SWOT.  Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam merencanakan program-program kerja kedepan. Apalagimenarik dalam mengumpulkan ide-ide awal melakukan Brainstorming, yaitu sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota rapat dalam bentuk tim , dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Ternyata Kesuksesan Brainstorming  dan SWOT dapat terasa  dari suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif atau solusi alternatif yang tanpa batas. Dan bagi kami cara ini menarik karena sesuatu yang baru.

45326————Disetiap mengawali rapat dan disaat-saat tertentu itulah Kang Gago memimpin yel itu dan tentu  kami selalu meneriakkan dengan lantang keras memenuhi ruangan, bahkan bisa jadi terdengar sampai ke ruang kuliah. Sesekali kami disuruh bergantian memimpin yel tersebut. Dan terbukti cukup memompa semangat kami pada waktu itu.

————Menurut Kang Gago, yel serupa itu beliau dapat pada saat mengikuti Management Training di LPKIA, Lembaga Pendidikan Komputer Indonesia Amerika (Kang Gago pada waktu itu memang masih bekerja di LPKIA) dan saat itu untuk memompa motivasi para peserta training trainer pun meminta untuk meneriakkan yel tersebut. Hasilnya luar biasa setelah manajemen training tersebut berakhir dan dilanjutkan dengan rapat evaluasi per-triwulan, kinerja person yang terlibat mengalami kemajuan dan peningkatan dalam menangani pekerjaannya, lanjutnya. Hasil akhir dari efektifitas yel tersebut dapat dirasakan oleh perusahaan saat akhir tahun berjalan, bahkan Peningkatan perusahaan pun  hampir 100 (seratus) prosen hasilnya. Dan ketika saya tanyakan maksudnya dikenalkan dalam rapat itu, menurutnya, dari kejadian itu maka beliau mengadopsi yel tersebut  untuk dikumandangkan. Tujuannya gak kurang dan gak lebih untuk memompa motivasi dari semua anggota yang hadir saat itu supaya dikemudian hari lebih semangat dan berprestasi di hobby yang digelutinya.

7

Suasana Rapat .., pembentukan komisi-komisi ..

————Mengawali tahun 2014 ini, tentunya bagi adik-adik kita dan kita semua anggota Dewadaru, dalam rangka menapak-tilasi sejarah tercetusnya yel tersebut, selain menambah pengertian dan memahaminya, tak kalah penting juga warisan paket berikutnya yaitu Analisa SWOT dengan Brainstormingnya tentu masih relevan untuk kita pergunakan dalam memecahkan sesuatu masalah kedepan ini.   mudah-mudahan ini jadi awal semangat baru dalam mensikapi dan merencanakan strategi kedepan. Apresiasi juga tentu bagi aparat DP-V dan semua anggota yang terlibat pada saat itu, walaupun GBHD nya sendiri akhirnya tetap jadi pekerjaan rumah yang masih menggantung dilangit.  Tapi seperti kata Kang Gago, pengertian sebenarnya yang ingin disampaikan dari yel itu adalah : teruslah  Maju, “Bertempurlah”  dan yakin akan kemenangan itu. Jadi… tetap semangat gank, !! Go,Fight,Win Dewadaru. (Cijerah 06/01/2014/BhayoSemeroeKuwanina/D-012-KL)  █

 


Nagara Cau

banana_plants

CATATAN AKHIR TAHUN 2013 DEWADARU |Kalau dulu Almarhum Harry Roesly (Seniman besar Bandung) mengibaratkan Negara ini bak Republik Funky, Idiom tersebut muncul dari keresahannya akan Kekacau-balauan dan ke-”cuek“-kan para penguasa dengan kondisi yang ada di negeri ini pada waktu itu. Barangkali cocok juga kalau saya lebih suka menggunakan istilah Nagara Cau menimpali Kang Harry untuk saat ini. Sebuah negeri  (Nagara)  yang berisi “Cacing-cacing cau” yang menjalar mulai dari akar, batang, hingga daun melahap habis isi pohon yang ada. Dalam bahasa Sunda Cacing Cau, merupakan sarkastis dari parasit Kronis yang menjalar, tak berguna dan harus disingkirkan. Sudah bisa dibayangkan siapa “Cacing-cacing cau” itu. Tapi tunggu dulu, di Dewadaru, justru nama atau Istilah ini malahan jadi penting dan sangat berperan didalam menentukan sebuah target perjalanan.

DSC_1228

Nagara Cau menembus beberapa perbukitan dengan kemiringan beragam, membutuhkan konsentrasi dan stamina yang prima, yang utama butuh survey akurat.

————Pernah dengarNagara Honje”, “Nagara Djupri” atau “Nagara Konyal”?. bagi generasi Dewadaru yang baru, pasti nama ini masih terdengar asing. Dulu, ada kebiasaan dikalangan kita bahkan disebagian perhimpunan lain bila melalui dan menjumpai daerah tertentu disebuah kawasan yang memiliki vegetasi dominan misal terdapat tumbuhan yang sama, berbuah yang sama atau ada “sesuatu” yang mendominasi areal tersebut, untuk mengingatkan kembali lokasi tersebut sering kita beri nama nagara kemudian diikuti nama-nama unik setelahnya. Hal ini biasanya kita lakukan karena  dilokasi itu kita tidak tahupersis apa namanya. Jadi untuk memudahkan konfirmasi komunikasi, biasanya hanya dihapalkan tanda-tanda alam yang mudah dikenali sekaligus nama “asal” tadi. Pekerjaan ini biasanya dilakukan team survey pendahuluan guna keperluan kegiatan selanjutnya. Celakanya akhirnya malahan nama lokasi itu terpakai dan tetap melekat hingga saat ini.

————Di hampir setiap kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Dewadaru, ada satu etape yang selalu membuat pusing dan ketar-ketir Komandan Operasi dan team leadernya terutama dalam men-setting waktu tiba di Basecamp akhir yaitu Desa Nyalindung. Etape ini biasanya jadi tolak ukur keberhasilan banyak hal baik siswa maupun instruktur. Selain mental dan kebugaran juga skenario lapangan harus  betul-betul konsisten diterapkan. Salah sedikit saja, bisa tengah malam tiba di Basecamp Nyalindung. Banyak di beberapa Diklatsar kecolongan. Ada yang di drop sebagian menggunakan kendaraan karena batas fisik yang limit sehabis digenjot sebelumnya, bahkan ada yang bermalam di etape ini hingga memundurkan waktu pelaksanaan diklatsar secara keseluruhan. Dititik inilah Nagara Cau jadi sangat berperan dalam membantu dan memecahkan masalah itu.1

————Nagara Cau merupakan nama tempat, tepatnya lembahan, yang dahulu banyak ditumbuhi pepohonan pisang. sebuah lintasan potong kompas yang berlokasi tidak jauh setelah melewati  Lembang Dano dan desa cipada, selepas perkebunan teh pangheotan. Jalur ini sangatlah efektif digunakan karena bisa memangkas banyak waktu tempuh ketimbang harus melingkar mengikuti jalan normal menuju Desa Nyalindung (Burangrang). Sayangnya sangat sedikit personil Dewadaru yang hapal jalur ini. Lintasan ini memang bukan rute wajib Diklatsar, sehingga kepopulerannya jarang terdengar.

 

Dewadaru Terkunci

Jagat Kilat (JK), 2011

————Menutup tahun 2013 ini, melihat banyak persoalan yang ada di perhimpunan saat ini, kita seolah diingatkan  kembali akan makna dari peran Nagara Cau diatas. Lihat saja saat ini yang berperan penting dalam sebuah organisasi missal:  keanggotaan, program yang dimiliki Dewan pengurus, prestasi yang telah dihasilkan, aturan main yang jelas, kesekretariatan yang amburadul serta dukungan lembaga kampus seolah-olah saling mengunci tak bisa dikutak-katik. Masing-masing tak bisa bergerak saling menunggu. Bisa jadi takut salah, atau memang inisiatif jadi barang langka di organisasi. Apalagi kalau bicara loyalitas dan konsistensi masih terbatas pada ke “aku” an saja belum merambah pada tindakan nyata. Lebih jauh lagi bila melihat Dewadaru sebagai organisasi yang spesialisasinya Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, rasanya sulit sekali saat ini merepresentasikannya terutama menumbuhkan ketertarikan jadi kegiatan tambahan bahkan memunculkan minat jadi hobi dikalangan mahasiswa terutama mahasiswa baru yang nantinya bakal dijadikan sasaran untuk bergabung menjadi anggota Dewadaru.

DSC_0070

Bayu Windu (BW), 2012

————Awalnya Dewadaru menaruh harapan besar di 3 (Tiga) angkatan terakhir yaitu Jagad Kilat (JK), Bayu Windu (BW) dan terakhir Giri Purnama (GP). 3 tahun berturut-turut kita berhasil melaksanakan rekruitmen anggota baru tanpa jeda, dan ini prestasi lho, karena jarang Diklatsar bisa serapat ini dan menghasilkan anggota baru yang cukup lumayan. Sekitar 16 (enam belas) orang anggota yang betul-betul fresh meramaikan sekretariat. Walaupun diakui perjuangan untuk menghasilkan tiga angkatan tersebut diawali dengan kevakuman yang panjang dan perjuangan rekan-rekan anggota baik didalam maupun diluar Bandung bahu membahu membantu baik moril dan dukungan dananya. Tapi entah kenapa, 3 tahun beselang hingga saat ini, energi persoalan yang muncul hanya berkutat di pengambilan nomor pokok saja.

>>>>>>Walhasil, sampai dengan saat ini dari ke 16 orang tadi yang berhasil memiliki NRP (nomor Pokok) hanya setengahnya, setengahnya lagi pasrah tetap menjadi AMD (Anggota Muda Dewadaru). Dari yang setengah tersebut mengerucut lagi yang benar-benar aktif cuma tinggal setengahnya walau dari yang setengah ini patut diacungi jempol, disela-sela Tugas Akhirnya katanya sedang kompak-kompaknya kembali mengurus Dewadaru.  Sebagian lainnya memilih bekerja karena satu dan lain hal. Persoalan baru muncul, Ketua Dewan Pengurus XVIII kita (Eman Sudarman/D-107-BW) saat ini sudah bukan mahasiswa lagi, ketika saya konfirmasi ke beliau membenarkan hal itu. Tanpa memberitahukan alasan yang jelas, hal ini pasti menimbulkan kendala terutama masalah adminstrasi dan legalitas dari lembaga yang bersifat urgent.  Tentu ini harus diambil tindakan cepat guna mengatasi hal tersebut. Apalagi menurutnya Maret ini akan di gelar Diklatsar XVI.

gp

Giri Purnama (GP), 2013

>>>>>>Disela-sela Open House saya sempat berbincang dengan Kang Aditya (D-003-PRS), meminta pendapatnya melihat situasi saat ini, Ketika saya tanyakan ke Kang Aditya, peranan lembaga dan haruskah berembug lagi dengan kampus, Jawabannya meyakinkan saya untuk tidak sementara ini, (mungkin tidak penting lagi peranan kita dimata mereka) seperti diakuinya, Dewadaru saat ini memang sangat berbeda. Angkatan lama terlalu memberi limit yang tinggi untuk standar diberbagai bidang hingga menimbulkan keengganan bahkan ketakutan untuk melakukan sesuatu walau itu sederhana. Sehingga terkadang bagi senior yang datang ke Basecamp  bisa salah menindak kalau rate-nya masih berpijak ke yang dulu. Yang ada malah kedatangan senior bukannya dijadikan ajang untuk bertanya, tapi sebaliknya malah menghindar. Atau bisa jadi ada sesuatu yang salah dalam proses rekruitmen mereka kemarin sampai-sampai Anung S Nugraha (D-037-PB) mungkin sedikit bercanda mengeluarkan statemen dan ini diungkapkan dihadapan para anggota baru kemarin, bahwa Dewadaru ini seolah telah membeli mereka seharga Rp. 40 juta, (Ini kalkulasi dari biaya 3 diklatsar yang telah dikeluarkan kemarin) tapi hanya membuahkan hasil seperti ini. Kegeraman Anung bisa jadi muncul karena  tidak kompaknya mereka selama ini serta kekecewaannya atas penyelenggaraan Donor darah dikampus kemarin yang tidak seperti Dewadaru lakukan sebelumnya ditambah kegiatan Dies Natalis 27 kemarin. Apakah karena subsidi yang dikeluarkan terlalu besar untuk mendanai seorang siswa ataukah proses diklatsarnya yang salah, hingga ke masa bakti AMD yang seadanya lanjut Anung, saya hanya diam agak setuju. Kalau ada Diklatsar lagi sepertinya Anunglah orang pertama yang tidak setuju ada subsidi untuk keperluan siswa.

duet

Iman dan Anung

>>>>>>Berbeda dengan Iman Robiansyah (D-105-LA) yang saat ini ikut terlibat di DPnya Emon,  sayajuga sempat berbincang, Justru dari pihak DP XVIII katanya ingin mengadakan lokakarya anggota untuk mencari titik permasalahan dan menyamakan visi kedepannya, walau saya menyarankan kalaupun ada bahan-bahannya harus dipersiapkan dengan matang, sehingga Lokakaryanya punya acuan yang mau dibahasnya. Yang paling mendekati, saya menyarankan agar bahan dasarnya adalah AD/ART kita. Kalau kita mau meneliti kembali. Hampir semua sudah ada di dalammnya hanya mungkin bahasanya umum. Karena kelemahan AD/ART kita belum memiliki penjelasan pasal demi pasal sertatambahan  petunjuk dan pelaksanaan sebuah kegiatan. Agenda itulah yang bisa memudahkan Pleno membahas topik – topik yang sudah sistematis terstruktur. Bahkan bisa jadi legalitas sebuah aturan bisa didapat dilokakarya tersebut. Termasuk Diklatsar yang akan dijalankan sebentar lagi ini. Iman agak rada terbuka sepertinya dengan masukan ini.  Atau tambah pusing ..

 

Butuh ShortCut

————keinginan untuk mendapatkan masukan dan saran-saran dari anggota lain pernah saya kemukakan, kebetulan di Group Dewadaru Blackberry Messenger yang berisi 30 anggota senior yang aktif setiap hari chatting sama sekali tidak direspon (meureun acan). Tapi setidaknya pendapat Kang Aditya, Anung, Iman bisa mewakili sebegitu kompleksnya permasalahan yang ada di Dewadaru. Dan pasti membutuhkan rally-rally panjang dan marathon untuk membahas dan mencari solusinya. Teringat akan Nagara Cau diatas, Bila ada jalan pintas untuk mengatasi semua ini kenapa tidak kita menggunakan jalan lain. Cara dan ide cerdas yang merupakan buah pemikiran tepat sasaran. Belum terbayangkan memang cara seperti apa yang harus dimunculkan untuk membenahi permasalahan terutama yang sudah menumpuk di akhir tahun 2013 ini.

4

Setelah lama tidak melintasi Nagara Cau, Giri Purnama dalam Diklatsar Kemarin kita giring ke Jalur pintas ini agar mempersingkat waktu tempuh ke basecamp berikutnya.

————Di pendidikan dan latihan dasar Giri Purnama (2013) kemarin, saya dan Bob (D-088-JC) dengan seijin DanOp sengaja membawa siswa melintas kembali Nagara Cau untuk sekedar mengingatkan jalur yang selama ini jarang terlewati. Kebetulan didalam Team Leader terdapat anak Jagad Kilat, Bayu Windu sekaligus Giri Purnama yang pada waktu itu menjadi siswa. Ketika saya tanyakan kepada Bob (Karena Bob lah satu-satunya yang masih hapal jalur ini), “naha apal keneh Bob jalurna ..”, Bob menjawab “gampang kang, tuturkeun we tiang kabel PLN, eta nu mawa jalur ka Nyalidung ..”.  dan ternyata benar walau kondisi medan naik turun lembah tapi akhirnya kami tiba di Nyalindung tepat waktu,.

————Nagara Cau merupakan shortcut, jalan pintas dan tiang kabel PLN jadi guidline, petunjuk arah agar tidak salah melangkah. Dewadaru butuh “Nagara Cau” , jalan pintas yang dapat mengakali Organisasi Dewadaru berfungsi seperti sediakala dan tentu agar tidak menyimpang dari misi awal Penempuh Rimba dan Pendaki Gunungnya perlu diperhatikan juga “tiang kabel Pln”nya. Bisa jadi AD/ART yang kita miliki merupakan petunjuk sistematis darimana hingga kemana arah dari perbaikan tersebut.  2014 tetap optimis, mudah-mudahan. Amin . (Cijerah 02Jan2014| BhayoSemerOe |D-012-KL). █

 


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.